
<p style="text-align: center;"><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Semoga Allah Memberikan Kepada Kita <em>al-Husna</em> (Surga) dan Tambahannya (Memandang Wajah Allah Azza wa Jalla)</strong></p>
<p>Ketahuilah wahai hamba yang bertaubat, bahwa telah tiba saatnya bagimu untuk mendatangkan kebaikan sebagai ganti dari kejelekan amal yang telah engkau kerjakan. Yang demikian itu tidak akan datang kecuali dengan adonan yang dicampur dengan manisnya ilmu dan kepahitan sabar, sehingga engkau akan lurus di atas perkara yang baik ini. Dan waspadalah engkau jangan sampai meremehkan agama Allah <em>Jalla</em><em> wa ‘Ala</em> walaupun engkau harus menggenggam bara api. Hal itu tidaklah terjadi kecuali hanya sesaat sampai apa yang ada di kubur dibangkitkan dan apa yang ada di dada didapatkan serta orang-orang yang lalai akan mengetahui bahwa mereka telah berpaling dari jalan yang lurus, maka keadaan mereka seperti yang Allah sifatkan dalam firman-Nya:</p>
<p><strong>وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ</strong> <strong>﴿١٠﴾</strong> <strong>فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ</strong></p>
<p><em>“Dan mereka berkata, ‘Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni Neraka yang menyala-nyala. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni Neraka yang menyala-nyala.” </em>[Al-Mulk/67: 10-11]</p>
<p>Mahasuci Engkau Ya Allah dan dengan pujian-Mu, aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku beristighfar (memohon ampun) dan bertaubat kepada-Mu.</p>
<p>[Disalin dari buku<strong> <em>Luasnya</em></strong><strong><em> Ampunan Allah</em></strong>”  Terjemahan dari kitab <em>at-Taubah</em> <em>an-Nashuuh</em><em> fii Dhau-il Qur-aan al-Kariim wal Ahaa-diits ash-Shahiihah, </em> Ditulis oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali <em>hafizhahullaah</em>, Penerjemah Ruslan Nurhadi, Lc. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]</p>
 