
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/UtenegcQ9nY?rel=0&amp;controls=0&amp;showinfo=0" width="640" height="360" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe><br>
<!--more--></p>
<h2><strong>Salaman Setelah Shalat</strong></h2>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Anda bisa perhatikan, orang yang melakukan salaman setelah shalat, akan sangat mengganggu. Padahal setelah shalat adalah kesempatan jamaah untuk berdzikir.</p>
<p>Yang benar, salaman yang diajarkan dalam islam, adalah ketika sesama muslim bertemu.</p>
<p>Dari al-Barra’ bin Azib <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا</p>
<p><em>Apabila ada 2 muslim yang saling bertemu, lalu mereka bersalaman, maka dosa-dosanya akan diampuni, sebelum mereka berpisah</em>. (HR. Abu Daud 5214, Turmudzi 2946, Ahmad 18547 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).</p>
<p>Yang seharusnya dilakukan seorang muslim setelah shalat adalah berdzikir, membaca istighfar. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Tsauban <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا وَقَالَ « اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ »</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> seusai mengerjakan shalat, beliau terbiasa membaca istighfar 3 kali, lalu membaca:</p>
<p class="arab">اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ</p>
<p><em>Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta dzal jalali wal ikram…</em> (HR. Muslim 1362)</p>
<p>Ketika al-Auza’i ditanya, bagaimana cara beristighfar?</p>
<p>Beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ</p>
<p>“Cukup kamu mengucapkan: Astaghfirullah… Astaghfirullah…”</p>
<p>Kemudian yang perlu kita perhatikan, cara berdzikir yang disyariatkan Allah adalah dzikir dengan ikhlas dengan suara yang pelan, dak tidak dikeraskan.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ</p>
<p>sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS. al-A’raf: 205).</p>
<p>Kemudian sujud yang disyariatkan dalam islam hanya ada 4:</p>
<p>[1] Sujud ketika shalat</p>
<p>[2] Sujud ketika kita lupa dalam shalat, yang disebut sujud sahwi</p>
<p>[3] Sujud ketika kita membaca ayat sajdah, yang disebut sujud tilawah, dan</p>
<p>[4] Sujud ketika kita merasa mendapat nikmat yang besar, itulah sujud Syukur</p>
<p>Dan tidak ada istilah sujud kelima, sujud pamitan masjid.</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content --> 