
<p> </p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>“<em>Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap  harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua  orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas  kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah  sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah  berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu  rintangan dari jalan adalah shadaqah</em> ”. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Mari  kita lihat penjelasan hadits ini.<span id="more-1582"> </span></p>
<p><strong>Makna <em>Sulama</em></strong></p>
<p>(سُلاَمَى) bermakna <em>persendian</em>. Ada juga yang mengatakan bahwa  maknanya adalah <em>tulang</em>.<br>Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengatakan bahwa  (سُلاَمَى) adalah <em>persendian dan anggota badan</em>.</p>
<p>Dinukil oleh Ibnu Daqiq Al ‘Ied bahwa Al Qadhi ‘Iyadh (seorang ulama besar  Syafi’iyyah) berkata, “Pada asalnya kata (سُلاَمَى) bermakna <em>tulang telapak  tangan, tulang jari-jari dan tulang kaki</em>. Kemudian kata tersebut digunakan  untuk <em>tulang lainnya dan juga persendian</em>”.<br>Terdapat hadits dalam  shohih Muslim bahwa tubuh kita ini memiliki 360 persendian. Di mana Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<blockquote>
<p>إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ  وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ<br>“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam  diciptakan memiliki 360 persendian.” (HR. Muslim no. 2377)</p>
</blockquote>
<p><strong>Ajaibnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam</strong></p>
<p>Inilah yang terdapat dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Para dokter saat ini juga mengatakan seperti yang beliau shallallahu ‘alaihi wa  sallam sabdakan. Maka hal ini menunjukkan bahwa risalah Nabi shallallahu ‘alaihi  wa sallam adalah benar.</p>
<p><strong>Setiap Hari Kita Memiliki Kewajiban Bersedekah dengan 360  Persendian</strong></p>
<p>(كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ) bermakna setiap hari diwajibkan bagi  anggota tubuh kita untuk bersedekah. Yaitu diwajibkan bagi setiap persendian  kita untuk bersedekah. Maka dalam setiap minggu berarti ada 360 x 7 = 2520  sedekah.<br>Akan tetapi dengan nikmat Allah, sedekah ini adalah umum untuk semua  bentuk qurbah (pendekatan diri pada Allah). Setiap bentuk pendekatan diri kepada  Allah adalah termasuk sedekah. Berarti hal ini tidaklah sulit bagi setiap orang.  Karena setiap orang selama dia menyukai untuk melaksanakan suatu qurbah  (pendekatan diri pada Allah) maka itu akan menjadi sedekah baginya sebagaimana  disebutkan dalam lanjutan hadits di atas.</p>
<p>Faedah dari hadits ini menunjukkan <strong>setiap orang wajib bersedekah  dengan setiap anggota badannya pada setiap harinya mulai dari matahari  terbit</strong>. Karena perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (عَلَيْهِ  صَدَقَةٌ) menunjukkan <strong>wajibnya</strong>. Bentuk dari hal ini adalah  setiap orang harus bersyukur kepada Allah setiap paginya atas keselamatan pada  dirinya baik keselamatan pada tangannya, kakinya, dan anggota tubuh lainnya.  Maka dia bersyukur kepada Allah karena nikmat ini.</p>
<p><strong>Kalau ada yang mengatakan hal seperti ini sulit dilakukan karena  setiap anggota badan harus dihitung untuk bersedekah?</strong></p>
<p><strong>Jawabannya </strong>: Nabi telah memberikan ganti untuk hal tersebut  yaitu untuk mengganti 360 sedekah dari persendian yang ada. <strong>Penggantinya  adalah dengan mengerjakan shalat sunnah Dhuha sebanyak 2 raka’at</strong>.</p>
<blockquote>
<p>Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br>« يُصْبِحُ  عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ  وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ  صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ  وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى »<br>“Pada pagi  hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka  setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap  bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu  juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari  kemungkaran) adalah sedekah. <strong>Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan  melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at</strong>.” (HR. Muslim no.  1704)</p>
</blockquote>
<p>Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengatakan,</p>
<blockquote>
<p>“Maksudnya, semua shadaqah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat  diganti dengan dua raka’at shalat Dhuha, karena shalat merupakan amalan semua  anggota badan. Jika seseorang mengerjakan shalat, maka setiap anggota badan  menjalankan fungsinya masing-masing. ”</p>
</blockquote>
<p>An Nawawi dalam Syarh Muslim 3/47 mengatakan,</p>
<blockquote>
<p>. وَفِيهِ دَلِيل عَلَى عِظَم فَضْل الضُّحَى وَكَبِير مَوْقِعهَا ، وَأَنَّهَا  تَصِحُّ رَكْعَتَيْنِ<br>“Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan tentang agung  dan mulianya shalat Dhuha dan menunjukkan pula besarnya kedudukannya. Dan shalat  Dhuha boleh dilakukan hanya dengan 2 raka’at.”</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p>Dari hadits Abu Dzar di atas menunjukkan bahwa <strong>boleh untuk terus  menerus dalam mengerjakan shalat Dhuha. </strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Waktu Mengerjakan Shalat Dhuha dan Jumlah Raka’atnya</strong></p>
<p>Adapun waktu mengerjakannya adalah</p>
<blockquote>
<p>ketika matahari sudah setinggi tombak dilihat dengan mata telanjang hingga  dekat dengan waktu matahari bergeser ke barat yaitu kira-kira 1/3 jam (20 menit)  setelah matahari terbit hingga 10 atau 5 menit sebelum matahari bergeser ke  barat.</p>
</blockquote>
<p>Dan jumlah raka’at <strong>minimal </strong>adalah <strong>2 raka’at</strong> <strong>tanpa ada batasan raka’at maksimal</strong>. Inilah yang dikatakan oleh  Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin.</p>
<p>Namun, Ibnu Qudamah dalam Al Mughni 3/322, menyebutkan bahwa jumlah raka’at  <strong>minimal </strong>untuk shalat Dhuha adalah <strong>2 raka’at </strong>sedangkan <strong>maksimalnya </strong>adalah <strong>8  raka’at</strong>. Hal ini berdasarkan hadits muttafaqun ‘alaih dari Ummu  Hani,</p>
<blockquote>
<p>أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ بَيْتَهَا يَوْمَ  فَتْحِ مَكَّةَ ، وَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ ، فَلَمْ أَرَ صَلَاةً قَطُّ  أَخَفَّ مِنْهَا ، غَيْرَ أَنَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ<br>“Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahnya ketika Fathul Makkah. Lalu  beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat 8 raka’at. Maka aku tidak pernah  melihat beliau shalat seringan itu kecuali beliau menyempurnakan ruku’ dan  sujudnya.”</p>
</blockquote>
<p>Demikian pembahasan kami pada posting kali ini. Semoga kita selalu dimudahkan  oleh Allah untuk melakukan dan mengkontinuikan amalan yang satu ini.</p>
<p>Rujukan: Syarh Arba’in, Syaikh Ibnu Utsaimin; Al Mughni, Ibnu Qudamah, dan  syarh hadits Arba’in lainnya</p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel: https://pengusahamuslim.com</p>
 