
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Amal dan kesalihan kedua orang tua memiliki dampak terhadap kesalihan anak-anak mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Demikian pula amal buruk dan berbagai dosa besar yang dilakukan ayah maupun ibu, memiliki pengaruh buruk pada pendidikan buah hati keduanya. Dampak </span><span lang="en-US">amal salih atau amal buruk </span><span lang="en-ID">tersebut dapat terjadi pada berbagai bentuk, di antaranya:</span></p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Adanya keberkahan pada amal salih tersebut dan pahala dari Allah <em>Ta’ala</em>. </span><span lang="en-ID">Di</span> <span lang="en-ID">antara bentuk keberkahan dari amal s</span><span lang="en-US">a</span><span lang="en-ID">l</span><span lang="en-US">i</span><span lang="en-ID">h yang dilakukan seorang hamba adalah Allah </span><span lang="en-US"><em>Ta’ala</em> meng</span><span lang="en-ID">anug</span><span lang="en-US">e</span><span lang="en-ID">rahkan taufik kepada orang tersebut untuk senantiasa beramal kebaikan dan kemudahan dalam melakukan berbagai ketaatan </span><span lang="en-US">selanjutnya </span><span lang="en-ID">kepada</span><span lang="en-US">–</span><span lang="en-ID">Nya.</span> <span lang="en-ID">Sebaliknya</span><span lang="en-US">,</span><span lang="en-ID"> amal buruk dapat menjadi bencana dan hukuman dari Allah </span><em><span lang="en-US">Ta’ala </span></em><span lang="en-ID">bagi pelakunya. </span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Boleh jadi balasannya berupa kebaikan yang tergambar pada anak-anak mereka. Namun boleh jadi juga dalam bentuk hukuman yang terlihat pada anak-anak disebabkan amal buruk kedua orang tuanya.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Berupa penjagaan Allah </span><em><span lang="en-US">Ta’ala </span></em><span lang="en-ID">atas anak-anak mereka. Allah </span><em><span lang="en-US">Ta’ala </span></em><span lang="en-ID">yang mengurusi perkara-perkara </span><span lang="en-US">(kebutuhan) </span><span lang="en-ID">mereka. Allah </span><em><span lang="en-US">Ta’ala </span></em><span lang="en-ID">luaskan r</span><span lang="en-US">i</span><span lang="en-ID">zki mereka dan </span><span lang="en-US">Allah </span><span lang="en-ID">juga </span><span lang="en-US">yang </span><span lang="en-ID">senantiasa menjaga kesehatan jasmani anak-anak mereka.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Dampaknya juga dapat berupa penyimpangan anak-anak mereka dari jalan kebenaran.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Berupa berbagai bencana, penyakit dan timbulnya masalah demi masalah.</span></p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Oleh sebab itu, hendaklah kedua orang tua memperbanyak amal s</span><span lang="en-US">ali</span><span lang="en-ID">h sehingga dampaknya pun akan tercermin pada anak-anak mereka.</span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Allah Ta’ala</span><i> </i><span lang="en-ID">berfirman,</span></p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" align="center"><span style="font-family: Arial, sans-serif; color: #000000;"><span lang="ar-SA">وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ <u>كَنْزٌ</u> لَهُمَا وَكَانَ <u>أَبُوهُمَا</u><u> </u><u>صَالِحًا</u> فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا <u>رَحْمَةً</u><u> </u><u>مِنْ</u><u> </u><u>رَبِّكَ</u></span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">Adapun dinding rumah (yang ditegakkan Kh</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">i</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">dir -pen) adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"><b>harta benda simpanan</b></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"> (berupa lembaran emas yang tertulis padanya ilmu) bagi mereka berdua. Ayah kedua anak tersebut adalah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"><b>seorang yang s</b></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>a</b></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"><b>l</b></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>i</b></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"><b>h</b></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">, maka Tuhanmu menghendaki ketika mereka sampai pada masa kedewasaannya kemudian mengeluarkan simpanannya itu, </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"><b>sebagai rahmat dari Tuhanmu</b></span></span></em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">” (QS. Al Kahfi [18]: 82).</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-US">Ayat tersebut mengisahkan tentang </span><span lang="en-ID">Nabi Musa dan Kh</span><span lang="en-US">i</span><span lang="en-ID">dir </span><span lang="en-US"><i>‘</i></span><span lang="en-ID"><i>alaihimassalam </i></span><span lang="en-US">ketika </span><span lang="en-ID">melalui suatu perkampungan</span><span lang="en-US">. Lalu k</span><span lang="en-ID">eduanya pun meminta hak-hak tamu kepada penduduk kampun</span><span lang="en-US">g</span><span lang="en-ID"> tersebut. Namun mereka enggan menganggap Nabi Musa dan Kh</span><span lang="en-US">i</span><span lang="en-ID">dir </span><span lang="en-ID"><i>‘alaihimassalam </i></span><span lang="en-ID">sebagai tamu. Keduanya pun mendapati sebuah tembok yang miring dan hendak roboh. Lalu Kh</span><span lang="en-US">i</span><span lang="en-ID">dir pun menegakkannya. Kemudian Nabi Musa </span><span lang="en-US"><i>‘</i></span><span lang="en-ID"><i>alaihissalam </i></span><span lang="en-ID">berucap kepadanya,</span></p>
