
<p>Penanya: Seorang Hamba Allah<br>
Dijawab oleh: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A. (Kandidat doktor Universitas Islam Madinah, Madinah, Saudi Arabia)</p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br>
Afwan ana mau berkonsultasi, ana benar – benar sedang bingung, rubrik tanya jawab pada www.muslim.or.id sementara ditutup.</p>
<p>Ustadz, saya seorang akhwat, sekarang duduk di bangku kuliah. Sejak  kecil saya tidak pernah menyukai laki-laki, saya lebih tertarik kepada  sesama jenis, saya sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Yang pasti saya  lebih tertarik melihat perempuan daripada laki-laki, keluarga saya  tidak ada yang tahu. Saya tahu ini dosa besar, dan saya tersiksa dengan  ini, saya ingin menjadi wanita yang solehah, saya takut akan siksa  Allah. Alhamdulillah kakak-kakak saya salafy, saya pun mulai ikut  mengaji (baru waktu tingkat 2 ini), tapi saya sudah lama mengenakan  jilbab.<br>
<!--more--> Yang ingin saya tanyakan, apa solusi masalah saya? sekarang yang ada di  pikiran saya adalah menikah, saya ingin ada yang membimbing sepenuhnya,  dan saya berharap bisa mencintai suami saya karena Allah semata.  Kebetulan semua kakak-kakak saya telah menikah, jadi tidak banyak waktu  untuk berkumpul, dan tidak setiap saat mereka bisa membimbing saya.  Tapi masalah yang kedua yang saya hadapi adalah kalau saya menikah,  orang tua saya menuntut saya untuk menyelesaikan kuliah terlebih  dahulu, tapi ustadz itu tidak mungkin, saya takut saya akan melakukan  maksiat. Saya ingin sembuh ustadz, saya benar-benar ingin menjadi  salafy, saya terganggu dengan perasaan ganjil pada diri saya, karena  setiap saya ingin melangkah pada kebenaran saya selalu ingat perasaan  ini dan akhirnya saya jadi malas untuk menuntut ilmu syar’i (karena  setiap ingat saya hati saya selalu berkata “percuma kalau ngaji, tapi  masih punya perasaan ganjil”) terlalu lama jika harus menunggu selesai  kuliah. Ustadz saya berencana tetap menikah, tapi sementara saya kuliah  saya tidak tinggal serumah dengan suami saya, hubungan jarak jauh,  karena saya ingin menyelesaikan kuliah dulu, minimal ketemu suami 1  kali dalam sepekan. Ya mungkin hanya berbicara via telphon itu cukup  (saya ingin pacaran tanpa ada zina, terikat pernikahan), tapi ustadz  apakah boleh menikah dengan menunda untuk jima’? dan apakah boleh saya  merahasiakan ini dari calon suami saya, karena saya terlalu malu untuk  mengatakan ini, karena ini aib terbesar dalam hidup saya dan saya takut  suami saya kecewa. Demikian ustadz pertanyaan dari saya, jawaban dari  ustadz sangat ana nantikan.</p>
<p>Jazakallah khairan katsira</p>
<p><strong>Jawaban Ustadz:</strong></p>
<p>بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p>Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan  kepada nabi Muhammad <em>shollallahu’alaihi wa sallam</em>, keluarga sahabat dan  seluruh pengikutnya hingga hari qiyamat.</p>
<p>Selanjutnya, membaca problem yang sedang anti hadapi, saya dapat  memahami perasaan dan pikiran anti, semoga Allah Ta’ala senantiasa  melimpahkan kerahmatan dan hidayah-Nya kepada anti dan kita semua,  sehingga kita dapat menempuh jalan-jalan yang diridhoi-Nya. Dan semoga  Allah Ta’ala mensucikan anti dan juga jiwa kita semua, sehingga  tidaklah timbul dari diri kita kecuali kebaikan dan tidaklah muncul  dari jiwa kita selain pikiran yang baik dan diridhoi-Nya.</p>
