
<p>#01 Kita sendiri bagaimana ketika mendengarkan ayat Al-Quran? Apa berpengaruh sampai ke hati? Atau kita yang kurang merenungkan ayat-ayat yang dibaca?</p>



<p>#02 Dalam pelajaran <a href="https://twitter.com/hashtag/sirahNabi?src=hash"><s>#</s><strong>sirahNabi</strong></a>, beberapa orang masuk Islam karena mendengarkan bacaan Al-Quran. Padahal sebelumnya orang-orang musyrik sudah mewanti-wanti untuk tidak mendengarkannya.</p>



<p>#03 Ternyata ketika Al-Qur’an didengar membawa pengaruh. Contohnya adalah Suwaid bin Shamit dan Thufail bin Amr Ad-Dausi masuk Islam karena mendengarkan Al-Qur’an dibaca.  
</p>



<p>#04 Metode ini pun dipakai oleh beberapa sahabat seperti Mush’ab bin ‘Umair ketika berdakwah di Madinah—sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah—beliau banyak membacakan Al-Qur’an ketika berdakwah.</p>



<p>#05 Jubair bin Muth’im masuk Islam karena mendengar surah Ath-Thur ayat 35-38 yang menanyakan “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?”
</p>



<p>#06 Umar bin Al-Khaththab mendengar awal surah Thaha dibacakan, beliau tertegun dan beriman.</p>



<p>#07 Metodologi yang benar dalam berdakwah adalah fokus memperbanyak membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian menjadikannya sandaran dalam ceramah dan khutbah.</p>



<p>#08 Lengkapnya tentang pengaruh Al-Qur’an dalam dakwah, bisa dibaca dalam artikel berikut di <a href="https://twitter.com/hashtag/rumayshocom?src=hash"><s>#</s><strong>rumayshocom</strong></a>: <a href="https://rumaysho.com/20795-faedah-sirah-nabi-pelajaran-dari-menawarkan-islam-kepada-tokoh-dan-kabilah.html">https://rumaysho.com/20795-faedah-sirah-nabi-pelajaran-dari-menawarkan-islam-kepada-tokoh-dan-kabilah.html</a></p>



<p>Semoga bermanfaat.</p>



<hr class="wp-block-separator">



<p>Your brother: Muhammad Abduh Tuasikal</p>



<p>Artikel <a href="http://RemajaIslam.Com">RemajaIslam.Com</a></p>



<p></p>
 