<p dir="rtl" lang="en-ID" align="center"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا</span></span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu</span></span></em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">” (QS. Al Kahfi [18]: 77).</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">Kemudian Kh</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">i</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">dir pun memberikan alasan perbuatannya kepada Nabi Musa </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>‘</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"><i>alaihissalam</i></span></span><i> </i><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Kahfi ayat 82 di atas.</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID"><b>Maka lihatlah bagaimana Allah Ta’ala</b></span><i><b> </b></i><span lang="en-ID"><b>menjaga harta anak yatim </b></span><span lang="en-US"><b>tersebut </b></span><span lang="en-ID"><b>disebabkan kes</b></span><span lang="en-US"><b>ali</b></span><span lang="en-ID"><b>han orang tuanya</b></span><span lang="en-US"><b>.</b></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Apakah </span><span lang="en-US">kita</span><span lang="en-ID"> mengira atau berkeyakinan bahwasanya harta yang dijaga Allah Ta’ala tersebut terkumpul dari harta yang haram? Sekali-kali tidak, sebab di</span> <span lang="en-ID">antara konsek</span><span lang="en-US">u</span><span lang="en-ID">ensi dari kes</span><span lang="en-US">a</span><span lang="en-ID">l</span><span lang="en-US">i</span><span lang="en-ID">han orang tua adalah </span><span lang="en-US">mereka</span><span lang="en-ID"> tidak akan mau mengumpulkan harta kecuali dari sumber yang halal. Demikian pula Allah </span><span lang="en-US">Ta’ala </span><span lang="en-ID">pun akan menjaga harta tersebut karena diperoleh dengan cara yang halal. </span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID"><u><b>Faidah: </b></u></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir</span><span lang="en-US"> (5: 187)</span> <span lang="en-US"><b>[1] </b></span><span lang="en-ID">bahwa kedua anak tersebut dijaga karena kes</span><span lang="en-US">a</span><span lang="en-ID">l</span><span lang="en-US">i</span><span lang="en-ID">han kedua orang tuanya. Namun tidak disebutkan bahwa kedua orang tua </span><span lang="en-US">(bapak ibu) </span><span lang="en-ID">dari kedua anak inilah yang s</span><span lang="en-US">ali</span><span lang="en-ID">h. Sebab telah berlalu penjelasan bahwa yang s</span><span lang="en-US">ali</span><span lang="en-ID">h adalah </span><span lang="en-ID"><b>keturuan ke</b></span><span lang="en-US"><b> tujuh </b></span><span lang="en-ID">di atas kedua anak ini</span><span lang="en-US"> (baca: kakek buyut)</span><span lang="en-ID">.</span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Berdasarkan penafsiran ini dapat diambil faidah bahwa kes</span><span lang="en-US">ali</span><span lang="en-ID">han orang tua tidak hanya berpengaruh sebatas anak mereka langsung. Namun</span><span lang="en-US">,</span><span lang="en-ID"> dapat saja berpengaruh pada beberapa keturu</span><span lang="en-US">n</span><span lang="en-ID">an di bawahnya. </span><span lang="en-ID"><i>Allahu</i></span><span lang="en-US"><i>Ta’ala </i></span><span lang="en-ID"><i> a’lam.</i></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-US">Oleh karena itu, sebagai orang tua, </span><span lang="en-ID">perbaikilah makanan, minuman dan pakaian </span><span lang="en-US">kita se</span><span lang="en-ID">hingga </span><span lang="en-US">kita bisa </span><span lang="en-ID">menengadahkan kedua tangan untuk berdoa dengan tangan yang bersih dan jiwa yang suci. </span><span lang="en-US">Kita berharap bahwa </span><span lang="en-ID">Allah </span><span lang="en-US">Ta’ala akan </span><span lang="en-ID">mengabulkan doa untuk anak-anak</span><span lang="en-US"> kita</span><span lang="en-ID">, memperbaiki keadaan mereka dan memberikan keberkahan bagimu atas mereka. </span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Nabi </span><span lang="en-US"><i>s</i></span><span lang="en-ID"><i>h</i></span><span lang="en-US"><i>a</i></span><span lang="en-ID"><i>llallahu ‘alaihi wa </i></span><span lang="en-US"><i>s</i></span><span lang="en-ID"><i>allam </i></span><span lang="en-ID">pernah bersabda,</span></p>
<p class="western" dir="rtl" lang="en-ID" align="center"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">أيُّهَا النَّاسُ ، إنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إلاَّ طَيِّباً ، وإنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِينَ </span></span>. <span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">فقالَ تعالى </span></span>: { <span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً </span></span>} (<span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">المؤمنون </span></span>: 51) <span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">، وقال تعالى </span></span>: { <span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ </span></span>} (<span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">البقرة </span></span>: 172). <span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أشْعثَ أغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إلَى السَّمَاءِ </span></span>: <span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">يَا رَبِّ يَا رَبِّ ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، ومَلبسُهُ حرامٌ ، وَغُذِّيَ بالْحَرَامِ ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ؟