<p>Ukhti yang semoga senantiasa mendapatkan taufiq dan hidayah dari  Allah, dalam mengarungi bahtera kehidupan di dunia ini, setiap manusia  tidak boleh terlepas dari keimanan kepada Allah Ta’ala. Segala yang  kita hadapi, kita rasakan, dan kita dapatkan datangnya dari Allah  semata. Segala kenikmatan, kesembuhan dan kemudahan, hanya milik Allah  Ta’ala.</p>
<p>Oleh karena itu seorang yang beriman kepada Allah Ta’ala akan  senantiasa berjiwa besar dan bertekad baja dalam menghadapi apapun yang  terjadi di dunia ini. Ketika ia menghadapi kenikmatan, ia tidak akan  lupa daratan, dan ketika ia menghadapi cobaan ia tidak akan pernah  putus asa dan menyerah kepada kegagalan.</p>
<p>عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته  سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له رواه مسلم</p>
<p><em>“Amat mengherankan urusan seorang mukmin, sesungguhnya urusannya  itu semuanya baik, dan ini tidaklah dimiliki melainkan oleh seorang  yang beriman. Bila ia ditimpa kesenangan, maka ia bersyukur, maka  urusannya itu menjadi baik baginya, dan bila ia ditimpa kejelekan, maka  ia bersabar, maka urusannya itu akan menjadi baik baginya.”</em> (Muslim)</p>
<p>Benar-benar jiwa besar dan mental baja, sehingga dalam kesenangan ia  dapat bersyukur dan tidak menjadi lupa daratan, sehingga dengan  kenikmatannya itu ia tetap istiqamah pada jalan Allah, beribadah  kepada-Nya, dan tetap mengamalkan syari’at Rasulullah  <em>shollallahu’alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Dalam kesusahan ia bersabar, sehingga tidak putus asa, dan  menyeleweng dari syari’at. Bila seorang mukmin ditimpa kesusahan berupa  musibah, kesusahan, maka ia bersabar dengan menerima takdir tersebut  tanpa keluh kesah, dan ia tetap yakin dengan sepenuhnya bahwa kemudahan  hanya akan dapat dicapai bila kita tetap istiqomah dalam kebenaran, dan  kemudahan hanya milik Allah, sehingga hanya kepada-Nya kita memohon  kemudahan. Oleh karena itu dahulu Nabi <em>shollallahu’alaihi wa sallam</em>  mencontohkan kepada kita untuk berdoa:</p>
<p>اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً. رواه ابن حبان</p>
<p><em>“Ya Allah tiada kemudahan melainkan sesuatu yang Engkau jadikan  mudah, dan Engkau menjadikan kesusahan bila Engkau kehendaki menjadi  mudah.”</em> (Ibnu Hibban)</p>
<p>Seorang muslim bila dihadapkan kepada kesusahan ia tetap berjiwa  besar dan berkeyakinan kokoh lebih kokoh dari pada gunung yang  menjulang tinggi ke langit, bahwa amat mudah dan ringan bagi Allah  untuk memberikan jalan keluar kepada hambanya. Tidak ada kata susah dan  sulit bagi Allah Ta’ala, semuanya mudah dan ringan bagi-Nya.</p>
<p>Bila ia dihadapkan dengan kemaksiatan, ia bersabar dengan cara  menahan diri darinya sehingga ia dapat mnenjaga keimanan dan  katqwaannya dari noda-noda kemaksiatan dan syahwat. Oleh karena itu  tatkala Allah Ta’ala menceritakan kisah Nabi Yusuf <em>‘alaihissalam</em> Allah  berfirman:</p>
<p>إنه من يتق ويصبر فإن الله لا يضيع أجر المحسنين</p>
<p><em>“Sesungguhnya barang siap yang bertaqwa dan bersabar, maka  sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat  baik.”</em> (Yusuf 90)</p>
