
<h2><strong>Perbedaan Antara Sunni dan Syiah</strong></h2>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Salah satu pertanyaan yang sering kita dengar dari beberapa masyarakat awam <a title="tentang syiah" href="https://konsultasisyariah.com/perbedaan-antara-sunni-dan-syiah-must-read" target="_blank"><strong>tentang syiah</strong></a>, sebenarnya apa yang berbedaan mendasar antara syiah dengan sunni? Sampai membuat mereka tidak bisa disatukan. Bukankah agama mereka satu, sama-sama islam?</p>
<p>Berikut akan kita paparkan secara ringkas <a title="perbedaan antara syiah dengan ajaran islam" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank"><strong>perbedaan antara syiah dengan ajaran islam</strong></a>. Bukan lagi perbadaan syiah dengan sunni, tapi perbedaan syiah dengan islam. Sehingga pembaca bisa menilai, apakah dengan perbedaan semacam ini, syiah masih bisa dianggap bagian dari islam ataukah tidak.</p>
<h3><strong>Pertama, perbedaan dalam rukun islam</strong></h3>
<p><strong>1. Rukun Islam dalam Islam ada 5:</strong></p>
<p>Dua Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji.</p>
<p>Dari Ibnu Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ</p>
<p><em>”Islam dibangun di atas 5 rukun: Syahadat laa ilaaha illallah dan bahwa Muhamamd utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berangkat haji, dan puasa ramadhan.”</em> (HR. Bukhari 8 &amp; Muslim 16).</p>
<p><strong>2. Rukun Islam dalam Syi’ah juga ada 5:</strong></p>
<p>Sholat, Puasa, Zakat, Haji, dan Wilayah.</p>
<p>Yang dimaksud rukun <strong>Wilayah</strong> adalah bahwa penentuan imam atau khalifah, itu murni ditunjuk oleh Allah (manshab ilahi), sebagaimana nubuwah (kenabian). Karena itu, dalam syiah, imam atau khalifah, tidak bisa ditetapkan berdasarkan kesepakatan atau pemilihan.</p>
<p>Dalam Ushul al-Kafi – salah satu rujukan utama dalam syiah – dinyatakan,</p>
<p class="arab">عن أبي جعفر (عليه السلام) قال: بني الاسلام على خمس: على الصلاة والزكاة والصوم والحج والولاية ولم يناد بشئ كما نودي بالولاية، فأخذ الناس بأربع وتركوا هذه – يعني الولاية –</p>
<p>Dari Abu Ja’far – alaihis salam – dia mengatakan, Islam dibangun di atas 5 rukun: shalat, zakat, puasa, haji, dan wilayah. Beliau menyerukan paling keras untuk rukun wilayah. Namun manusia hanya mengambil 4 rukun pertama, dan meninggalkan ini (yaitu rukun wilayah).</p>
<p>Dalam riwayat lain, terdapat tambahan,</p>
<p class="arab">قال زرارة: فقلت: وأي شئ من ذلك أفضل؟ فقال: الولاية أفضل، لأنها مفتاحهن والوالي هو الدليل عليهن</p>
<p>Zurarah bertanya kepada Abu Ja’far, “Mana rukun islam yang paling afdhal? Abu Ja’far menjawab, “Walayah paling afdhal. Karena ini kunci semuanya, dan Wali adalah petunjuk untuk yang lainnya.” [Ushul al-Kafi, al-Kulaini, 2/18].</p>
<p>Dengan demikian, dalam syiah, syahadat bukan termasuk rukun islam versi syiah.</p>
<h3><strong>Kedua, Perbedaan dalam rukun Iman</strong></h3>
<p><strong>1. Islam mengajarkan rukun iman ada 6:</strong></p>
<p>Iman Kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab-Kitab, Iman Kepada Para Rasul, Iman Kepada hari qiamat, dan Iman Kepada Qadha Qadar.</p>
<p>Dari Umar bin Khatab <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjelaskan tentang iman,</p>
<p class="arab">الْإِيمَانِ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ</p>
<p><em>Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman terhadap takdir yang baik maupun yang buruk. (</em>HR. Bukhari 50, Muslim 8, Nasai 4990, dan yang lainnya).</p>
<p><strong>2. Rukun Iman dalam Syi’ah ada 5:</strong></p>
<p>Tauhid, Nubuwah (Kenabian), Imamah, Keadilan, dan al-Ma’ad (Qiamat).</p>
<p>Tokoh Syiah, Syaikh al-Muntadzari mengatakan,</p>
<p class="arab">أصول الدين خمسة: التوحيد والعدل والنبوة والإمامة والمعاد</p>
<p>”Ushuluddin (prinsip iman) ada lima: tauhid, keadilan, nubuwah (kenabian), imamah, dan al-Ma’ad (qiyamat).” (Minal Mabda’ ila al-Ma’ad, al-Muntadzari, 181).</p>
<p>Hal yang sama juga ditegaskan oleh al-Huly, dalam bukunya, an-Nafi’ yauma al-Hasyr,</p>
<p class="arab">وأصول الدين خمسة التوحيد والعدل والنبوة والإمامة والمعاد</p>
<p>”Ushuluddin (prinsip iman) ada lima: tauhid, keadilan, nubuwah (kenabian), imamah, dan al-Ma’ad (qiyamat).” (an-Nafi’ yauma al-Hasyr, al-Huly, 13).</p>
<p>Prinsip ini dipegang kukuh oleh seluruh syiah, hingga sekarang. Anda bisa perhatikan cuplikan ceramah mereka di:</p>
<p style="text-align: center;"><iframe src="//www.youtube.com/embed/1JbuosuS4SM?rel=0" height="281" width="500" allowfullscreen="" frameborder="0"></iframe></p>
<p><strong>Ditulis oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pengasuh <a title="konsultasi agama islam, keluarga dan rubrik kesehatan" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
 