
<h2><strong>Peringatan Isra’ Mi’raj</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu alaikum..</em></p>
<p><em>Sebentar lagi ada peringatan Isra Mi’raj. Ada yg mengatakan bahwa <a title="isra' mi’raj" href="https://konsultasisyariah.com/peringatan-isra-mi%E2%80%99raj" target="_blank">Isra’ Mi’raj</a> tidak terjadi di bulan Rajab, apakah ini benar? Lantas, bagaimana hukum peringatan Isra Mi’raj?</em><br>
<em> Trims..</em></p>
<p><em>Tri Jogja (triXXXX@XXXXX.com )</em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa alaikumus salam wa rahmatullah.</em></p>
<p>Tanggal 27 Rajab menjadi satu agenda penting bagi kaum muslimin. Mereka meyakini bahwa pada tanggal itu terjadi peristiwa <em>Isra’ </em>dan <em>Mi’raj</em>. Padahal para ulama berselisih pendapat tentang tanggal terjadinya <em>Isra’</em>dan <em>Mi’ra</em>j. Disebutkan oleh Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri, ada sekitar 6 pendapat ulama, terkait dengan penentuan waktu kejadian <em>Isra’</em> dan<em> Mi’raj</em>.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> <em>Isra’</em> dan <em>Mi’raj</em> terjadi di tahun pertama ketika beliau diangkat sebagai Nabi. Ini adalah pendapat At-Thabari.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> <em>Isra’</em> dan<em> Mi’ra</em>j terjadi lima tahun setelah beliau diutus sebagai Nabi. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Imam An-Nawawi dan Al-Qurthubi.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> <em>Isra’ Mi’raj</em> terjadi di malam 27 Rajab, tahun 10 setelah kenabian (sepuluh tahun setelah beliau diutus menjadi Nabi). Ini pendapat Al-Manshurfuri.</p>
<p><strong>Keempat,</strong> peristiwa <em>Isra’</em> terjadi 16 bulan sebelum beliau hijrah ke Madinah, tepatnya di bulan Ramadhan tahun 12 setelah kenabian.</p>
<p><strong>Kelima,</strong> peristiwa ini terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, atau tepatnya di bulan Muharram tahun 13 setelah kenabian.</p>
<p><strong>Keenam,</strong> <em>Isra’ Mi’raj</em> terjadi satu tahun sebelum beliau hijrah ke Madinah, tepatnya di bulan Rabi’ul Awal tahun 13 setelah kenabian.</p>
<p>Dari enam pendapat di atas, 3 pendapat pertama tertolak dan bertentangan dengan realita sejarah lainnya. (Lihat <em>Ar-Rahiqum Makhtum</em>, hal. 85)</p>
<p><strong>Bagaimana analisisnya?</strong></p>
<p>Sebelumnya kami tegaskan –barangkali ada sebagian kaum muslimin yang belum paham–, urutan bulan hijriyah: …Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, <em>dst</em>.</p>
<p>Kemudian, sebagaimana yang kita ketahui, sekembalinya Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dari Isra’ Mi’raj, beliau membawa syariah shalat lima waktu. Sementara para ahli sejarah menegaskan bahwa Khadijah meninggal di bulan Ramadhan tahun kesepuluh setelah kenabian. Ini sebagaimana yang ditegaskan Ibnul Jauzi (<em>Talqih Fuhum Ahlil Atsar</em>, hal. 7). Padahal sampai Khadijah meninggal belum ada kewajiban shalat lima waktu.</p>
<p>Jika dua peristiwa ini, yaitu Isra’ Mi’raj dan wafatnya Khadijah terjadi dalam tahun yang sama, tahun sepuluh setelah kenabian, tentunya di bulan kematian Khadijah <em>radhiallahu ‘anha</em>, kewajiban shalat sudah ada. Karena urutan bulan Rajab jatuh sebelum ramadhan.</p>
<p>Adapun tiga pendapat terakhir, Al-Mubarakfuri memberi komentar, “Untuk tiga pendapat sisanya, saya belum mendapatkan keterangan yang menguatkan salah satu pendapat tersebut. Hanya saja, konteks surat Al-Isra’ menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi di waktu-waktu terakhir di Mekah.”</p>
<h3><strong>Ulama Sepakat Peringatan <em>Isra’ Mi’raj</em> adalah <em>Bid’a</em>h</strong></h3>
<p>Para ulama sepakat bahwa peringatan <em>Isra’ Mi’raj</em> adalah acara <em>bid’ah</em>. Ibnul Qayim menukil keterangan Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, yang mengatakan, “Tidak diketahui dari seorang-pun kaum muslimin, yang menjadikan malam <em>Isra’ Mi’raj</em> lebih utama dibandingkan malam yang lainnya. Lebih-lebih menganggap bahwa malam <em>Isra’</em> lebih mullia dibandingkan <em>lailatul qadar</em>. Tidak seorangpun sahabat, maupun <em>tabi’in</em> yang mengkhususkan malam <em>Isra’</em> dengan kegiatan tertentu, dan mereka juga tidak memperingati malam ini. Karena itu, tidak diketahui secara pasti, kapan tanggal kejadian <em>Isra’ Mi’raj</em>.” (<em>Zadul Ma’ad</em>, 1/58 /59).</p>
<p>Ibnu Nuhas mengatakan, “Memperingati malam <em>Isra’ Mi’raj</em> adalah <em>bid’ah</em> yang besar dalam urusan agama. Termasuk perkara baru yang dibuat-buat teman-teman setan.” (<em>Tanbihul Ghafili</em>n, hal. 379 – 380. Dinukil dari <em>Al Bida’ Al Hauliya</em>h, hal. 138)</p>
<p><em>Allahu a’lam</em>.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).<br>
Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 