
<p><em>Segala  puji penuh cinta dan pengagungan hanya milik Allah semata. Shalawat  serta salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada Rasulullah  shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan pengikut beliau yang  setia hingga akhir zaman. </em></p>
<p>Sahabat  Al Aghor bin Yasar Al Muzani Radhiallahu anhu meriwayatkan sebuah  hadots dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai berikut,</p>
<p style="text-align: center;">يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ فَإِنِّى أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَأَسْتَغْفِرُهُ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ</p>
<p>“<em>Wahai  manusia seluruhnya bertaubat dan mohon ampunlah kepada Allah. karena  sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah sebanyak seratus kali  dalam sehari</em>” (HR Ahmad no 18319. Syaikh Al Arnauth berkata tentang  hadits ini: sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).  <!--more-->  </p>
<p><strong>Penjelasan ringkas hadits: </strong></p>
<p>Istighfar maknanya adalah memohon ampunan yaitu pengampunan dari dosa  dan menggantinya. Pengampunan Allah terhadap dosa yang dilakukan seorang  hamba ada 2 macam</p>
<p>1. Penghapusan  Dosa. Allah ta’ala hanya menghapus dosa-dosa yang telah lalu dilakukan  oleh seorang hamba, sehingga seolah-olah hamba tersebut tidak pernah  melakukan perbuatan berdosa. Dalilnya adalah sabda Rasulullah  shallallahu alaihi wa salam: ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan  baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapus keburukan yang telal  lalu (HR Tirmidzi no 1988, beliau berkata hadits ini Hasan Shahih)</p>
<p>2. Penggantian  Dosa. Pada pengampunan dosa jenis ini, Allah ta’ala tidak sebatas  menghapus dosa yang telah lalu dilakukan seorang hamba. Akan tetapi  Allah juga mengganti dosa yang telah diperbuat dengan kebaikan. Allah  ta’ala berfirman: mereka yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih maka  akan Allah ganti keburukan merea dengan kebaikan (Al Furqon . 70)</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Faidah Hadits:</strong></span></p>
<p>Hadits ini memberikan banyak faidah dan manfaat kepada kita semua, di antaranya:</p>
<p>1. Wajib  bagi setiap orang untuk segera bertaubat dari segala jenis dosa yang  telah dilakukan karena dalam hadits ini Rasulullah shallallahu alaihi  wa sallam memerintahkan kepada kaum seluruh manusia untuk bertaubat.  Sebagaimana telah maklum bahwa hukum asal perintah dari Allah dan  Rasul-Nya adalah wajib dikerjakan. Hadis ini tidak membatasi perintah  bertaubat dan beristighfar hanya bagi kaum muslimin. Akan tetapi bagi  seluruh manusia wajib untuk bertaubat dari segala dosa yang telah  dikerjakan, baik muslim maupun non muslim, baik orang arab maupun non  arab.</p>
<p>2. Ikhlas  dalam taubat adalah syarat sah diterimanya taubat seseorang di sisi  Allah ta’ala. Maka barangsiapa yang meninggalkan sebuah dosa karena  selain Allah, semisal seseorang berhenti membuka aurat agar lelaki yang  dia cintai  mau menikahinya maka taubatnya tidak sah, dan para  ulama sepakat tentangnya.</p>
<p>3. Hadits ini juga mengajarkan kepada kita agar bersegera dalam taubat dan memperbanyak istighfar.</p>
<p>4. Hadits  ini menunjukkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Allah mengampuni seluruh  dosa bahkan dosa syirik sekalipun selama pelakunya bertaubat dengan  taubat yang sebenar-benarnya dan dilakukan sebelum ajal menjemput. Allah  ta’ala berfirman (yang artinya), “<em>Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas  terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat  Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya  Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang</em>” (QS. Az Zummar: 53)</p>
<p>Sekian  apa yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi penulis pribadi  dan kaum muslimin seluruhnya. Segala bentuk kesalahan dalam tulisan ini  berasal dari diri saya pribadi, adapun kebenaran mutlak berasal dari  Allah. Alhamdulillah aladzi bi ni’matihi tatimush shalihaat.</p>
<p>Markas MER-C. 2.00 dini hari 9 Dzuhidjah 1431 H <strong><a href="http://rahmatap.blogspot.com/2010/11/perbanyaklah-istighfar-dan-segeralah.html">Rahmat Ariza Putra</a></strong></p>
<p> Tulisan  ini diringkas dan diterjemahkan dari kitab Bahjatun Nadzhirin Syarah  Riyadus Shalihin karya Syaikh Salim bin Ied Al Hilaly Hafidzhahullahu</p>
<p>Editor: M. A. Tuasikal</p>
<p>Artikel <a href="../../undefined/">www.remajaislam.com</a></p>
 