<p>Ibnul Qayyim berkata: “Dengan kesabaran, bisikan syahwat dapat  ditinggalkan, dan dengan keyakinan berbagai syubhat dapat ditepis.”  (<em>I’ilamul Muwaqi’in</em> 1/137)</p>
<p>Dan bila sedang menjalankan keta’atan, ia bersabar, sehingga tidak  luntur semangat dan keimanannya karena berbagai aral dan rintangan yang  menghadang setiap sepak terjangnya.</p>
<p>عن خباب بن الأرت رضي الله عنه قال: شكونا إلى رسول الله صلى الله عليه  و سلم وهو متوسد بردة له في ظل الكعبة، قلنا له: ألا تستنصر لنا؟ ألا تدعو  الله لنا؟ قال: كان الرجل فيمن قبلكم يحفر له في الأرض، فيجعل فيه، فيجاء  بالمنشار فيوضع على رأسه، فيشق باثنتين وما يصده ذلك عن دينه، ويمشط  بأمشاط الحديد ما دون لحمه من عظم أو عصب، وما يصده ذلك عن دينه. والله  ليتمن هذا الأمر حتى يسير الراكب من صنعاء إلى حضرموت، لا يخاف إلا الله  أو الذئب على غنمه، ولكنكم تستعجلون.) رواه البخاري</p>
<p><em>“Dari sahabat Khabab bin Al Arat rodiallahu’anhu, ia menuturkan:  Kami mengeluh kepada Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam, sedangkan  beliau dalam keadaan berebah dengan berbantalkan bajunya di bawah  Ka’bah, kami berkata kepadanya: Tidakkah engkau memohonkan pertolongan  untuk kami? Tidakkan engkau berdoa kepada Allah untuk kami? Beliau  menjawab: Dahulu salah seorang sebelum kalian, digalikan untuknya  lubang di bumi, kemudian ia ditanam di dalamnya, kemudian didatangkan  untuknya gergaji, dan kemudian diletakkan di kepalanya, kemudian  kepalanya dibelah menjadi dua, akan tetapi hal itu tidaklah dapat  menghalang-halangainya dari agamanya, dan (yang lain) disisir dengan  sisir besi dari bawah daging, sehingga nampaklah tulang belulangnya  atau urat-uratnya, dan itu tidaklah dapat menghalang-halanginya dari  agamanya. Sungguh demi Allah, urusan ini (agama ini) akan menjadi  sempurna hingga akan ada seseorang yang mengendarai kendaraannya dari  San’a’ hingga Hadraumaut, sedangkan ia tidak takut kecuali dari Allah  atau serigala yang akan menerkam kambingnya. Akan tetapi kalian  terburu-buru.”</em> (Bukhori)</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ</p>
<p><em>“Dan Kami jadikan diantara mereka para pemimpin yang memberi  petunjuk dengan perintah Kami, tatkala mereka bersabar dan mereka  meyakini ayat-ayat Kami.”</em> (As Sajdah 24)</p>
<p>Ibnu Taimiyyah berkata: “Maka dengan kesabaran dan keyakinan,  kepemimpinan dalam urusan agama dapat dicapai.” (<em>Majmu Fatawa</em> 3/358)</p>
<p>Ibnul Qayyim juga berkata: “Allah mengabarkan bahwa Ia telah  menjadikan dari mereka (pengikut Nabi Musa <em>‘alaihissalam</em>) sebagai para  pemimpin yang dijadikan sebagai panutan oleh orang setelah mereka;  berkat kesabaran dan keyakinan mereka; karena hanya dengan kesabaran  dan keyakinanlah kepemimpinan dalam urusan agama dapat dicapai.”  (<em>I’ilamul Muwaqi’in</em> 4/135)</p>
<p>Itulah <strong>hal pertama</strong> yang harus anti lakukan dalam memnghadapi permasalahan anti ini.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Anti harus senantiasa dan banyak-banyak  berlindung kepada Allah Ta’ala dari godaan setan dan bisikannya, yaitu  dengan cara membaca ta’awudz</p>
<p>أَعُوْذُ باللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p><em>“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”</em></p>
