
<h2>Tata Cara Shalat Wanita</h2>
<p><em>Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu</em>. Ustadz, mohon penjelasan apakah ada perbedaan tata cara <strong>shalat</strong> yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah s<em>allallahu ‘alaihi wa sallam </em>yang diajarkan antara pria dan wanita terutama cara posisi berdiri, takbiratul ihram, bersedekap, ruku, dan sujud<em> ? Jazakallahu Khair</em></p>
<p><em>Muhammad Nawir </em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh</em></p>
<p><strong>Pertama</strong>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">صلُّوا كما رأيتموني أصلّي</p>
<p><em>“Shalatlah kalian, sebagaimana kalian melihatku salat”</em> (HR. Bukhari).</p>
<p>Hadis ini menjadi dalil bahwa salatnya wanita sama dengan salatnya laki-laki. Karena Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> perintahkan agar umatnya mengikuti tata cara salatnya, tanpa memberikan pengecualian. Imam Ibrahim An-Nakhai -seorang tabiin- mengatakan,</p>
<p class="arab">تفعل المرأة في الصلاة كما يفعل الرجل</p>
<p><em>“Seorang wanita mengerjakan shalat sebagaimana yang dilakukan oleh laki-laki”</em> (HR. Bukhari secara <em>muallaq</em> dan disebutkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanadnya dalam Al-Mushannaf).</p>
<p><strong>Kedua</strong>, terdapat sebuah hadis yang menganjurkan wanita untuk menggabungkan kedua tangannya ketika sujud, tidak sebagaimana laki-laki. Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab <em>Al-Marasil</em>, dari Yazid bin Abi Habib. Karena hadis ini adalah hadis mursal, maka tidak bisa dijadikan sebagai dalil. Sebagaimana keterangan dalam <em>Silsilah ad-Dhaifah</em>.<br>
Sementara riwayat dalam <em>Masail</em> Imam Ahmad, dari Ibnu Umar, bahwa Ibnu Umar memerintahkan para istrinya untuk duduk bersila ketika <strong>salat</strong> adalah riwayat yang sanadnya tidak sahih, karena dalam sandanya terdapat Abdullah Al-Waqidi, dia perawi yang dhaif.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanad yang sahih dalam kitab <em>At-Tarikh as-Shaghir</em>, dari Ummu Darda,</p>
<p class="arab">أنها كانت تجلس في صلاتها جلسة الرجل ، وكانت فقيهة</p>
<p><em>“Ummu Darda duduk ketika shalat sebagaimana duduknya lelaki. Padahal ia adalah seorang ulama wanita”</em></p>
<p>Demikian penjelasan dalam kitab <em>Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></p>
<p>Semua keterangan di atas, memberikan kesimpulan bahwa tata cara shalatnya wanita sama dengan tata cara shalat laki-laki.<br>
<em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a rel="nofollow" href="https://konsultasisyariah.com">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br>
<strong> Artikel <a rel="nofollow" href="https://konsultasisyariah.com">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>Artikel terkait tentang salat:</p>
<p>1. <a href="https://konsultasisyariah.com/memejamkan-mata-saat-shalat" target="_blank">Video Hukum Memejamkan Mata Salat</a>.</p>
<p>2. <a href="https://konsultasisyariah.com/shalat-di-atas-kasur" target="_blank">Salat Di Atas Kasur</a>.</p>
<p>3. <a href="https://konsultasisyariah.com/suami-malas-shalat" target="_blank">Suami Malas Salat</a>.</p>
<p> </p>
 