</span></span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">b</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">aik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman dengan </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">sesuatu yang (juga) </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">Dia perintahkan </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">untuk </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">para r</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">a</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">sul. Allah Ta’ala</span></span> </em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"><em>berfirman</em>, </span></span></p>
<p dir="rtl" lang="en-ID" align="center"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً</span></span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">Wahai para R</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">a</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">sul</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">, </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang s</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">ali</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">h. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan</span></span></em><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">.</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">” (QS. Al Mukminun [23]: 51)</span></span></p>
<p lang="en-ID" align="justify">Allah <em>Ta’ala</em> juga befirman,</p>
<p dir="rtl" lang="en-ID" align="center"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span lang="ar-SA">يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ</span></span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">Wahai orang-orang yang beriman</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">, </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">makanlah makanan yang baik-baik </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">dari </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">apa yang </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Kami </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">berikan kepada kalian</span></span></em><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">.</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">” (QS. Al Baq</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">a</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">r</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">a</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">h [2]: 172)</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">Kemudian beliau menyebutkan ada seorang pria yang menjalani perjalanan panjang, </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">dengan </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">rambut kusut dan berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit, </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">‘Ya R</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">a</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">bbi, Yaa R</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">a</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">bbi</span></span> <span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">…</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">’</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"> Namun makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram, bajunya dari yang haram dan perutnya dikenyangkan dari yang haram</span></span> <span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>[2]</b></span></span></em><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID"><em>. Maka bagamaimana mungkin Allah kabulkan doanya?</em>”</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> (HR. Muslim no. 1015)</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Apakah layak bagi </span><span lang="en-US">kita, </span><span lang="en-ID">wahai ayah</span><span lang="en-US">,</span><span lang="en-ID"> mengangkat kedua tangan</span><span lang="en-US"> kita</span><span lang="en-ID">, berdoa kepada R</span><span lang="en-US">a</span><span lang="en-ID">bb</span><span lang="en-US"> kita</span><span lang="en-ID"> untuk kebaikan anak keturunan</span><span lang="en-US"> kita</span><span lang="en-ID">, padahal tangan</span><span lang="en-US"> kita</span><span lang="en-ID"> dikotori darah orang-orang yang tidak bersalah, </span><span lang="en-US">atau </span><span lang="en-ID">dikotori dengan kezh</span><span lang="en-US">a</span><span lang="en-ID">liman fisik maupun penipuan terhadap orang-orang yang tidak bersalah? Apakah layak </span><span lang="en-US">kita </span><span lang="en-ID">berdoa dengan bibir yang dikotori oleh makanan yang haram, kedustaan, namimah, ghibah, caci maki terhadap kehormatan orang lain atau bahkan yang lebih parah lisannya dikotori oleh kesyirikan?