
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/348659279&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Mengenal Malaikat Jibril</strong></h2>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Kita akan mengenal malaikat yang paling mulia, Jibril ‘<em>alaihis salam</em>…</p>
<p>Jibril dalam bahasa lain disebut Jibrail [جبرائيل]. Sebagian ahli tafsir mengatakan, bahwa ini merupakan bahasa Ibrani, susunan dari dua kata: Jibr [جبر] yang artinya hamba, dan kata iil [إيل] yang merupakan salah satu dari nama Allah. Sehingga arti dari Jibrail adalah Abdullah (hamba Allah).  (<em>at-Tahrir wa at-Tanzil</em>, Ibnu Asyur, 1/620).</p>
<h3><strong>Ukuran Fisik Jibril</strong></h3>
<p>Jibril diciptakan dari cahaya, sebagaimana umumnya malaikat yang lainnya.</p>
<p>Disebutkan dalam hadis dari Aisyah <em>Radhiyallahu ‘anha</em>, Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ</p>
<p><em>Malaikat diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari nyala api…</em> (HR. Muslim 2996).</p>
<p>Dan Nabi<em> Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melihat Jibril dalam wujud aslinya dua kali.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى عِندَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى</p>
<p><em>“Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (13) (yaitu) di Sidratil Muntaha.”</em> (QS. An-Najm: 13-14).</p>
<p>Aisyah pernah bertanya kepada Nabi<em> Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentang ayat ini.</p>
<p>Beliau bersabda,</p>
<p class="arab">إنما هو جبريل، لم أره على صورته التي خُلق عليها غير هاتين المرتين. رأيته منهبطاً من السماء، سادّاً عِظَمُ خَلْقه ما بين السماء إلى الأرض</p>
<p><em>Itu adalah Jibril. Aku belum pernah melihatnya dalam bentuk asli selain di dua kesempatan ini. Aku melihatnya turun dari langit, besar fisiknya menutupi antara langit dan bumi.</em> (HR. Muslim 177).</p>
<p>Abdullah bin Mas’ud <em>Radhiyallahu ‘anhu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى جِبْرِيلَ لَهُ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ</p>
<p><em>“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Jibril, dengan 600 sayap.”</em> (HR. Bukhari 3232 dan Muslim 174)</p>
<p>Dalam riwayat lain, Ibnu Mas’ud mengatakan,</p>
<p class="arab">رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلامُ فِي صُورَتِهِ لَهُ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ قَدْ سَدَّ الأُفُقَ</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melihat Jibril dalam wujud aslinya, beliau memiliki 600 sayap, yang menutupi ufuq. (HR. al-Fakihi dalam Akhbar Makkah, al-Fakihi, 2306).</p>
<p><strong>Jibril adalah ar-Ruh</strong></p>
<p>Allah menyebut Jibril dengan <em>ar-Ruh al-Amin</em> (Ruh yang amanah)</p>
<p class="arab">وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ  نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ  عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ</p>
<p><em>Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh <strong>Ar-Ruh Al-Amin</strong> (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.</em> (QS. As-Syu’ara’: 192 – 194)</p>
<p>Beliau digelari dengan Ruh al-Qudus (Ruh suci)</p>
<p class="arab">قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ</p>
<p><em>Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman…</em> (QS. An-Nahl: 102).</p>
<p>Jibril digelari dengan ar-Ruh karena malaikat adalah alam ruh, alam ghaib yang tidak terindra oleh manusia. (<em>at-Tahrir wa at-Tanwir</em>, 19/189).</p>
<p>Ada juga yang mengatakan, Jibril digelari ar-Ruh karena beliau malaikat yang membawa wahyu kepada para nabi. Dan wahyu adalah sumber kehidupan bagi agama, sebagaimana jasad bisa hidup karena ada ruh. (Tafsir ar-Razi, 3/596).</p>
<p>Demikian, <em>Allahu a’lam.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Artikel Sesudahnya: <a href="https://konsultasisyariah.com/30439-siapakah-malaikat-jibril-bagian-02.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Siapakah Malaikat Jibril? (bagian 02)</a></strong></p>
<p><strong>Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 