
<p>Setelah mempelajari <a href="https://rumaysho.com/18805-sudah-tahu-tentang-seluk-beluk-kota-madinah.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>kota Madinah</strong></a>, ada beberapa catatan penting tentang seluk beluk kota Makkah. Silakan pelajari dari beberapa point berikut ini.</p>
<p> </p>
<ol>
<li>Di antara keutamaan kota Makkah disebutkan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>ketika beliau berdiri di Hazwarah, “<em>Demi Allah, engkau adalah sebaik-baik tanah Allah dan sebaik-baik tempat yang dicintai oleh Allah. Sungguh kalaulah bukan aku dikeluarkan darimu, aku tidak akan keluar</em>.” (HR. Tirmidzi, no. 3925, hadits <em>hasan gharib shahih</em>).</li>
<li>Dalam hadits dalam Shahih Al-Bukhari, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>berkata, “<em>Tidak ada negeri melainkan akan didatangi oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Di situ ada malaikat yang akan melindungi dua kota tersebut</em>.”</li>
<li>Nama lain dari Makkah adalah Bakkah seperti dalam surah Ali Imran ayat 96, disebut juga Ummul Quro seperti disebutkan dalam surah Al-An’am ayat 92.</li>
<li>Disebut Ummul Quro karena di situ ada Ka’bah yang merupakan markas bumi.</li>
<li>Nabi Ibrahim pernah berdoa seperti disebut dalam surah Ibrahim ayat 35, “ROBBIJ’AL HADZAL BALADA AAMINAA, wahai Rabbku jadikanlah negeri ini sebagai negeri yang aman.”</li>
<li>Masjidil Haram ada empat maksud: (a) Ka’bah, (b) Ka’bah dan masjid sekelilingnya, (c) seluruh kota Makkah, atau (d) seluruh tanah haram.</li>
<li>Batasan tanah Haram Al-Makki: batas Utara adalah Wadi Nakhlah, Al-Ji’ranah, dan At-Tan’im; batas Barat adalah Al-Hudaibiyyah (Asy-Syumaisi); batas Selatan adalah Adhatu Laban (Al-‘Ukaisiyyah); batas Timur adalah jabal ‘Arafat (Dzatus Salim). Jadi luas tanah haram Makkah sekitar 127 x 550 km.</li>
<li>Jarak Masjidi Haram ke beberapa batas tanah haram ke: (a) At-Tan’im 7,5 km; (b) Nakhlah 13 km; (b) Adhah Laban 16 km; (d) Al-Ji’ranah 24 km; (e) Al-Hudaibiyyah 22 km; (f) Jabal ‘Arafat 22 km.</li>
<li>
<em>At-Tan’im</em> adalah tempat yang paling dekat dari batas tanah haram. Waktu itu Aisyah berumrah pada Haji Wada’ tahun 9 H dan mengambil niat ihram dari At-Tan’im. Sebagaimana diriwayatkan dari Jabir bahwa Aisyah mengalami haidh saat haji. Lalu Aisyah melakukan seluruh manasik kecuali Thawaf keliling Kabah. Ketika sudah suci, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyuruh ‘Abdurrahman bin Abi Bakr untuk keluar bersama Aisyah ke At-Tan’im. Lantas beliau berumrah setelah haji pada bulan Dzulhijjah.</li>
</ol>
<p> </p>
<p>Disusun dari Buku Tarikh Makkah Al-Mukarramah karya Muhammad Ilyas ‘Abdul Ghani, Cetakan pertama, Tahun 1422 H.</p>
<p>—</p>
<p>Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Saudia Airlines, 5 Shafar 1440 H (14 Oktober 2018)</p>
<p>Umrah bersama Nur Ramadhan Wisata</p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener">Rumaysho.Com</a></p>
 