
<p>Berbuka puasa secara sengaja pada bulan Ramadhan tanpa alasan yang syar’i adalah perbuatan dosa besar. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “Ketika aku sedang tidur, tiba-tiba datang kepadaku dua orang  yang kemudian memegang bagian bawah ketiakku dan membawaku ke sebuah  gunung yang terjal. Keduanya berkata, ‘Naiklah.’ Aku menjawab, ‘Aku  tidak mampu.’ Akhirnya aku naik juga, tatkala aku sampai pada  pertengahan gunung, aku mendengar suara yang sangat mengerikan, aku  bertanya, ‘Suara apa ini?’ Keduanya berkata, ‘Itu teriakan penduduk  neraka.’ Kemudian aku dibawa lagi, dan aku melihat sekelompok orang yang  kaki-kaki mereka digantung, tulang rahang mereka pecah, darah mengalir  dari tulang rahang mereka (yaitu kaki mereka dibantung di atas dan  kepada di bawah, seperti ketika tukang jagal menggantung sembelihannya).  Aku betanya, ‘Siapakah mereka itu? Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah  orang-orang yang berbuka puasa sebelum waktunya.” (HR. an-Nasa’i dalam <em>al-Kubra,</em> 2/246; Ibnu Hibban, 16/536; Ibnu Khuzaimah, 3/137;<em> al-Hakim</em>, 1/430. Lihat <em>Shahih at-Targhib</em>, 1/492)</p>
<p>Hadits ini adalah dalil yang sangat jelas akan besarnya dosa orang  yang berbuka puasa Ramadhan secara sengaja tanpa udzur. Bahkan, hadits  ini menunjukkan berbuka puasa tanpa udzur termasuk dosa besar.</p>
<p>Imam adz-Dzahabi<em> rahimahullah</em> berkata, “Dosa besar yang kesepuluh adalah berbuka puasa pada bulan Ramadhan tanpa ada udzur dan alasan.” (<em>Al-Kaba’ir</em>, hal. 157, tahqiq Masyhur Hasan Salman).</p>
<p><strong>Perhatian!</strong><br> Hadits yang berbunyi</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">مَنْ أَفْطَرَ مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ عُذُرٍ وَلاَ مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صَوْمُ الدَّهْرِ وَإِنْ صَامَهُ</p>
<p>“Barangsiapa tidak berpuasa di bulan Ramadhan tanpa ada udzur atau  sakit, maka dia tak dapat ditebus dengan puasa setahun sekalipun dia  berpuasa.”</p>
<p>Adalah hadits yang lemah menurut timbangan ahli hadits (<em>Fathul Bari</em>, 4/161. <em>Koreksi Hadits-hadits Dha’if Populer</em>, Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi, hal 111)</p>
<p>Sumber: <em>Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah,</em> Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi, Abu Abdillah Syahrul Fatwa, Pustaka Darul Ilmi</p>
<p>Dipublikasikan oleh: <a title="www.pengusahamuslim.com" href="http://www.pengusahamuslim.com/" target="_blank">www.pengusahamuslim.com</a></p>
 