
<p>Jika kita memiliki emas dan perak, maka jangan dilupakan, ada kewajiban zakat. Jika telah mencapai nishob 85 gram emas dan telah melewati haul (satu tahun hijriyah), maka ada kewajiban zakat sebesar 2,5% atau 1/40. Bagaimana ketentuan zakat emas dan perak, atau disebut zakat <em>atsman</em>, juga ada yang menyebut zakat <em>naqdain</em>? Simak dalam tulisan berikut.</p>

<h2><strong><span style="color: #ff0000;">Zakat <em>Atsman</em> (emas, perak dan mata uang)</span></strong></h2>
<p>Yang dimaksud <em>atsman</em> adalah emas, perak, dan mata uang yang berfungsi sebagai mata uang atau tolak ukur kekayaan.</p>
<p>Dalil wajibnya adalah firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span style="color: #800000;">وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ</span></span></p>
<p>“<em>Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih</em>” (QS. At Taubah: 34-35).</p>
<p>Dari Abu Hurairah, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span style="color: #800000;">مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلاَ فِضَّةٍ لاَ يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلاَّ إِذَا كَانَ يَوْمَ القِيَامَةِ صُفِحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُكْوَى بِهَا جَبْهَتُهُ وَجَنْبُهُ وَظَهْرُهُ، كُلَّمَا بَرُدَتْ أُعِيْدَتْ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَان مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ، فَيَرَى سَبِيْلَهُ إِمَّا إِلَى الجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ</span></span></p>
<p>“<em>Siapa saja yang memiliki emas atau perak tapi tidak mengeluarkan zakatnya melainkan pada hari kiamat nanti akan disepuh untuknya lempengan dari api neraka, lalu dipanaskan dalam api neraka Jahannam, lalu disetrika dahi, rusuk dan punggungnya dengan lempengan tersebut. Setiap kali dingin akan disepuh lagi dan disetrikakan kembali kepadanya pada hari yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia melihat tempat kembalinya apakah ke surga atau ke neraka</em>.”<a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span style="color: #800000;">وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ عِشْرِينَ مِثْقَالاً مِنَ الذَّهَبِ شَىْءٌ وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ مِائَتَىْ دِرْهَمٍ شَىْءٌ</span></span></p>
<p>“<em>Tidak ada zakat jika emas kurang dari 20 mitsqol dan tidak ada zakat jika kurang dari 200 dirham.</em>”<a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn2">[2]</a></p>
<h2><strong><span style="color: #ff0000;">Dalil Ketentuan Zakat Emas dan Perak</span></strong></h2>
<p>Dari ‘Ali bin Abi Tholib <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span style="color: #800000;">فَإِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَىْءٌ – يَعْنِى فِى الذَّهَبِ – حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ</span></span></p>
<p>“<em>Bila engkau memiliki dua ratus dirham</em> <em>dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat sebesar lima dirham. Dan engkau tidak berkewajiban membayar zakat sedikit pun –maksudnya zakat emas- hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Bila engkau telah memiliki dua puluh dinar, dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Dan setiap kelebihan dari (nish</em><em>o</em><em>b) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu</em>.”<a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia menuturkan bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span style="color: #800000;">لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ</span></span></p>
<p>“<em>Tidaklah ada kewajiban zakat pada uang perak yang kurang dari lima uqiyah</em> “.<a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Dan pada hadits riwayat Abu Bakar<em> radhiyallahu ‘anhu</em> dinyatakan,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span style="color: #800000;">وَفِى الرِّقَةِ رُبْعُ الْعُشْرِ</span></span></p>
<p>“<em>Dan pada perak, diwajibkan zakat sebesar seper</em><em>empat </em><em>puluh (2,5 %).</em>” (HR. Bukhari no. 1454)</p>
<h3><strong><span style="color: #ff0000;">Nishob zakat emas </span></strong></h3>
<p>Nishob zakat emas adalah 20 mitsqol atau 20 dinar<a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn5">[5]</a>. Satu dinar setara dengan 4,25 gram emas. Sehingga nishob zakat emas adalah 85 gram emas (murni 24 karat) <a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn6">[6]</a>. Jika emas mencapai nishob ini atau lebih dari itu, maka ada zakat. Jika kurang dari itu, tidak ada zakat kecuali jika seseorang ingin bersedekah sunnah.</p>
<h3><strong><span style="color: #ff0000;">Besaran zakat emas</span></strong></h3>
<p>Besaran zakat emas adalah 2,5% atau 1/40 jika telah mencapai nishob. Contohnya, emas telah mencapai 85 gram, maka besaran zakat adalah 85/40 = 2,125 gram. Jika timbangan emas adalah 100 gram, besaran zakat adalah 100/40 = 2,5 gram.</p>
<h3><strong><span style="color: #ff0000;">Nishob zakat perak</span></strong></h3>
