
<p><span style="color: #000000;">Ketahuilah, bahwasanya kemunafikan (sifat <strong>munafik</strong>) merupakan sebuah parasit yang dapat merobohkan dan menghancurkan pondasi keimanan seseorang, yang dengannya pula barisan kaum muslimin menjadi porak poranda. [Redaksi <a href="http://KhotbahJumat.com" target="_blank">KhotbahJumat.com</a>]</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">***</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><!--more--></span></p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>SIFAT MUNAFIK<br>
</strong></span></h2>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>KHUTBAH JUM’AT PERTAMA<br>
</strong></span></h3>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ:</span><br>
<span style="color: #000000;"> أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَقُوْمُوْا بِمَا أَوْجَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ مِنْ حَقِّهِ وَحُقُوْقِ عِبَادِهِ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>Ma’asyir</em><em>a</em><em>l muslimin rahimaniy war</em><em>a</em><em>himakumullah</em><em> </em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sungguh merupakan suatu hal yang tidak bisa kita pungkiri hari ini, kenyataan pahit telah terpampang jelas di hadapan kita, di mana kemungkaran, kemaksiatan, dan kemunafikan telah menjamur di tubuh kaum muslimin. Sebagian di antara kita kaum muslimin, tidak lagi menghiraukan nasihat serta petuah yang telah diwasiatkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya. Sebagiannya lagi nekat menerobos dan menerjang hukum-hukum Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> hanya dengan dalih tidak selaras dengan akal dan pikiran manusia. <em>La haula wala quwwata illa Billah</em>.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Maka ketahuilah wahai kaum muslimin, bahwasanya menerobos dan menerjang hukum-hukum Allah dengan dalih tidak selaras dengan akal dan pikiran merupakan tanda-tanda kemunafikan. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَآأَنزَلَ اللهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum rasul, niscaya kamu lihat orang-orang <strong>munafik </strong>menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu</em>.” (QS. An-Nisa: 61)</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>Ma’asyiral muslimin rahimaniy warahimakumullah</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ketahuilah, bahwasanya kemunafikan merupakan sebuah parasit yang dapat merobohkan dan menghancurkan pondasi keimanan seseorang, yang dengannya pula barisan kaum muslimin menjadi porak poranda.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah tetap menyingkap tirai kemunafikan, serta mencela dan menghinakan pelakunya. <em>Allah Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللهَ وَهُوَ خَادِعُهُم </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Sesungguhnya orang-orang <strong>munafik</strong> itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka…</em>” (QS. An-Nisa: 142)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dan firman-Nya,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Allah akan membalas olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka</em>.” (QS. Al-Baqarah: 15)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah telah menyebutkan sifat-sifat mereka agar  hamba-hamba-Nya (yang beriman) dapat menghindar serta menjauh dari sifat kemunafikan dan para pelakunya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>Ma’asyiral muslimin rahimaniy warahimakumullah</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Imam Ibnul Qoyyim dalam kitabnya, <em>Madarijus Salikin</em>, telah menjelaskan bahwasanya nifaq (kemunafikan) ada dua macam: <em>nifaq akbar</em> (kemunafikan besar) dan <em>nifaq ashghor </em>(kemunafikan kecil).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dan dalam kesempatan yang mulia ini, sedikit akan kami paparkan kedua macam kemunafikan ini dan sekaligus ciri-ciri dan sifat-sifatnya</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Pertama</strong>: <em>Nifaq akbar</em> (kemunafikan besar) atau lebih dikenal dengan <em>nifak i’tiqodi</em> (munafik keyakinan).</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>Nifaq</em> (kemunafikan) jenis ini adalah sebuah kemunafikan yang dapat mengeluarkan seseorang dari keimanan. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ ءَامَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لاَيَفْقَهُونَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka telah beriman kemudian menjadi kafir lagi lalu hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti</em>.” (QS. Al-Munafiqun: 3)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dan juga dalam Surat at-Taubah: 66, dimana Allah memvonis orang-orang yang berada di barisan kaum muslimin akan tetapi mengolok-olok Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wa sallam</em></span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“…Sungguh kalian telah kufur setelah kalian beriman</em>…”</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Di antara sifat-sifat kaum<strong> munafik</strong> dengan <em>nifaq i’tiqodi</em> yang Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> telah menyebutkan dan menjelaskannya di dalam Alquran, ialah:</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>1. Mereka mengaku dan mengikrarkan keimanan layaknya seorang mukmin, padahal hati mereka tidaklah seperti apa yang mereka ucapkan.