
<h2 style="text-align: center;"><span style="font-size: 23pt;">Fatwa Syaikh ‘Abdullah bin Jibrin <i>rahimahullahu Ta’ala</i></span></h2>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p>Apakah diperbolehkan untuk membacakan Al-Qur’an dan ruqyah syar’iyyah kepada perempuan yang terkena gangguan jin, gangguan ‘ain dan sejenisnya dan (perempuan tersebut) sedang dalam kondisi haidh? Dan juga kepada laki-laki yang terkena gangguan yang sama dan sedang dalam kondisi junub?</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong><span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/42215-meruqyah-dengan-menggunakan-api-bolehkah.html">Meruqyah dengan Menggunakan Api, Bolehkah?</a></span></p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p>Disyaratkan bagi<strong> orang yang meruqyah</strong> (membaca Al-Qur’an) agar suci dari hadats besar, yaitu kondisi hadats yang mewajibkan mandi (wajib), seperti junub dan haidh.</p>
<p>Adapun si pasien (yang diruqyah), lebih utama jika dalam kondisi suci juga. Akan tetapi, jika perempuan yang sakit tersebut sedang haidh, perempuan tersebut<strong> boleh diruqyah ketika dalam kondisi haidh</strong>, karena adanya kebutuhan <i>(al-hajah), </i>baik sakitnya tersebut karena gangguan jin, sihir atau gangguan ‘ain.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/30615-fatwa-ulama-bolehkah-orang-normal-sengaja-disurupi-jin-sebagai-media-ruqyah.html">Bolehkah Orang Normal Sengaja Disurupi Jin Sebagai Media Ruqyah?</a></span></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/23842-fatwa-ulama-hukum-menjual-air-yang-dibacakan-ruqyah.html">Hukum Menjual Air Yang Dibacakan Ruqyah</a></span></li>
</ul>
<p>***</p>
<p>Sint-Jobskade 718 NL, 23 Dzulhijjah 1439/ 4 September 2018</p>
<p><b>Penerjemah: <a href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim"><span style="color: #ff0000;">M. Saifudin Hakim</span></a></b></p>
<p>Artikel: <a href="http://muslim.or.id"><span style="color: #ff0000;">Muslim.Or.Id</span></a></p>
<p> </p>
<p><b>Catatan kaki:</b></p>
<p>Diterjemahkan dari kitab <b><i>Fataawa Al-‘Ulamaa’ fii ‘Ilaaji As-Sihr wa Al-Mass wa Al-‘Ain wa Al-Jaan, </i></b>hal. 325-326; melalui perantaraan kitab <b><i>Ahkaam At-Ta’aamul ma’a Al-Jinn wa Adaabu Ar-Ruqa Asy-Syar’iyyah</i></b> hal. 166-167, karya Syaikh Abu Nashr Muhammad bin ‘Abdullah Al-Imam, penerbit Maktabah Al-Imam Al-Wadi’i, Shan’a (Yaman), cetakan pertama tahun 1434.</p>
 