
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam <a href="https://muslim.or.id/29723-cara-dahsyat-meningkatkan-keimanan-1.html">masalah keimanan</a>, yang dipahami secara luas oleh kaum muslimin adalah rukun iman yang enam. Hal ini dipahami dari salah satu hadits yang terkenal, yang disebut dengan hadits Jibril. Yaitu, ketika Jibril </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihis salaam </span></i><span style="font-weight: 400;">mendatangi Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam wujud manusia, untuk bertanya dalam rangka mengajarkan apa itu Islam, iman dan ihsan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika Jibril </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihis salaam </span></i><span style="font-weight: 400;">bertanya, </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kabarkanlah kepadaku, apa itu iman?” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">menjawab</span><i><span style="font-weight: 400;">,</span></i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Engkau beriman kepada (1) Allah, (2) malaikat-Nya, (3) kitab-kitabNya, (4) para Rasul-Nya, (5) hari akhir, dan beriman kepada (6) takdir, baik takdir yang baik maupun takdir yang buruk.” </span><b>(HR. Muslim no. 8)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/24635-adzab-kubur-apakah-berlangsung-terus-menerus-sampai-hari-kiamat.html" data-darkreader-inline-color="">Adzab Kubur, Apakah Berlangsung Terus-Menerus Sampai Hari Kiamat?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun perlu diketahui, bahwa sebagian ulama menyebut rukun iman dengan </span><b>rukun yang lima </b><b><i>(al-ushuul al-khamsah </i></b><b>atau </b><b><i>al-ushuul al-iman al-khamsah).</i></b> <span style="font-weight: 400;">Artinya, sebagian ulama </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahumullahu Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">memahami rukun iman itu lima, bukan enam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara yang memiliki pemahaman demikian adalah Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullahu Ta’ala. </span></i><span style="font-weight: 400;">Misalnya, di perkataan beliau ketika menyebutkan ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullahu Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَهُوَ انواع النَّوْع الاول علم اصول الايمان الْخَمْسَة الايمان بِاللَّه وَمَلَائِكَته وَكتبه وَرُسُله وَالْيَوْم الاخر فَإِن من لم يُؤمن بِهَذِهِ الْخَمْسَة لم يدْخل فِي بَاب الايمان ولايستحق اسْم الْمُؤمن</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ada beberapa jenis ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim. Jenis pertama adalah ilmu tentang </span><b>rukun iman yang lima</b><span style="font-weight: 400;">, yaitu (1) iman kepada Allah, (2) malaikat-Nya, (3) kitab, (4) para Rasul, dan (5) iman kepada hari akhir. Karena siapa saja yang tidak beriman dengan lima perkara ini, dia belum masuk ke dalam pintu keimanan, dan tidak berhak mendapatkan status mukmin.” </span><b>(</b><b><i>Miftaah Daaris Sa’aadah, </i></b><b>1: 156)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pula ketika beliau membahas tentang iman kepada malaikat, beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullahu Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ولهذا كان الإيمان بالملائكة عليهم السلام أحد الأصول الخمس التى هى أركان الإيمان، وهى الأيمان بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الآخر</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Oleh karena itu, iman kepada malaikat </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihimus salaam </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah </span><b>salah satu dari lima pokok</b><span style="font-weight: 400;"> yang disebut dengan istilah </span><b>“rukun iman”</b><span style="font-weight: 400;">, yaitu (1) iman kepada Allah, (2) malaikat-Nya, (3) kitab, (4) para Rasul, dan (5) iman kepada hari akhir.” </span><b>(</b><b><i>Ighaatstaul Lahafaan, </i></b><b>2: 131)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/24567-apakah-malaikat-israfil-bertugas-meniup-sangkakala-pada-hari-kiamat-2.html" data-darkreader-inline-color="">Apakah Malaikat Israfil Bertugas Meniup Sangkakala pada Hari Kiamat?