</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Maka Allah pun menyibak apa yang ada dalam hati mereka dengan firman-Nya,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الأَخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Dan di antara manusia ada yang mengatakan, ‘Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,’ padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman</em>.” (QS. Al-Baqarah: 8)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dan firman-Nya</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> إِذَا جَآءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللهِ وَاللهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Apabila orang-orang munafik datang kepadamu mereka berkata</em><em>,</em><em> ‘Kami bersaksi bahwasanya kamu benar-benar rasul Allah’ dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar rasul-Nya dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta</em>.” (QS. Al-Munafiqun: 1)</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>2. Mereka memiliki dua wajah dan dua lisan.</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah berfirman,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْإِلىَ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan</em><em>,</em><em> ‘Kami telah beriman’ dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka mengatakan</em><em>,</em><em> ‘Sesunggunya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok’</em>.” (Al-Baqarah: 14)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan selain keduanya, Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah menegaskan mengenai sifat mereka ini.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dari Abu Hurairah <em>radhiallahu’nhu</em> bahwasanya Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Sesungguhnya sejelek-jelek manusia adalah yang mempunyai dua wajah di mana dia datang kepada mereka (kaum muslim) dengan satu wajah dan keapda mereka (kaum munafik) dengan wajah yang lain</em>.” (HR. Bukhari 3494, dan Muslim: 2526)</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>3. Mereka mencegah dan mengahalangi manusia dari jalan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala.</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah berfirman,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللهِ </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai lalu mereka menghalangi manusia dari jalan Allah …</em>” (QS. Al-Munafiqun: 2)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Maka sungguh Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> telah menghinakan apa yang mereka perbuat dengan firman-Nya,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> إِنَّهُمْ سَآءَ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>…Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan</em>.” (QS. Al-Munafiqun: 2)</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>4. <em>Istihza</em> (mempermainkan/melecehkan) Allah, ayat-ayat, dan rasul-Nya.</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah berfirman,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Dan jika kamu tanyakan kepada mereka tentang apa yang mereka lakukan itu, tentulah mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja</em>.” (QS. At-Taubah: 65)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Mengenai <em>Istihza</em> terhadap Allah dan rasul-Nya, Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> membantah perbuatan mereka dengan firman-Nya,</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ {65} لاَتَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ {66 </span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<em>Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa</em>.” (QS. At-Taubah: 65-66)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Sesungguhnya <em>Istihza</em> kepada Allah, ayat-ayat, dan rasul-Nya adalah sebuah kekufuran.”</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dan hal senada juga telah dikatakan oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di ketika menafsirkan ayat tersebut.<a href="http://khotbahjumat.com/wp-content/uploads/2012/07/video-kajian-nikmat.png"><img loading="lazy" class="alignright size-full wp-image-2056" style="border: 3px solid black; margin: 2px;" alt="video kajian nikmat" src="http://khotbahjumat.com/wp-content/uploads/2012/07/video-kajian-nikmat.png" width="214" height="300"></a></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jamaaah Jumat yang dimuliakan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Inilah sebagian apa yang telah Allah kabarkan tentang keadaan dan sifat-sifat mereka (kaum munafik <em>i’tiqodi</em>). Maka seyogyanyalah kita terus berusaha menjaga diri kita dari sifat-sifat tersebut di atas agar kita tidak terjerumus ke dalam kekufuran sebagaimana mereka telah terjerumus ke dalamnya.