
<p><strong><span style="font-size: 18pt;">Semua orang mengaku merindu surga …</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt;">Termasuk para wanita …</span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lalu, siapakah mereka yang benar-benar jujur dengan pengakuannya bahwa mereka merindukan surga?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala telah menyebutkan karakter wanita perindu surga di dalam Al-Qur’an.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sebab itu maka wanita yang salihah, ialah yang taat kepada Allah, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Hal itu karena Allah telah memelihara (mereka).” </span><b>(QS. An-Nisa’ [4]: 34)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Potongan ayat tersebut mengumpulkan karakter sejati para wanita yang jujur dengan pengakuannya bahwa mereka adalah para wanita perindu surga. Ayat tersebut menggambarkan bahwa para wanita perindu surga itu mengumpulkan dua karakter utama,</span></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><b>Pertama, </b><span style="font-weight: 400;">karakter yang berkaitan dengan hubungannya dengan Rabb-nya.</span></span></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><b>Kedua, </b><span style="font-weight: 400;">karakter yang berkaitan dengan hubungannya dengan suaminya. </span></span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/55772-8-pintu-surga.html" data-darkreader-inline-color="">Inilah 8 Pintu Surga</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karakter pertama, tergambarkan dalam firman Allah Ta’ala,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>قَانِتَاتٌ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”yang taat kepada Allah”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Wanita yang </span><i><span style="font-weight: 400;">“qaanit” </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah wanita yang konsisten dan istiqamah dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala, menjaga ibadah kepada Allah Ta’ala, menjaga kewajiban-kewajiban yang harus dia tunaikan sebagai seorang muslimah, dan tidak melalaikan perkara syariat yang menjadi kewajibannya. Semua makna tersebut tercakup dalam sifat </span><i><span style="font-weight: 400;">“qaanit”. </span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karakter kedua, tergambarkan dalam firman Allah Ta’ala,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“memelihara diri ketika suaminya tidak ada”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yaitu, menjaga hak-hak suami. Dengan kata lain, wanita perindu surga akan senantiasa berusaha melaksanakan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang istri dengan sebaik-baiknya. Baik ketika suaminya tidak ada di rumah, atau ketika sedang bersama dengan suaminya. Seorang istri akan menjaga harta suaminya, menjaga kehormatan dirinya, menjaga hak-hak suami yang itu menjadi kewajiban seorang istri. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun perlu diingat bahwa dua karakter tersebut akan didapatkan oleh para wanita perindu surga semata-mata karena hidayah dan taufik dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ … lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. </span><b>Hal itu karena Allah telah memelihara (menjaga) (mereka).”</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan kata lain, dua karakter tersebut tidaklah semata-mata didapatkan karena kemampuan, kecerdasan, dan kepandaian seorang wanita. Akan tetapi, semua itu hanyalah karena taufik, hidayah, pertolongan, dan kemudahan dari Allah Ta’ala. Hal ini karena kesalihan itu hanyalah karena hidayah dan pertolongan Allah Ta’ala yang telah memudahkan diri kita dalam mengerjakan berbagai macam amal ketaatan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Senada dengan ayat di atas adalah sabda Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">yang diriwayatkan</span> <span style="font-weight: 400;">dari sahabat ‘Abdurahman bin ‘Auf </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu,</span></i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika seorang wanita (1) menjaga shalat lima waktu, (2) puasa bulan Ramadhan, (3) menjaga kemaluannya, dan (4) menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, </span><b>“Masuklah kalian ke dalam surga dari pintu mana saja yang kalian kehendaki.”</b> <b>(HR. Ahmad no. 1661. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menilai status hadits ini </b><b><i>hasan lighairihi.</i></b><b>)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam riwayat Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu, </span></i><span style="font-weight: 400;">Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خُمُسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دخلت من أي أبواب الجنة شاءت</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika seorang wanita (1) (menjaga) shalat lima waktu, (2) puasa bulan Ramadhan, (3) menjaga kemaluannya, dan (4) menaati suaminya, maka dia akan masuk melalui pintu surga mana saja yang dia kehendaki.” </span><b>(HR. Ibnu Hibban dalam </b><b><i>Shahih-</i></b><b>nya no. 4163. Syaikh Al-Albani menilai status hadits ini </b><b><i>hasan lighairihi </i></b><b>dalam </b><b><i>Shahih At-Targhib </i></b><b>no. 1931)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perhatikanlah empat perkara yang Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">sebutkan dalam hadits tersebut. Yang semuanya itu adalah keutamaan dan kebaikan yang Allah Ta’ala curahkan kepada para wanita, ketika mereka menjaga empat perkara yang disebutkan. Empat perkara yang apabila dijaga konsistensinya, akan dikatakan kepada para wanita perindu surga, “Masuklah kalian ke dalam surga dari pintu mana saja yang kalian kehendaki.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bukankah empat perkara ini sangat layak diperhatikan dan dijaga oleh para wanita? Dia tentu akan menempa dirinya agar berhias dengan empat karakter yang telah Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">sebutkan tersebut. </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/52770-istriku-dengan-siapa-engkau-di-surga-nanti.html" data-darkreader-inline-color="">Istriku, dengan Siapa Engkau di Surga Nanti?</a></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt;">Menjaga shalat …</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt;">Menjaga pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan …</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt;">Menjaga kemaluannya …</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt;">Menjaga hak-hak suaminya … </span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini adalah dua asas dan landasan pokok karakter para wanita perindu surga, yaitu baiknya ketaatan dan ibadah kepada Allah Ta’ala, lalu menjaga hak suaminya. Ini adalah kunci kebahagiaan seorang wanita, kunci hidayah dan taufik dari Allah Ta’ala, kunci keshalihan anak keturuannya, dan kunci kebahagiaan hidupnya di dunia ini. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, kepada orang tua dan dan wali yang menjaga anak-anak perempuan, perhatikanlah hal ini. Hendaklah yang menjadi fokus perhatian mereka adalah agar anak-anak ini tumbuh dalam keshalihan, istiqamah dan menjaga ibadahnya, memperhatikan kewajiban-kewajiban yang harus dia tunaikan dalam Islam, lebih-lebih menjaga shalat lima waktu, menjaga puasa Ramadhan, dan menjauhi semua perkara yang bisa merusak kehormatan dan kemuliaan dirinya. </span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/46859-meraih-surga-dan-menjauh-dari-neraka-dengan-ilmu-syari.html" data-darkreader-inline-color="">Meraih Surga dan Menjauh dari Neraka dengan Ilmu Syar’i</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/45725-meninggal-ketika-menuju-ke-masjid-mendapat-jaminan-surga.html" data-darkreader-inline-color="">Meninggal Ketika Menuju Ke Masjid Mendapat Jaminan Surga</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Kasongan, 6 Dzulqa’dah 1441/ 27 Juni 2020</span></p>
<p><b>Penulis:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color=""> M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color=""> Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><b>Referensi:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Disarikan dari kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Shifaat Az-Zaujatish Shaalihaat, </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullahu Ta’ala, </span></i><span style="font-weight: 400;">hal. 12-16.</span></p>
 