
<p>Baca pembahasan sebelumnya <em><a href="https://muslim.or.id/36701-pembagian-tafsir-menurut-ibnu-abbas-radhiyallahu-anhu-2.html">Pembagian Tafsir Menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu (Bag. 2)</a></em></p>
<ol start="2">
<li>
<b>  Tafsir yang setiap orang (mukallaf</b><b>) harus mengetahuinya</b>
</li>
</ol>
<p>Hal ini mencakup tafsir tentang ayat-ayat perintah yang wajib maupun larangan yang haram, dasar-dasar akhlak dan dasar-dasar aqidah.</p>
<p>Contoh tafsir jenis ini adalah tafsir beberapa firman Allah Ta’ala berikut ini:</p>
<p style="text-align: center;"><b>فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ</b></p>
<p><i>“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah” </i>(Q.S. Muhammad: 19)<i>, </i>dan ayat-ayat tauhid yang semisal, baik terkait dengan perintah bertauhid maupun larangan berbuat syirik.</p>
<p style="text-align: center;"><b>وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ</b></p>
<p><i>“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat”</i> (Q.S. Al-Baqarah: 110).</p>
<p style="text-align: center;"><b>وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا </b></p>
<p><i>“Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” </i>(Q.S. Ali Imran: 97).</p>
<p style="text-align: center;"><b>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ </b></p>
<p><i>“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” </i>(Q.S. Al-Baqarah: 183).</p>
<p>Demikian pula ayat-ayat tentang perintah untuk jujur, amanah, dan larangan dari dusta, maka ayat-ayat seperti itu haruslah seorang mukallaf mengetahui maknanya, dan ia tidak boleh tidak tahu tentangnya.</p>
<p><b>Hukum mengetahui tafsir jenis ini</b></p>
<p>Hukum mengetahui tafsir jenis ini adalah wajib bagi seorang muslim untuk mempelajarinya.</p>
<ol>
<li>Musa’id Sulaiman Ath-Thayyar, dalam kitabnya <i>Fushulun fi Ushulit Tafsir, </i>mengatakan :</li>
</ol>
<p style="text-align: center;">هذه كلها داخلة ضمن الواجب الذي يجب على المسلم تعلمه من التفسير</p>
<p>“Semua (ayat yang dicontohkan dan yang semisalnya) masuk kedalam hukum wajib bagi seorang muslim untuk mempelajari tafsirnya.”</p>
<ol start="3">
<li><b> Tafsir yang diketahui oleh ulama</b></li>
</ol>
<p>Yang termasuk kedalam tafsir jenis ini adalah ayat-ayat yang <i>mutasyabihat </i>dan faedah serta hukum yang diambil darinya<i>. </i>Pada umumnya, masyarakat umum mengalamai kesamaran dalam memahami ayat-ayat yang semacam ini.</p>
<p><b>Hukum mengetahui tafsir jenis ini</b></p>
<ol>
<li>Musa’id Sulaiman Ath-Thayyar berkata dalam kitabnya <i>Fushulun fi Ushulit Tafsir</i>:</li>
</ol>
<p style="text-align: center;">حكمه: وهذا القسم من فروض الكفاية</p>
<p><i>“Hukumnya: Tafsir jenis ini termasuk fardhu kifayah”.</i></p>
<ol start="4">
<li><b> Tafsir yang hanya diketahui oleh Allah.</b></li>
</ol>
<p>Tafsir jenis ini hanya diketahui oleh Allah, maka barangsiapa yang mengklaim dirinya mengetahui tafsirnya, berarti dia dusta!</p>
<p>Tafsir jenis ini mencakup hakikat perkara yang ghaib dan waktu terjadinya, namun <b>tidak mencakup </b>makna lafazhnya, karena makna lafazh itu haruslah bisa diketahui dan dipahami oleh hamba Allah, mustahil Alquran yang merupakan petunjuk bagi manusia, namun tidak bisa dipahami makna lafazhnya.</p>
<p>Dan <b>tidak pernah didapatkan</b> Salafush Shalih menyatakan bahwa ada satu kata dalam Alquran yang seluruh manusia tidak tahu maknanya.</p>
<p><b>Hukum mengetahui tafsir jenis ini</b></p>
<ol>
<li>Musa’id Sulaiman Ath-Thayyar berkata dalam kitabnya <i>Fushulun fi Ushulit Tafsir</i>:</li>
</ol>
<p style="text-align: center;">حكمه: وهذا النوع غير واجب على أحد، بل من تجشم تفسيره فقد أثمَ وافترى على الله  وادعى علماً لا يعلمه إلا الله سبحانه</p>
<p>“Hukumnya: Tafsir jenis ini <b>tidak wajib bagi seorangpun,</b> bahkan barangsiapa yang memberat-beratkan diri untuk menafsirkannya, maka ia telah berdosa dan mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, serta mengklaim bahwa dirinya mengetahui ilmu yang hanya diketahui oleh Allah Subhanahu.”</p>
<p><b>Referensi:</b></p>
<p><i>Fushulun fi Ushulit Tafsir, </i>DR. Musa’id Sulaiman Ath-Thayyar.</p>
<p><b>(selesai)</b></p>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel<a href="http://muslim.or.id">: Muslim.or.id</a></p>
 