<p>Nishob zakat perak adalah 200 dirham atau 5 uqiyah. Satu dirham setara dengan 2,975 gram perak. Sehingga nishob zakat perak adalah 595 gram perak (murni). Jika perak telah mencapai nishob ini atau lebih dari itu, maka ada zakat. Jika kurang dari itu, tidak ada zakat kecuali jika seseorang ingin bersedekah sunnah.</p>
<h3><strong><span style="color: #ff0000;">Besaran zakat perak</span></strong></h3>
<p>Besaran zakat perak adalah 2,5% atau 1/40 jika telah mencapai nishob. Contohnya, 200 dirham, maka zakatnya adalah 200/40 = 5 dirham. Jika timbangan perak adalah 595 gram, maka zakatnya adalah 595/40 = 14,875 gram perak.</p>
<h3><strong><span style="color: #ff0000;">Apakah perlu menambah emas pada perak untuk menyempurnakan nishob?</span></strong></h3>
<p>Menurut madzhab Syafi’i, salah satu pendapat dari Imam Ahmad, pendapat Ibnu Hazm, Syaikh Al Albani dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin tidak perlu ditambahkan untuk menyempurnakan nishob. Sedangkan jumhur –mayoritas ulama- berpendapat perlu ditambahkan, namun berselisih pendapat apakah penambahan ini dengan persenan atau dengan <em>qimah</em> (nilai).<a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn7">[7]</a> Pendapat yang terkuat adalah pendapat yang menyatakan tidak menambahkan emas dan perak untuk menyempurnakan nishob. Hal ini didukung oleh beberapa dalil berikut. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><span style="color: #800000;">وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ عِشْرِينَ مِثْقَالاً مِنَ الذَّهَبِ شَىْءٌ وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ مِائَتَىْ دِرْهَمٍ شَىْءٌ</span></span></p>
<p>“<em>Tidak ada zakat jika emas kurang dari 20 mitsqol dan tidak ada zakat jika kurang dari 200 dirham.</em>”<a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn8">[8]</a> Di sini emas dan perak dibedakan dan tidak disatukan nishobnya.</p>
<p>Begitu pula dalam hadits disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span style="color: #800000;">لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ</span></span></p>
<p>“<em>Tidaklah ada kewajiban zakat pada uang perak yang kurang dari lima uqiyah</em> “.<a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn9">[9]</a></p>
<p>Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata, “Jika seseorang memiliki 10 dinar (1/2 dari nishob emas) dan memiliki 100 dirham (1/2 dari nishob perak), maka tidak ada zakat. Karena emas dan perak berbeda jenis.”<a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftn10">[10]</a></p>
<p>Apakah ada zakat pada perhiasan emas dan perak yang biasa digunakan wanita? Simak dalam tulisan berikutnya.</p>
<p><em>Wallahu waliyyut taufiq.</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 14pt;">Pahami syarat-syarat zakat <span style="color: #0000ff;"><a title="Syarat-Syarat Zakat" href="https://rumaysho.com/1156-syarat-syarat-zakat.html" target="_blank" rel="noopener">di sini</a></span>.</span></strong></p>
<p>Direvisi ulang di KSU, Riyadh, KSA, 24 Jumadats Tsaniyah 1433 H</p>
<p><a href="index.php" target="_blank" rel="noopener">www.rumaysho.com</a></p>
<hr>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref1">[1]</a> HR. Muslim no. 987</p>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref2">[2]</a> HR. Ad Daruquthni 2: 93. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Al Irwa’ no. 815.</p>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref3">[3]</a> HR. Abu Daud no. 1573. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih</p>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref4">[4]</a> HR. Bukhari no. 1447 dan Muslim no. 979</p>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref5">[5]</a> Para fuqoha menuturkan bahwa satu dinar setara dengan satu mitsqol.</p>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref6">[6]</a> Perlu diingat bahwa yang dijadikan batasan nishob emas dan perak di atas adalah emas murni (24 karat) dan perak murni. Dengan demikian, bila seseorang memiliki emas yang tidak murni, misalnya emas 18 karat, maka nishabnya harus disesuaikan dengan nishob emas yang murni (24 karat), yaitu dengan cara membandingkan harga jualnya, atau dengan bertanya kepada toko emas atau ahli emas, tentang kadar emas yang ia miliki. Bila kadar emas yang ia miliki telah mencapai nishob, maka ia wajib membayar zakatnya. Dan bila belum, maka ia belum berkewajiban untuk membayar zakat.</p>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref7">[7]</a> Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2: 18 dan Al Wajib Al Muqorin, hal. 30.</p>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref8">[8]</a> HR. Ad Daruquthni 2: 93. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Al Irwa’ no. 815.</p>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref9">[9]</a> HR. Bukhari no. 1447 dan Muslim no. 979</p>
<p><a href="file:///D:Rumaysho.com%20Creation%EF%BF%BD0%20Buku%20Rumaysho.comPanduan%20RamadhanBuku%20Panduan%20Ramadhan%201433%20HPanduan%20Zakat.doc#_ftnref10">[10]</a> Syarhul Mumthi’, 6: 102. Lihat juga bahasan yang sama dalam Fiqh Sunnah, 1: 39.</p>
 