<p>Sebab bisikan dan godaan untuk bermaksiat itu datangnya adalah dari  setan, sehingga dengan kita banyak-banayk berlindung kepada Allah dari  godaannya, yaitu dengan membaca ta’awudz semacam ini, niscaya kita akan  terjauhkan dari godaan dan kejahatannya.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ</p>
<p><em>“Dan bila engkau ditimpa sesuatu godaan setan, maka  berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha  Mengetahui.</em> (Al A’araf: 200)</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Senantiasa membaca dzikir pagi dan sore,  dan sebelum dan sesudah tidur, sebelum makan, setelah makan, ketika  menutup dan membuka pintu rumah, masuk WC dan keluar darinya dst. Untuk  mengetahui bacaan-bacan dzikir yang dimaksud dan diajarkan oleh Nabi  shollallahu’alaihiwasallam silahkan membeli buku (Do’a &amp; Wirid  mengobati guna-guna dan sihir menurut Al Qur’an dan As Sunnah) yang  disusun oleh Ustadz yazid bin Abdul Qadir jawwas.</p>
<p>Diantara yang seyogyanya anti lakukan ialah <strong>senantiasa membaca ayat kursi sebelum tidur dan seusai sholat fardhu</strong>.</p>
<p>Sebagaimana saya anjurkan agar anti <strong>senantiasa membaca Al Qur’an di rumah tempat tinggal anda</strong>, karena dengan cara ini setan tidak akan dapat masuk ke rumah kita.</p>
<p><strong>Keempat:</strong> banyak-banyak berdoa kepada Allah agar  diberi kesucian jiwa, dan dijauhkan dari akhlaq yang tercela, diantara  doa-doa yang diajarkan Nabi shollallahu’alaihiwasallam adalah:</p>
<p>اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلاَقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ. رواه الترمذي والحاكم والطبراني</p>
<p><em>“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari akhlaq, amalan, dan hawa  nafsu yang buruk.”</em> (Riwayat At Tirmizy, Al Hakim, dan At Thabrani)</p>
<p>Dan akan lebih efektif bila anti <strong>senantiasa melakukan sholat  malam, dan setelahnya berdoa kepada Allah Ta’ala agar diberikan  kesucian jiwa dan dikaruniai keistiqomahan dalam beragama, dan  dikaruniai seorang suami yang sholeh yang dapat membimbing anti kepada  kehidupan seorang muslimah yang sejati</strong>.</p>
<p><strong>Kelima:</strong> Senantiasa bersahabat dengan wanita-wanita  yang sholihah, dan jangan sekali-kali pernah menyendiri atau berkawan  dengan wanita yang kurang baik. Jangan sampai bisikan yang ada di hati  anti ini malah menjadikan anti menyendiri, karena semakin anti  menyendiri, maka godaan ini akan semakin kuat, dan semakin anti  berkawan dengan wanita-wanita baik yang senantiasa berbicara dengan  hal-hal baik, dan tidak sekedar omong kosong, maka dengan izin Allah  godaan setan akan semakin berkurang. Rasulullah  <em>shollallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p>ما من ثلاثة في قرية فلا يؤذن ولا تقام فيهم الصلوات الا استحوذ عليهم  الشيطان عليك بالجماعة فإنما يأكل الذئب من الغنم القاصية. رواه أحمد وأبو  داود وغيرهما وصححه الألباني</p>
<p><em>“Tidaklah ada tiga orang manusia di suatu desa kemudian tidak  dikumandangkan azan dan tidak juga didirikan sholat berjama’ah,  melainkan mereka itu telah dikuasai oleh setan. Hendaknya engkau  senantiasa bersama jama’ah (jama’ah sholat) karena srigala hanyalah  memakan kambing yang menyendiri.”</em> (Riwayat Ahmad, Abu dawud dll, dan  dishahihkan oleh Al Albani)</p>
