
<p>01- <a href="tg://search_hashtag?hashtag=shalat_tarawih">#shalat_tarawih</a> itu sama dengan shalat malam, namun ini khusus dilakukan di bulan Ramadhan. Jadi statusnya sama seperti shalat malam.</p>
<p>02- <a href="tg://search_hashtag?hashtag=shalat_tarawih">#shalat_tarawih</a> hukumnya sunnah atas dasar sepakat ulama. Disunnahkan lakukan berjamaah. Baiknya juga shalat ini dijaga satu bulan penuh</p>
<p>03- Rasul bersabda, Siapa yg melakukan qiyam Ramadhan (<a href="tg://search_hashtag?hashtag=shalat_tarawih">#shalat_tarawih</a>) atas dasar iman dan mengharap pahala, dosa yg lalu diampuni.</p>
<p>04- Lalu jumlah rakaatnya berapa? Kalau ane sih lebih memilih shalat tarawih itu tidak dibatasi jumlah rakaatnya, jadi boleh 11 atau 23.</p>
<p>05- Kenapa bisa? Bisa aje, karena Rasul tidak pernah membatasi. Rasul tdk melarang jk lebih dari 11. Cuma Rasul memang tdk pernah lbh dr 11.</p>
<p>06- Juga Rasul menyatakan ketika ditanya shalat malam, beliau jawab: shalat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam tanpa dibatasi 11.</p>
<p>07- Alasan lain, kita diperintah untuk banyak sujud, makin banyak sujud berarti makin dekat dengan Nabi.</p>
<p>08- Juga 23 rakaat ada di masa Umar bin Khattab ketika beliau memerintah Ubay bin Ka’ab untuk melakukan <a href="tg://search_hashtag?hashtag=shalat_tarawih">#shalat_tarawih</a> secara berjamaah.</p>
<p>09- Intinya 11 atau 23 rakaat itu tidak masalah. Yg masalah tentu yg tidak shalat. Hmmmm</p>
<p>10- Namun catatan penting yg perlu dipahami, <a href="tg://search_hashtag?hashtag=shalat_tarawih">#shalat_tarawih</a> tentu harus memenuhi rukun, di antara rukun adalah thuma’ninah.</p>
<p>11- Thuma’ninah itu artinya TIDAK NGEBUT. Bagaimana bisa thuma’ninah kalau rakaatnya lebih dari 11 namun selesai dlm 7 menit.</p>
<p>12- Lalu <a href="tg://search_hashtag?hashtag=shalat_tarawih">#shalat_tarawih</a> ditutup dengan shalat witir dengan rakaat yg ganjil, bisa dg satu atau tiga rakaat (pola 2-1 atau 3 langsung).</p>
<p>13- Yg terakhir nih, sering ditanya, bagaimana jika kita ingin shalat tahajud lagi padahal sudah tutup dg witir di shalat tarawih?</p>
<p>14- Tetap boleh, karena jumlah rakaat shalat malam tidak dibatasi. Jg karena Nabi pernah shalat dua rakaat padahal sudah menutup dg witir.</p>
<p>15- Namun ingat tidak boleh ada dua witir dalam satu malam. Jadi tahajud setelah bangun tidur masih boleh, walau sblmnya sudah tutup witir.</p>
<p>16- Sudah dulu yah … Semoga bermanfaat. Ane lanjut safar lg dari Bula ke Lastetu menempuh waktu 12 jam. Doakan ane biar lancar dan mudah.</p>
<p>17- Ditulis di Bula, Seram Bagian Timur, malam 28 Syaban 1437 H <a href="https://web.telegram.org/#/im?p=%40RumayshoCom">@RumayshoCom</a>.</p>
<p>—</p>
<p>Follow Twitter RumayshoCom dan ikuti artikel islam di <a href="http://rumaysho.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
<p>Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p> </p>
<p>Artikel <a href="https://remajaislam.com">RemajaIslam.Com</a></p>
 