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ulama lainnya yang memiliki pemahaman demikian adalah Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullahu Ta’ala, </span></i><span style="font-weight: 400;">pensyarah kitab matan ‘aqidah yang terkenal, yaitu </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-‘Aqiidah Ath-Thahawiyyah. </span></i><span style="font-weight: 400;">Ketika beliau membahas perbedaan istilah iman dan Islam, beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullahu Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَفَسَّرَ الْإِسْلَامَ بِالْأَعْمَالِ الظَّاهِرَة، وَالْإِيمَانَ بِالْإِيمَانِ بِالْأُصُولِ الْخَمْسَة</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">menafsirkan Islam dengan amal-amal lahiriyah, dan (menafsirkan) iman dengan </span><b>keimanan terhadap pokok yang lima.”</b> <b>(</b><b><i>Tahdzhiib Syarh Ath-Thahawiyyah, </i></b><b>hal. 145)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perkataan-perkataan beliau bisa jadi membingungkan sebagian orang, mengapa sebagian ulama menyebut rukun iman hanya lima, bukan enam? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari rincian yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullahu Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">di atas, kita pahami bahwa keimanan terhadap takdir tidak disebutkan dalam poin tersendiri. Karena beliau hanya menyebut: (1) iman kepada Allah, (2) malaikat-Nya, (3) kitab, (4) para Rasul, dan (5) iman kepada hari akhir; tanpa menyebut iman terhadap takdir.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini karena menurut beliau dan juga para ulama yang memiliki pemahaman semisal dengan beliau, </span><b>keimanan terhadap takdir itu termasuk dalam bagian iman kepada Allah Ta’ala.</b><span style="font-weight: 400;"> Termasuk dalam iman kepada Allah adalah iman terhadap perbuatan-perbuatan Allah Ta’ala. Sedangkan di antara perbuatan Allah Ta’ala adalah menetapkan takdir untuk segala sesuatu.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/22475-tanda-kiamat-banyak-orang-menginginkan-mati.html" data-darkreader-inline-color="">Tanda Kiamat: Banyak Orang Menginginkan Mati</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penjelasan lainnya adalah bahwa lima hal inilah yang disebutkan dalam satu rangkaian ayat dalam Al-Qur’an. Misalnya, Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada (1) Allah, (2) malaikat-malaikat-Nya, (3) kitab-kitab-Nya, (4) rasul-rasul-Nya, dan (5) hari akhir, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” </span><b>(QS. An-Nisa’ [4]: 136)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat di atas, Allah <em>Ta’ala</em> menyebut lima saja, tanpa menyebut takdir. Sedangkan Allah <em>Ta’ala</em> tidak pernah menyebut enam rukun iman sekaligus (ditambah iman terhadap takdir) dalam satu rangkaian ayat Al-Qur’an. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, kita tidak perlu merasa bingung dengan perbedaan istilah semacam ini. Hal ini karena istilah “rukun iman” adalah istilah yang ditetapkan oleh para ulama, bukan istilah baku yang berasal dari syariat. Sehingga perbedaan semacam ini tidak menjadi masalah, karena hakikatnya sama. Karena para ulama yang mengatakan rukun iman itu lima, mereka memasukkan keimanan terhadap takdir dalam bagian iman kepada Allah <em>Ta’ala,</em> dan tidak dikeluarkan dalam satu poin tersendiri. Hal ini sebagaimana pembagian tauhid, sebagian ulama membagi menjadi tiga, sebagian membagi menjadi dua. Dan jika dilihat, dua pembagian tauhid ini hakikatnya sama saja. </span><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu Ta’ala a’lam.</span></i></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/36243-benarkah-raqib-dan-atid-nama-malaikat.html" data-darkreader-inline-color="">Benarkah Raqib dan ‘Atid Nama Malaikat?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/27579-benarkah-malaikat-bergelantungan-di-jenggot.html" data-darkreader-inline-color="">Benarkah Malaikat Bergelantungan Di Jenggot?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">***</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Lendah, 4 Dzulqa’dah 1440/7 Juli 2019</span></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
 