<p>Anti harus yakin bahwa bagi seorang yang beriman kepada Allah Ta’ala  dan hari akhir tidak dibenarkan untuk merasa bahwa dirinya itu kotor  dan tidak layak menjadi orang baik. Sebab setiap manusia diciptakan di  dunia ini telah dibekali kesiapan untuk menjadi orang baik (dalam  keadaan fitrah/suci), hanya saja lingkungan dan pendidikan serta godaan  setanlah yang telah merusak fitrah baiknya.</p>
<p>عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه كان يقول: قال رسول الله صلى الله عليه  و سلم : (ما من مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه وينصرانه  ويمجسانه، كما تنتج البهيمة بهيمة جمعاء، هل تحسون فيها من جدعاء) متفق  عليه</p>
<p><em>“Dari sahabat Abu Hurairah rodiallahu’anhu, ia menuturkan:  Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam bersabda: Tidaklah ada seorang  yang dilahirkan melainkan dilahirkan dalam keadaan fitrah (muslim) maka  kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, atau nasrani, atau  majusi. Perumpamaannya bagaikan seekor binatang yang dilahirkan dalam  keadaan utuh anggota badannya, nah apakah kalian mendapatkan padanya  hidung yang dipotong?”</em> (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p>Jadi sebenarnya anti memiliki fitrah yang baik, dan normal, akan  tetapi karena pengaruh pendidikan atau mungkin lingkungan atau lainnya  yang mempengaruhi cara berfikir anti. Oleh karena itu Anti harus  mengobarkan tekad dan semangat anti untuk mengembalikan fitrah anti  sebagai seorang wanita yang sempurna.</p>
<p>Bila Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam mengambarkan bahwa pada  mulanya setiap orang dilahirkan dalam keadaan beragama islam, mengakui  keesaan Allah, akan tetapi karena pengaruh lingkungan, ia menjadi  yahudi, nasrani, dan majusi, padahal dosa berpindah agama lebih besar  dari pada dosa melakukan perilaku kaum Nabi Luth ‘alaihissalam, maka  demikian jugalah yang menimpa diri anti, anti telah terpengaruh dengan  faktor luar dari diri anti sehingga menjadikan anti lebih suka kepada  sesama jenis dari pada lawan jenis.</p>
<p>Bila orang yang telah berubah fitrahnya sehingga beragama yahudi,  nasrani atau majusi dapat berubah dan kembali kepada fitrahnya, yaitu  dengan belajar, dakwah, dan memohon hidayah dari Allah, maka anti lebih  memungkinkan untuk kembali kepada fitrah anti yang semula. Kuncinya  hanya ada di hati anti, bila anti serius memohon petunjuk kepada Allah,  dan disertai dengan upaya yang serius, maka dalam waktu yang amat  singkat fitrah anti akan kembali suci dan bersih.</p>
<p><strong>Keenam:</strong> Lakukanlah kegiatan-kegiatan yang bersifat  feminim/keibuan, misalnya mengasuh anak kecil (keponakan, atau adik,  atau lainnya), memasak, berdandan mempercantik diri (khusus ketika  berada di dalam rumah), menjahit, membuat karangan bunga, dll. Serta  hindari segala perbuatan dan perilaku yang biasa dilakukan oleh lawan  jenis, misalnya mengendarai motor, mengenakan celana panjang walaupun  di rumah, sendal laki-laki, atau yang serupa.</p>
