
<p>Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi</p>
<p>Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sampai-sampai cara  berpakaian pun dibimbing oleh Alloh Dzat yang paling mengetahui apa  yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi sesuatu yang kita sukai, baik  itu berupa model pakaian atau perhiasan pada hakikatnya justru jelek  menurut Alloh. Alloh berfirman, <em>“Boleh jadi kamu membenci sesuatu  padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu  padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Alloh lah yang Maha mengetahui  sedangkan kamu tidak mengetahui.”</em> (Al Baqoroh: 216)<em>.</em> Oleh karenanya marilah kita ikuti bimbingan-Nya dalam segala perkara termasuk mengenai cara berpakaian.</p>
<p><!--more--> <strong>Perintah dari Atas Langit</strong></p>
<p>Alloh Ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimah untuk berjilbab sesuai syari’at. Alloh berfirman, <em>“Wahai  Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta  para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka  ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal  dan tidak diganggu orang. Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang.”</em>  (Al Ahzab: 59)</p>
<p><strong>Ketentuan Jilbab Menurut Syari’at</strong></p>
<p>Berikut ini beberapa ketentuan jilbab syar’i ketika seorang muslimah  berada di luar rumah atau berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahrom <em>(<strong>bukan ‘muhrim’</strong>, karena muhrim berarti orang yang berihrom)</em> yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shohihah dengan contoh  penyimpangannya, semoga Alloh memudahkan kita untuk memahami kebenaran  dan mengamalkannya serta memudahkan kita untuk meninggalkan busana yang  melanggar ketentuan Robbul ‘alamiin.</p>
<p><strong>Pertama</strong></p>
<p>Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab: 59 dan An Nuur: 31)<em>.</em> Selain keduanya seperti leher dan lain-lain, maka tidak boleh  ditampakkan walaupun cuma sebesar uang logam, apalagi malah  buka-bukaan. Bahkan sebagian ulama mewajibkan untuk ditutupi seluruhnya  tanpa kecuali-red.</p>
<p><strong>Kedua</strong></p>
<p>Bukan busana perhiasan yang justru menarik perhatian seperti yang  banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau  disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai  politik!!!; ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan diantara sesama  muslimin. Sadarlah wahai kaum muslimin…</p>
<p><strong>Ketiga</strong></p>
<p>Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang  mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan. Cermatilah,  dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat  yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan  bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.</p>
<p><strong>Keempat</strong></p>
<p>Tidak diberi wangi-wangian atau parfum karena dapat memancing syahwat  lelaki yang mencium keharumannya. Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>  bersabda, <em>“Jika salah seorang wanita diantara kalian hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali dia memakai wewangian.”</em> (HR. Muslim). Kalau pergi ke masjid saja dilarang memakai wewangian lalu bagaimana  lagi para wanita yang pergi ke kampus-kampus, ke pasar-pasar bahkan  berdesak-desakkan dalam bis kota dengan parfum yang menusuk hidung?! <em>Wallohul musta’an.</em></p>
<p><strong>Kelima</strong></p>
<p>Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos  oblong dan semacamnya. Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai  perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori)</p>
<p><strong>Keenam</strong></p>
<p>Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Nabi senantiasa  memerintahkan kita untuk menyelisihi mereka diantaranya dalam masalah  pakaian yang menjadi ciri mereka.</p>
<p><strong>Ketujuh</strong></p>
<p>Bukan untuk mencari popularitas. Untuk apa kalian mencari popularitas  wahai saudariku? Apakah kalian ingin terjerumus ke dalam neraka hanya  demi popularitas semu. Lihatlah isteri Nabi yang cantik Ibunda ‘Aisyah  <em>rodhiyallohu ‘anha</em> yang dengan patuh menutup dirinya dengan jilbab  syar’i, bukankah kecerdasannya amat masyhur di kalangan ummat ini? <em>Wallohul muwaffiq.</em></p>
<p>(Disarikan oleh Abu Mushlih dari <em>Jilbab Wanita Muslimah</em> karya Syaikh Al Albani)</p>
<p>***</p>
<p>Artikel www.muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 