
<p>Hendaklah setiap orang tua bersyukur dan ridha dengan rizki yang telah Allah Ta’ala berikan. Baik diberikan nikmat berupa anak laki-laki, maupun anak perempuan.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><strong>يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50</strong></p>
<p>“Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis anak laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya). Dan Dia menjadikan tidak memiliki keturunan (mandul), siapa yang Dia kehendaki. <strong>Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”</strong> (QS. Asy-Syuura [42]: 49-50)</p>
<p>Di antara para Nabi <em>‘alaihis salaam</em>, ada yang hanya memiliki anak perempuan, yaitu Nabi Luth. Ada yang hanya memiliki anak laki-laki, semisal Nabi Ibrahim. Ada pula yang memiliki anak laki-laki dan perempuan seperti Nabi kita, Muhammad<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Dan ada pula yang tidak memiliki keturunan, semisal Nabi Yahya.</p>
<p>Semua ini menunjukkan kekuasaan Allah Ta’ala.</p>
<p>Kita pun tidak mengetahui, manakah yang lebih baik di antara keduanya, anak laki-laki atau anak perempuan?</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><strong>آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا</strong></p>
<p>“(Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, <strong>kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu.</strong> Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa’ [4]: 11)</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><strong>وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ</strong></p>
<p>“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. <strong>Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”</strong> (QS. Al-Baqarah [2]: 215)</p>
<p>Betapa banyak anak perempuan yang kemudian menjadi sebab kebahagiaan orang tua dan kerabatnya di dunia dan akhirat. Dan betapa banyak anak laki-laki yang menjadi sebab kesengsaraan dan penderitaan orang tuanya.</p>
<p>Lihatlah Maryam <em>‘alaihassalaam</em>, dan lihat pula Fathimah, anak perempuan Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Maryam <em>‘alaihassalaam</em>, melahirkan seorang Nabi yang shalih.</p>
<p>Sedangkan Fathimah melahirkan dua orang pemuda yang menjadi pemimpin penduduk surga.</p>
<p>Fathimah juga merupakan salah satu pemimpin para wanita penduduk surga.</p>
<p>Apakah layak untuk dibandingkan, antara Maryam atau Fathimah (anak perempuan) dengan anak Nabi Nuh <em>‘alaihis salaam</em> (anak laki-laki)? Anak laki-laki Nabi Nuh<em> ‘alaihis salaam</em> adalah seorang anak yang keras kepala dengan kekafirannya dan juga meninggal di atas kekafiran.</p>
<p>Sekali lagi, apakah layak untuk dibandingkan antara Fathimah dengan anak laki-laki Nabi Nuh?</p>
<p>Oleh karena itu, apa pun jenis kelamin dari anak keturunan yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita, bersyukurlah kepada Allah Ta’ala. Tentunya disertai dengan usaha maksimal untuk mendidik anak-anak kita tersebut agar menjadi pribadi yang bertakwa dan takut kepada Allah Ta’ala.</p>
<p> </p>
<p>Diselesaikan menjelang maghrib, Rotterdam NL 6 Jumadil Akhir 1438</p>
<p><strong>Penulis: Aditya Budiman dan M. Saifudin Hakim</strong></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 