<p><strong>Ketujuh:</strong> Kenali betapa bahagianya kehidupan seorang  wanita yang telah berumah tangga, telah dikaruniai anak keturunan yang  sholeh, pandai, cakep, berbakti pada orang tua. Tidakkah anti iri  dengan keadaan wanita tersebut yang hidup penuh dengan kebahagiaan  sebagai ibu rumah tangga, istri, pengasuh anaknya sendiri bukan anak  angkat. Dan betapa bangganya dan berbuanga-bunganya hati anti bila  suatu saat di hari yang cerah, anak anti pulang dari sekolah dengan  membawa berita gembira berupa kenaikan kelas anak anda dengan prestasi  yang memuaskan, misalnya rangking satu di kelas, atau yang serupa.</p>
<p><strong>Kedelapan:</strong> Diantara jalan yang harus anti tempuh  guna membentengi diri anti ialah dengan cara mengetahui dan memikirkan  dampak jelek dan buruk yang akan menimpa orang yang menyelisihi  fitrahnya, baik dampak buruk yang akan timbul dalam tempo dekat atau  jauh, diantaranya: betapa besarnya rasa malu yang akan anti dan  keluarga anti hadapi bila perbuatan maksiat itu diketahui orang lain.  Bagaimanakah masa depan anti kelak, baik masa depan secara sosial, atau  kejiwaan, dimana bila seorang wanita tidak menikah dengan lelaki maka  ia tidak akan pernah punya anak keturunan yang akan menjaga dan  melayaninya di masa tua, dan mendoakan untuknya sepeninggalnya kelak.  Belum lagi betapa besarnya dosa yang akan anti tanggung bila anti  hanyut dengan godaan setan ini.</p>
<p>Sebagai gambarannya: Dalam syari’at islam, orang yang melakukan  penyelewengan fitrah semacam ini hukumannya adalah dibunuh, dan  pembunuhannya dengan cara dilempar dari gedung yang tinggi hingga mati,  sebagian ulama’ berpendapat dibunuh dengan cara dijatuhi dinding hingga  mati, sebagian lain dengan cara dipenggal lehernya. Dan saya yakin anti  tahu bagaimana Allah mengazab kaum Nabi Luth ‘alaihissalam, yaitu  dengan cara diangkat bumi mereka, sehingga sampai ke langit dunia,  kemudian dibalikkan, sehingga mereka semua binasa tertimpa bumi mereka  sendiri, sampai-sampai hingga saat ini bumi yang dahulu menjadi tempat  tinggal mereka dikenal dengan laut mati, sebuah laut yang tidak ada  kehidupannya sedikitpun, tidak ada ikan, tidak ada binatang laut  lainnya.</p>
<p>Belum lagi azab yang amat pedih yang telah Allah siapkan kelak di  akhirat bagi pelaku kemaksiatan semacam yang pernah dilakukan oleh kaum  Nabi Luth ‘alaihissalam.</p>
<p>Ukhti fillah, besarkan hati anti, bulatkan tekad anti dan kobarkan  semangat anti untuk kembali kepada fitrah. Gantungkanlah harapan anti  hanya kepada Allah Ta’ala. Angkatlah kedua telapak tangan anti seusai  anti sholat dan pada malam hari guna memohon hidayah dan perlindungan  kepada Allah Ta’ala dari godaan setan yang terkutuk dan bisikan nafsu  yang tidak baik.</p>
<p><strong>Kesembilan:</strong> Adapun rencana anti untuk menikah tapi  tidak hidup serumah dengan calon suami anti, maka menurut hemat saya  itu tidak perlu dilakukan, sebab saya khawatir bila anti dikecewakan  oleh calon suami anti, malah semakin memperburuk keadaan dan perasaan  anti. Cobalah kiat-kiat yang telah saya jabarkan di atas dengan sepenuh  hati, semoga anti berhasil mengusir belenggu setan yang telah melilit  dalam sanubari anti.</p>
<p>Tak lupa, saya juga turut berdoa untuk anti, semoga Allah Ta’ala  mensucikan jiwa anti dan menjaga kehormatan anti serta melindungi anti  dari godaan setan dan bisikan hawa nafsu yang dimurkai Allah. <em>Wallahu a’lam bis showab.</em></p>
<p>***</p>
<p>Artikel www.muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 