
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Dalil Kelima (Dalil Terakhir)</b></span></h4>
<h5>
<b></b> <b>Surat Yusuf : 106</b>
</h5>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah bahwa ia melihat seorang laki-laki. Di tangannya ada benang untuk mengobati dan menangkal sakit panas, maka dia putuskan benang itu seraya membaca firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">:</span></p>
<p style="text-align: right;"><b>وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ</b></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dan sebahagian besar dari mereka tidaklah beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan selain-Nya)” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Yusuf: 106).</span></p>
<p><b>Penjelasan:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Makna ayat ini adalah sebahagian besar dari orang-orang musyrik tidak beriman kepada Allah dalam hal </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">-Nya melainkan dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sembahan-sembahan selain-Nya dalam hal </span><i><span style="font-weight: 400;">Uluhiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, ciri khas orang-orang musyrik yang disebutkan dalam ayat ini adalah </span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Mereka beriman kepada Allah dalam hal </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span>
</li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Sayangnya, mereka menyekutukan Allah dengan sembahan-sembahan selain-Nya dalam hal Uluhiyyah.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Itulah yang dimaksud dalam ayat ini, bahwa tidaklah mereka beriman kecuali mereka berbuat syirik. Mereka beriman dalam satu hal, namun mereka berbuat syirik dalam hal yang lain, beriman tentang </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> Allah, namun syirik dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Uluhiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">-Nya dengan beribadah kepada selain-Nya. </span></p>
<p><b>Faedah ilmiyyah</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat ini, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">memberi penjelasan dalam rangka membantah kesyirikan kaum musyrikin dengan menyebutkan keimanan mereka dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">-Nya. Seharusnya mereka mengesakan Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Uluhiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">-Nya, dalam seluruh peribadatan yang mereka lakukan, karena mereka telah beriman kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam hal </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">-Nya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini mengingatkan kita kepada sebuah kaedah besar dalam Tauhid, yaitu:</span></p>
<p style="text-align: right;"><b>توحيدالربوبية مستلزم لتوحيد الألوهية</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Mengesakan Allah dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">-Nya mengharuskan mengesakan-Nya dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Uluhiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">-Nya”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siapa yang meyakini keesaan Allah dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">-Nya, yaitu meyakini bahwa Allah itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam menciptakan makhluk, mengaturnya, memberi rezeki, memberi manfaat, menimpakan keburukan, menghidupkan, mematikannya, dan lainnya yang menjadi kekhususan Allah, maka keyakinan tersebut mengharuskannya mempertuhankan-Nya dalam beribadah, mengesakan, dan mentauhidkan-Nya dalam segala bentuk peribadatan. Karena hanya Dzat yang mampu menciptakan makhluk, mengatur, memberi rezeki, dan melakukan kekhususan lainya dari makna-makna </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> itu sajalah yang pantas dan wajib disembah. Selain-Nya tidak boleh dan tidak pantas disembah.</span></p>
<p><b>Alasan pendalilan:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayat ini sesungguhnya adalah ayat yang terkait dengan syirik akbar yang dilakukan oleh orang-orang musyrik, namun penulis bawakan dalam bab tentang terlarangnya syirik kecil berupa memakai jimat. Hal ini menunjukkan bahwa ayat ini memang bisa menjadi dalil untuk mengingkari perbuatan memakai jimat. Demikian karena perbuatan memakai jimat mengandung unsur kesyirikan.</span></p>
<p><b>(Bersambung, in sya Allah).</b></p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 