
<p><strong>Setan begitu semangat menjauhkan manusia dari Al-Qur`an</strong></p>
<p>Ulama bersepakat bahwa membaca Al-Qur`an dengan mentadabburinya dan mengamalkannya adalah dzikir yang paling utama (afdhal), apalagi apabila hal itu dilakukan di dalam ibadah shalat yang merupakan rukun Islam terpenting setelah <em>syahadatain</em>, lebih-lebih lagi apabila yang akan dibaca adalah <em>Ummul Qur`an</em> (Induk Al-Qur`an), yaitu Al-Fatihah, karena mengandung makna-makna Al-Qur`an Al-Karim.</p>
<p>Oleh karena itulah membaca Al-Fatihah dalam shalat merupakan ibadah yang sangat agung, sehingga pantas apabila Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> pernah menjelaskan dalam kitabnya <em>Dzauqush Shalah</em>, hal. 21, bahwa setan paling semangat menganggu orang yang membaca Al-Qur`an dalam shalat yang mana shalat merupakan ibadah yang paling mulia.</p>
<p>Setan ingin setiap orang yang shalat tidak bisa membaca Al-Fatihah dengan benar, atau tidak bisa mentadabburi maknanya dengan baik, maupun tidak bisa mengambil manfaat darinya.</p>
<p>Allah <em>Ta‘ala</em> mengetahui kesungguhan setan dalam mengganggu orang yang membaca Al-Qur`an dan kelemahan diri seorang hamba dalam menghadapi gangguan setan. Oleh karena itu, pantaslah apabila Allah <em>Ta‘ala</em> menyayangi hamba-Nya dengan memerintahkan kita untuk beristi‘adzah kepada-Nya ketika akan membaca Al-Qur`an, agar kekhusyu‘an hati dan badan kita selamat dari gangguan setan sehingga kita dapat membaca Al-Qur`an, mentadabburinya, dan mengambil manfaat darinya dengan baik. Hal ini merupakan sebab keberuntungan, dan kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.</p>
<p><strong>Penjelasan makna Isti‘adzah</strong><br>
<strong>Ikhtilaf ulama</strong></p>
<p>Beragam pendapat ulama tentang lafal-lafal isti‘adzah disebabkan ayat-ayat tentang isti‘adzah juga tidak hanya satu macam saja.</p>
<p>Allah <em>Ta‘ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p>“<em>Apabila kamu membaca Al-Qur`an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”</em> (Q.S. An-Nahl: 98).</p>
<p style="text-align: right;">رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ</p>
<p>“<em>Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,</em>” (Q.S. Ad-Dukhaan: 6).</p>
<p style="text-align: right;">وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ</p>
<p>“<em>Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.</em>” (Q.S. Al-A‘raaf: 200).</p>
<p>Berikut ini sebagian penjelasan makna lafal isti‘adzah, berikut ulama yang berpendapat dengannya dan dalil yang mendasarinya.</p>
<p><strong>Lafal Pertama</strong></p>
<p style="text-align: right;">أَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p><em>A‘uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim</em></p>
<p>“Aku memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”</p>
<p>Dalilnya:</p>
<p style="text-align: right;">فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاَللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p>“<em>Apabila kamu membaca Al-Qur`an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.</em>” (Q.S. An-Nahl: 98). Yang berpendapat demikian adalah Imam Syafi‘i, Imam Abu Hanifah, dan isti‘adzah yang dipilih pula oleh para Qurra`.1</p>
<p>Terdapat atsar dari Umar bin Khattab radhiallahu‘anhu bahwa beliau pernah membaca lafal ini sebelum membaca Al-Fatihah dalam shalatnya. Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam <em>Mushannaf</em>-nya (2455), Atsar ini shahih, semua perawinya tsiqah.2</p>
[Bersambung]
<p><strong>Daftar Link Berseri Artikel Ini:</strong></p>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/34018-mutiara-istiadazah-dalam-shalat-1.html">Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/34010-mutiara-istiadazah-dalam-shalat-2.html">Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/34042-mutiara-istiadazah-dalam-shalat-3.html">Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (3)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/34047-mutiara-istiadazah-dalam-shalat-4.html">Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (4)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/34209-mutiara-istiadazah-dalam-shalat-5.html">Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (5)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 