
<p>Bulan Ramadhan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. Bulan  Ramadhan adalah kesempatan menuai pahala melimpah. Banyak amalan yang  bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa. Dengan  memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang  menggiurkan, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Maka sudah sepantasnya  kesempatan tersebut tidak terlewatkan.</p>
<p>Inilah janji pahala yang Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>sebutkan,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">مَنْ فَطَّرَ  صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ  أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا</p>
<p>“<em>Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala  seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang  berpuasa itu sedikit pun juga</em>.”<a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Al Munawi <em>rahimahullah </em>menjelaskan bahwa memberi makan buka  puasa di sini boleh jadi dengan makan malam, atau dengan kurma. Jika  tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air.<a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Ath Thobari <em>rahimahullah </em>menerangkan, “Barangsiapa yang  menolong seorang mukmin dalam beramal kebaikan, maka orang yang menolong  tersebut akan mendapatkan pahala semisal pelaku kebaikan tadi. Rasul <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam </em>memberi kabar bahwa orang yang mempersiapkan  segala perlengkapan perang bagi orang yang ingin berperang, maka ia akan  mendapatkan pahala berperang. Begitu pula orang yang memberi makan buka  puasa atau memberi kekuatan melalui konsumsi makanan bagi orang yang  berpuasa, maka ia pun akan mendapatkan pahala berpuasa.”<a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftn3">[3]</a></p>
<p align="center"><em>Sungguh luar biasa pahala yang diiming-imingi.</em></p>
<p>Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka  adalah keutamaan yang diraih dari do’a orang yang menyantap makanan  berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan,  maka sungguh itu adalah do’a yang terkabulkan. Karena memang do’a orang  yang berbuka puasa adalah do’a yang mustajab. Nabi <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">ثَلاَثَةٌ لاَ  تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ  وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ</p>
<p>“<em>Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang  adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang  terdzolimi</em>.”<a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftn4">[4]</a> Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang  yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan  merendahkan diri.<a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Apalagi jika orang yang menyantap makanan tadi mendo’akan sebagaimana  do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam praktekkan, maka sungguh  rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah. Ketika Nabi <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam</em> diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke  langit dan mengucapkan,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">اللَّهُمَّ  أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى</p>
<p>“<em>Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii</em>” [Ya  Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku  dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]<a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Tak lupa pula, ketika kita memberi makan berbuka, hendaklah memilih  orang yang terbaik atau orang yang sholih. Carilah orang-orang yang  sholih yang bisa mendo’akan kita ketika mereka berbuka. Karena ingatlah  harta terbaik adalah di sisi orang yang sholih. Nabi <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam </em>pernah mengatakan pada ‘Amru bin Al ‘Ash,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">يَا عَمْرُو  نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ</p>
<p>“<em>Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta </em><em>di tangan </em><em>hamba  yang Shalih</em>.”<a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftn7">[7]</a></p>
<p>Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dibarengi dengan  berpuasa itulah jalan menuju surga.<a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftn8">[8]</a> Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">; إِنَّ فِى  الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ  ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ  اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ  وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian  luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari  bagian luarnya</em>.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata,  “<em>Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?</em>”  Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>menjawab, “<em>Untuk orang  yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan  shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur</em>.”<a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftn9">[9]</a></p>
<p align="center"><em>Seorang yang semangat dalam kebaikan pun berujar,  “Seandainya saya memiliki kelebihan rizki, di samping puasa, saya pun  akan memberi makan berbuka. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan  tersebut. Sungguh pahala melimpah seperti ini tidak akan saya  sia-siakan. Mudah-mudahan Allah pun memudahkan hal ini.”</em></p>
<p align="center"><strong><em>Lalu  bagaimanakah dengan Anda?</em></strong></p>
<p> </p>
<p>Disusun di hari penuh berkah, Panggang-GK, 4 Sya’ban 1431 H</p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel <a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p> </p>
<hr>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftnref1">[1]</a> HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid  bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan  shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftnref2">[2]</a> Faidul Qodhir, 6/243.</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftnref3">[3]</a> Syarh Ibnu Baththol, 9/65.</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftnref4">[4]</a> HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396. Syaikh Al Albani  mengatakan bahwa hadits ini shahih.</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftnref5">[5]</a> Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7/194.</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftnref6">[6]</a> HR. Muslim no. 2055.</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftnref7">[7]</a> HR. Ahmad 4/197. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad  hadits ini shahih sesuai syarat Muslim.</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftnref8">[8]</a> Lihat Lathoif Al Ma’arif, 298.</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3124-pahala-besar-di-balik-memberi-makan-berbuka.html#_ftnref9">[9]</a> HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini  hasan.</p>
<p>Dipublikasikan oleh: <a title="PengusahaMuslim.Com" href="undefined" target="_blank">PengusahaMuslim.Com</a></p>
 