
<iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/01/Syarhus-Sunnah-20.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/01/Syarhus-Sunnah-20.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a>
<p> </p>
<p>Bagaimanakah beriman kepada malaikat? Sekarang dilanjutkan dalam <em>Syarhus Sunnah</em> karya Imam Al-Muzani mengenai hal tersebut.</p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">Imam Al-Muzani <em>rahimahullah </em>berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">خَلَقَ الخَلْقَ بِمَشِيْئَتِهِ عَنْ غَيْرِ حَاجَةٍ كَانَتْ بِهِفَخَلَقَ اْلملاَئِكَةَ جَمِيْعًا لِطَاعَتِهِ وَجَبَلَهُمْ عَلَى عِبَادَتِهِ فَمِنْهُمْ مَلاَئِكَةٌ بِقُدْرَتِهِ لِلْعَرْشِ حَامِلُوْنَ وَطَائِفَةٌ مِنْهُمْ حَوْلَ عَرْشِهِ يُسَبِّحُوْنَ وَآخَرُوْنَ بِحَمْدِهِ يُقَدِّسُوْنَ وَاصْطَفَى مِنْهُمْ رُسُلاً إِلَى رُسُلِهِ وَبَعْضٌ مُدَبِّرُوْنَ لِأَمْرِهِ</p>
<p style="text-align: center;">“Allah menciptakan makhluk dengan kehendak-Nya, bukan karena Allah butuh pada makhluk. Allah menciptakan malaikat seluruhnya untuk taat kepada-Nya. Dan Allah menjadikan tabiat (malaikat) itu adalah beribadah kepada-Nya. Di antara malaikat itu ada yang (bertugas) dengan kemampuannya memikul ‘Arsy. Sebagian lagi bertasbih di sekitar ‘Arsy. Yang lain mensucikan-Nya dengan memuji-Nya. Allah memilih di antara mereka (malaikat) sebagai utusan kepada utusanNya. Sebagian lagi mengatur urusan-urusan lain sesuai perintah-Nya.”</p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;">Ada Tiga Hikmah Diciptakannya Makhluk oleh Allah</h3>
<p> </p>
<p><strong>Pertama</strong>: Agar makhluk mentauhidkan Allah.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ</p>
<p><em>“Dan Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.” </em>(QS. Adz-Dzariyat: 56-57)</p>
<p> </p>
<p><strong>Kedua</strong>: Agar para makhluk mengenal kesempurnaan nama dan sifat Allah.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا</p>
<p>“<em>Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu</em>.” (QS. Ath-Thalaq: 12)</p>
<p> </p>
<p><strong>Ketiga</strong>: Untuk menguji makhluk, siapa yang paling baik amalnya.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا</p>
<p>“<em>Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya</em>.” (QS. Huud: 7)</p>
<p>Dalam ayat lain disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚوَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ</p>
<p>“<em>Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun</em>.” (QS. Al-Mulk: 2)</p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;">Malaikat Makhluk Ciptaan Allah yang Taat</h3>
<p> </p>
<p>Allah menciptakan malaikat untuk taat kepada-Nya. Malaikat tidak pernah durhaka pada yang Allah perintahkan kepada mereka. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ</p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” </em>(QS. At-Tahrim: 6)</p>
<p>Ibnu Katsir berkata dalam kitab tafsirnya, “Ketika ada perintah dari Allah pada malaikat, mereka langsung segera melakukannya, mereka tidak menundanya walau sekejap mata pun. Mereka mampu untuk melakukannya, bukan tidak mampu menjalankannya.” (<em>Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim</em>, 7:322).</p>
<p>Dalam ayat lainnya disebutkan pula,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗسُبْحَانَهُ ۚبَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ, لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ</p>
<p>“<em>Dan mereka berkata: Rabb Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya</em>.” (QS. Al-Anbiya’: 26-27)</p>
<p>Juga dalam ayat lainnya,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ</p>
<p>“<em>Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Rabbmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu</em>.” (QS. Fushshilat: 38)</p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;">Malaikat Diciptakan dari Cahaya</h3>
<p> </p>
<p>Malaikat itu adalah bentuk jamak dari kata <em>al-malak</em>. Malaikat adalah hamba Allah yang mulia, ia menjadi perantara antara Allah dengan rasul-Nya, ia adalah makhluk yang taat dan suci. Malaikat diciptakan dari cahaya.</p>
<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, ia berkata, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ</p>
<p>“<em>Malaikat diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari nyala api. Adam diciptakan dari apa yang telah ada pada kalian</em>.” (HR. Muslim, no. 2996).</p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;">Malaikat Pemikul ‘Arsy</h3>
<p> </p>
<p>Kata Imam Al-Muzani, “Di antara malaikat itu ada yang (bertugas) dengan kemampuannya memikul ‘Arsy.”</p>
<p>Dalilnya adalah firman Allah,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ</p>
<p><em>“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyal</em>a.” (QS. Ghafir: 7)</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚوَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ</p>
<p>“<em>Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka</em>.” (QS. Al-Haaqqah: 17)</p>
<p>Dari Jabir bin ‘Abdillah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أُذِنَ لِى أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلاَئِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِمِائَةِ عَامٍ</p>
<p>“<em>Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat Allah pemikul ‘Arsy, yaitu antara daging telinga dengan pundaknya sejauh tujuh ratus tahun perjalanan</em>.” (HR. Abu Daud, no. 4727. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini <em>shahih</em>)</p>
<p style="text-align: center;">Masih berlanjut insya Allah bahasan tentang malaikat ini. Semoga Allah mudahkan.</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;">Referensi:</h4>
<ol>
<li>
<em>Syarh As-Sunnah</em>. Cetakan kedua, Tahun 1432 H. Imam Al-Muzani. Ta’liq: Dr. Jamal ‘Azzun. Penerbit Maktabah Dar Al-Minhaj.</li>
<li>
<em>Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. </em>Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.</li>
<li>
<em>Tamam Al</em>–<em>Minnah ‘ala Syarh As-Sunnah li Al-Imam Al-Muzani.</em>Khalid bin Mahmud bin ‘Abdul ‘Aziz Al-Juhani. <a href="http://www.alukah.net/">alukah.net</a>.</li>
</ol>
<p>—</p>
<p>Diselesaikan dalam perjalanan Panggang – Jogja, 16 Jumadal Ula 1440 H (Selasa Sore)</p>
<p>Disusun oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc.</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener">Rumaysho.Com</a></p>
 