
<h4><span lang="en-US" style="color: #ff0000;"><b>1. Lelaki yang berani meninggalkan shalat</b></span></h4>
<p><span lang="en-US">Orang yang berani meninggalkan shalat, berarti telah berani mengkhianati Allah, apalagi amanah manusia. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, </span>“<span lang="en-US"><em>Perjanjian kami dengan mereka adalah shalat. Orang yang meninggalkannya, berarti dia telah kafir</em>.” (HR. At-Tirmidzi)</span><a class="sdfootnoteanc" href="#sdfootnote1sym" name="sdfootnote1anc"><sup>1</sup></a></p>
<p><span lang="en-US">Bagaimana engkau dapat mempercayai suami yang tidak memenuhi syarat pertama yang diterapkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “<em>Jika datang kepadamu orang yang kau sukai agamanya…</em>”, padahal shalat adalah pilar agama.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>2. Lelaki yang gemar melakukan dosa besar</b></span></span></h4>
<p><span lang="en-US">Misalnya, mabuk, berzina dan berjudi. Hidup bersama suami seperti ini sama dengan hidup di dalam neraka. Semoga mereka bertaubat kepada Allah, agar Dia mengampuni mereka.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>3. Dayyuts</b></span></span></h4>
<p><span lang="en-US">Dayyuts adalah lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu kepada istri, dan membiarkan anak-istrinya terjerumus dalam maksiat. Dengan dalih kemajuan zaman, peradaban modern, dan perkembangan dunia, dia melarang istrinya berjilbab karena hal ini dianggapnya kuno dan membolehkan istrinya berjabatan, mengobrol, dan tertawa-tawa dengan laki-laki lain.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>4. Anak mama (manja)</b></span></span></h4>
<p><span lang="en-US">Lelaki yang manja bukanlah laki-laki sejati. Dia tidak akan mampu mengambil keputusan secara mandiri tanpa merujuk kepada ibunya.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>5. Lelaki yang sangat jauh lebih tua</b></span></span></h4>
<p><span lang="en-US">Engkau berusia 20 tahun, dia 60 tahun. Untuk apa? Harta? Karena dia memenuhi nafsumu untuk memiliki gaun-gaun indah dan perhiasan? Namun, ada satu hal yang tidak kau pertimbangkan, bahwa pada usia itu, nafsu seksualmu sedang membara, sedangkan nafsunya hampir padam. Bagaimana mengatasi masalah ini, wahai gadis muslimah?</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>6. Lelaki yang sombong dan senang membanggakan diri</b></span></span></h4>
<p><span lang="en-US">Orang yang memiliki mentalitas seperti ini tidak mengenal perasaan cinta. Dia hanya mencintai diri sendiri. Jika dia menikah, dia tidak menikah karena cinta, tapi karena nafsunya menginginkan wanita itu.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>7. Workaholic (gila kerja)</b></span></span></h4>
<p><span lang="en-US">Orang yang gila kerja hanya mengenal kerja. Dia akan terus-menerus bekerja tanpa lelah dan bosan, demi kekayaan, status sosial yang tinggi, atau penghormatan orang lain. Baginya, pernikahan hanyalah pelengkap status sosial. Istri tak ubahnya sepotong perkakas rumah tangga. Jika dia butuh, dia memakainya dengan perasaan yang dingin. Banyak wanita yang terhormat dan suci yang merasakan problem seksual dan emosional karena diabaikan suami yang hanya memberikannya harta dan makanan yang lezat.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>8. Pendurhaka kepada orang tua</b></span></span></h4>
<p><span lang="en-US">Pria yang seperti ini sebenarnya menderita sakit dan harus segera disembuhkan. Dia harus tahu, bahwa orang lain akan bersikap kepada dirinya sebagaimana dia bersikap kepada orang lain. Jika dia tidak berbakti kepada orang tua, tidak menuruti perintah mereka, padahal mereka memiliki hak untuk dipatuhi, apakah dia berharap istrinya akan berbakti dan menuruti perintahnya semata-mata karena dia punya hak untuk itu?</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>9. Lelaki yang Kebanci-bancian</b></span></span></h4>
<p><span lang="en-US">Orang ini tidak dapat disebut laki-laki, karena sifat-sifatnya bukan sifat laki-laki; gaya, kata-kata, gerakan, dan pikirannya lebih menyerupai wanita. Dia tidak dapat diandalkan dalam kehidupan dan tidak memiliki kesiapan untuk memikul tanggung jawab. Sayangnya, lelaki seperti ini sangat banyak di zaman sekarang. Semoga Allah tidak memperbanyak jumlah mereka lagi.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>10. Lelaki yang kikir</b></span></span></h4>
<p><span lang="en-US">Kekikiran adalah penyakit yang sulit disembuhkan.orang yang kikir tidak dapat menyenangkan dirinya ataupun orang lain kecuali setelah dia mati. Karena ini, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang kita bersifat kikir, belia bersabda,</span></p>
<p class="arab" align="RIGHT">وَاتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ</p>
<p>“…<span lang="en-US"><em>Dan hindarilah sifat kikir, karena kekikiran telah menghancurkan orang-orang sebelum kamu, membuat mereka saling bunuh dan melanggar kehormatan orang lain</em>.” (HR. Muslim).</span></p>
<p>***</p>
<p>Disalin ulang dari b<span lang="en-US">uku “<em>Untukmu Yang Akan Menikah &amp; Telah Menikah</em>“, Syaikh Fuad Shalih, penerbit: Pustaka Al-Kautsar</span></p>
<h5>Catatan kaki</h5>
<div id="sdfootnote1">
<p><span style="font-size: small;"><a class="sdfootnotesym" href="#sdfootnote1anc" name="sdfootnote1sym">1</a><sup></sup> <span lang="en-US">At-Tirmidzi mengatakan hadits ini adalah hadits shahih menurut persyaratan Imam Muslim.</span></span></p>
<p>—</p>
<p>Artikel Muslimah.Or.Id</p>
</div>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 