</span> <span lang="en-ID">Apakah </span><span lang="en-US">kita </span><span lang="en-ID">mengira doa </span><span lang="en-US">kita </span><span lang="en-ID">yang menggunakan pakaian yang diperoleh dari jalan yang haram dan perut yang dikenyangkan dari hal yang haram akan dikabulkan</span><span lang="en-US"> oleh Allah Ta’ala</span><span lang="en-ID">?</span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Wajib bagi </span><span lang="en-US">kita, </span><span lang="en-ID">wahai ayah dan bunda</span><span lang="en-US">, </span><span lang="en-ID">untuk berta</span><span lang="en-US">k</span><span lang="en-ID">wa kepada Allah </span><span lang="en-US">Ta’ala </span><span lang="en-ID">dengan beramal s</span><span lang="en-US">ali</span><span lang="en-ID">h agar Allah </span><span lang="en-US">Ta’ala </span><span lang="en-ID">mengabulkan doa </span><span lang="en-US">kita </span><span lang="en-ID">untuk anak-anak</span><span lang="en-US"> keturunan kita</span><span lang="en-ID">.</span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Kedua orang tua yang membaca Al Qur’an baik </span><span lang="en-ID"><i>Muaw</i></span><span lang="en-US"><i>w</i></span><span lang="en-ID"><i>idzatain</i></span><span lang="en-ID"> (</span><span lang="en-US">surat </span><span lang="en-ID">Al</span><span lang="en-US">–</span><span lang="en-ID">Falaq dan An</span><span lang="en-US">–</span><span lang="en-ID">N</span><span lang="en-US">a</span><span lang="en-ID">as) atau surat yang lainnya</span><span lang="en-US">,</span><span lang="en-ID"> maka malaikat akan turun dengan sebab bacaan Al Qur’an </span><span lang="en-US">kita </span><span lang="en-ID">dan s</span><span lang="en-US">etan</span><span lang="en-ID"> pun lari. Tidak ragu lagi </span><span lang="en-US">bahwa </span><span lang="en-ID">turunnya malaikat, ketenangan dan rahmat tentu </span><span lang="en-US">akan </span><span lang="en-ID">memberikan dampak positif pada anak-anak </span><span lang="en-US">kita </span><span lang="en-ID">dan keselamatan mereka.</span></p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span lang="en-ID">Namun jika </span><span lang="en-US">kita</span><span lang="en-ID"> meninggalkan</span><span lang="en-US"> atau </span><span lang="en-ID">enggan membaca Al Qur’an dan lalai dari dzikir, ketika itu pula s</span><span lang="en-US">eta</span><span lang="en-ID">n turun, menyerang dan menguas</span><span lang="en-US">a</span><span lang="en-ID">i rumah</span><span lang="en-US"> kita</span><span lang="en-ID">. Rumah yang kosong dari bacaan Al Qur’an, adanya penyanyi dan musik yang diperdengarkan, bergelantungan gambar makhluk yang diharamkan. Tentulah hal yang demikian itu memberikan dampak buruk nyata yang dapat menggerakkan mereka untuk bermaksiat dan menggiring mereka untuk berbuat kerusakan.</span></p>
<p lang="id-ID" align="justify">***</p>
<p lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">Disempurnakan menjelang </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">isya</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">, Rotterdam </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">12</span></span> <span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Shafar </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-ID">143</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">8</span></span></p>
<p lang="en-ID" align="justify"><b>Penulis: Aditya Budiman dan M. Saifudin Hakim</b></p>
<p lang="en-ID" align="justify">Artikel Muslimah.or.id</p>
<p lang="en-US" align="justify"><b>____</b></p>
<p class="sdfootnote-western" lang="id-ID"><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID"><b>[1]</b></span></span><b> </b><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Cetakan</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID"> Da</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">a</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID">r Th</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">a</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID">yyibah, Riyadh, KSA.</span></span></p>
<p class="sdfootnote-western" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID"><b>[2]</b></span></span> <span style="font-size: small;"><span lang="en-ID">Syaikh Muhammad bin Sh</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">a</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID">l</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">i</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID">h Al</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">–</span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID">‘Utsaimin </span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><i>ra</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID"><i>himahullah</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID"> menjelaskan bahwa haram yang dimaksud dalam hadits ini mencakup haram secara dzatnya dan cara mendapatkan/mencarinya. (Lihat </span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID"><i>Syarh Arba’in An</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><i>–</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID"><i>Nawawiyah</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><i>,</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="en-ID"> hal. 166). Contoh haram secara dzat adalah memakan babi sedangkan contoh haram cara mendapatkannya adalah mencari nafkah dengan bekerja di bank ribawi, korupsi dan lain sebagainya. </span></span></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 