
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/728105296&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2>Cara agar Khusyuk dalam Shalat</h2>
<p>Assalamu ‘alaikum, Ustadz. Di dalam shalat terkadang berseliweran pikiran-pikiran sehingga mengurangi konsentrasi shalat. Apakah yang harus dilakukan untuk mendapatkan shalat yang khusyuk dan menghilangkan pikiran-pikiran yang mengganggu dalam shalat, Ustadz?</p>
<p><em>Sandi (sandi_**@yahoo.***)</em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam. </em></p>
<p>Kasus semacam ini pernah dialami oleh salah seorang sahabat, yaitu Utsman bin Abil ‘Ash <em>radhiallahu ‘anhu</em>. Beliau datang kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengadukan gangguang yang dia alami ketika shalat. Kemudian, beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>ذاك شيطان يقال له خنزب فإذا أحسسته فتعوذ بالله منه واتفل على يسارك ثلاثاً</strong></p>
<p>“<em>Itu adalah setan. Namanya Khinzib. Jika kamu merasa diganggu, mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguannya dan meludahlah ke kiri tiga kali</em>.”</p>
<p>Kata Utsman, “Aku pun melakukannya, kemudian Allah menghilangkan gangguan itu dariku.” (H.r. Muslim, no. 2203)</p>
<p><strong>Pelajaran hadis:</strong></p>
<p>Dalam hadis di atas, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengajarkan –kepada kita– dua cara untuk menghilangkan gangguan setan dalam shalat:</p>
<ul>
<li>Memohon perlindungan kepada Allah, dengan membaca ta’awudz (a’udzu billahi minas syaithanir rajim). Bacaan ini dilafalkan, bukan di batin. Ini hukumnya diperbolehkan dan tidak membatalkan shalat.</li>
<li>Meludah ringan ke kiri, dengan cara meniupkan udara yang mengandung sedikit air ludah. Ini diperbolehkan, dengan syarat tidak mengganggu orang yang berada di sebelah kirinya dan tidak mengotori masjid.</li>
</ul>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p>Disadur dari “<em>Madza Taf’alu fi Halatit Taliyah</em>” karya Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).</strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 