
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Mohon penjelasan mengenai sabda Rasulullah dalam <em>Arba’in An-Nawawiyah</em>, hadis ke-29, yang berbunyi, “<em>… Semoga engkau kehilangan ibumu, wahai Mu’adz.</em>”<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Penggalan lafal hadis yang dimaksud ialah,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>قلت : يا نبي الله ، وإنا لمؤاخذون بما نتكلم به ؟ فقال : ثكلتك أمك ، وهل يكب الناس في النار على وجوههم _ أو قال على مناخرهم _ إلا حصائد ألسنتهم</strong></p>
<p>“…Aku (Mu’adz) berkata, ‘Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa lantaran ucapan yang kita lontarkan?’ Beliau menjawab, ‘Tsaqilatka ummuka, wahai Mu’adz! Bukankah menusia itu disungkurkan wajahnya – hidungnya (dalam riwayat yanng lain) – di neraka, selain karena ucapan lisannya (yang tidak ada nilai baiknya)…”</p>
<p>Tidak hanya “<em>tsaqilatka ummuka</em>” (sebuah lafal yang seolah-olah mengungkapkan doa kejelekan) yang terdapat dalam hadis. Masih ada kalimat lain, seperti: <em>qatalahullah, wailun laka</em>, dan <em>taribat yadaka</em> (asal makna taribat adalah “berpisah”).</p>
<p>Berkaitan dengan ini, Syekh Azhim Abadi, penulis <em>Syarah Sunan At-Tirmidzi</em>, mengatakan dalam penjelasan hadis no. 113, 1:128, “Bangsa Arab biasa memakainya tanpa memaksudkan ucapannya sesuai dengan hakikat (lafal tersebut). Mereka menyebutkan, ‘<em>Taribat yadaka</em>! (Celakalah dua tanganmu!),’ ‘<em>Qatahullah! Ma asyja’ahu</em>! (Semoga Allah memeranginya! Betapa beraninya dia!),’ ‘<em>Wa la umma lahu wa la aba lahu</em>! (Dia tidak mempunyai ibu, dan dia tidak mempunyai ayah!),’ ‘<em>Tsaqilatka ummuka</em>! (Celakalah ibumu!),’ ‘<em>Wailun ummuhu</em> (Kecelakaanlah untuk ibunya!),’ dan lain-lain. Mereka (bangsa Arab) mengatakannya saat mengingkari sesuatu, menjauhi sesuatu, bertekad untuk melakukan sesuatu, menganggap besar satu perkara, atau mengungkapkan anjuran dan kekaguman dengannya. <em>Wallahu a’lam</em>.” (Lihat <em>Syarah Muslim</em>, karya An-Nawawi, 3:221)</p>
<p><strong>Sumber: Majalah <em>As-Sunnah</em>, edisi 3, tahun IX, 1426 H/2005 M. Disertai penyuntingan bahasa oleh redaksi w<em>ww.KonsultasiSyariah.com</em>.</strong><br>
<strong>Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 