</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> وَفَّقَنـِيَ اللهُ وَإِيَّاكُمْ لِأَدَاءِ الْأمَانَةِ وَحَمَانَا جَمِيْعًا مِنَ الْإِضَاعَةِ وَالْـخِيَانَةِ وَغَفَرَ لَنَا وَلِوَلِدِيْنَا وَلِـجَمِيْعِ الْـمُسْلِمِيْنَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ </span></p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>KHUTBAH JUM’AT KEDUA</strong><strong> </strong></span></h3>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> الْحَمْدُ لِلهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ والتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْد </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>Ma’asyir</em><em>a</em><em>l muslimin r</em><em>a</em><em>himaniy war</em><em>a</em><em>himakumull</em><em>a</em><em>h</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kedua: <em>Nifaq ashghor</em> yang disebut juga dengan<em> nifaq amali </em>(kemunafikan dalam perbuatan)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Cukuplah sekiranya kita mengetahui sifat dari kemunafikan ini dari apa yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah <em>s</em><em>hallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam sabdanya,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dari Abu Hurairah <em>r</em><em>adhiallahu’anhu</em> bahwasanya Rasulullah <em>s</em><em>hallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila diamanati dia khianat</em>.” (HR. Bukhari 33, dan Muslim 59, 107)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Inilah tiga buah akar dari sebuah kemunafikan yang telah Rasulullah <em>s</em><em>hallallahu ‘alaihi wa sallam</em> kabarkan kepada kita yang setiap di antara sifat dari sifat-sifat kemunafikan terpaut dan terkait dengannya. Maka tak sepantasnyalah bagi kita untuk tidak menyepelekan serta meremehkan jenis kemunafikan ini. Karena jenis kemuanfikan ini (<em>nifaq amali</em>) akan menyeret kita kepada <em>nifaq i’tiqodi</em> sehingga akan mengeluarkan kita dari ruang lingkup keimanan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kaum muslimin yang dirahmati <em>Allah Subhanahu wa Ta’ala</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Bersandarlah kepada Allah, mintalah kemudahan, ketetapan hati, dan keistiqamahan untuk berjalan di atas apa yang Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> ridhai. Jauhkan dan jagalah diri Anda, keluarga, dan orang-orang yang diamanatkan urusannya di atas pundak Anda dari kemurkaan dan adzab Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.</span></p>
<p class="arab"><span style="color: #000000;"> اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الـْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ جَمِيْعِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمَ الدِّيْنِ.</span><br>
<span style="color: #000000;"> اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالـْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْـمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُوَحِّدِينَ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْـمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكانٍ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْـحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا اْلبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْلَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</span><br>
<span style="color: #000000;"> سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْـمُرْسَلينَ وَالْـحَمْدُ لِلهِ ربِّ الْعَالَمِينَ. </span></p>
<h2><span style="color: #000000;">Download Naskah Materi Khutbah Jum’at</span></h2>
<p><span style="color: #000000;">[download id=”80″]</span></p>
<h2><span style="color: #000000;">Info Naskah Khutbah Jum’at</span></h2>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Sumber: Majalah Al-Furqon, Edisi 7 Tahun 6 1428 H</strong><strong> dengan sedikit penyuntingan oleh redaksi <a href="http://www.khotbahjumat.com" target="_blank">www.khotbahjumat.com</a></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Artikel <a href="http://KhotbahJumat.com" target="_blank">www.khotbahjumat.com </a></strong></span></p>
<h3><span style="color: #000000;">Kata kunci: munafik, nifaq, <a title="Definisi Khutbah Jumat" href="http://khotbahjumat.com/definisi-khutbah-jumat/" target="_blank">khutbah jum’at</a>, materi khutbah jumat, aqidah, sifat munafiq.<br>
</span></h3>
<p>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</p>
<h3></h3>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
<li>Keterangan lebih lengkap: <a title="peluang menjadi sponsor dan muhsinin" href="http://www.konsultasisyariah.com/peluang-meraih-dua-keuntungan-berlipat-ganda" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur</strong></a>
</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"> </span></h3>
 