
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Banyak perusahaan yang terjebak dalam pembelian produk yang spesifik dikarenakan terminologi yang digunakan. Jangan menjadi salah satunya.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><strong>Substansi vs. Istilah</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Setiap bisnis memiliki istilah tersendiri. Misalnya, banyak dari kita yang mengacu pada konsumen kita sebagai “pelanggan”. Namun, para profesional cenderung mengacu pada “klien”, sementara organisasi konferensi cenderung menggunakan “peserta” atau “hadirin”, dan dokter menggunakan “pasien”. Dokter hewan terkadang mengacu pada  “binatang peliharaan” sementara stasiun televisi menggunakan “pemirsa”. Manajemen real estate menganggap konsumennya sebagai  “pemilik”. Jenis terminologi spesifik ini banyak ditemui di semua bisnis. Berikut beberapa contoh:</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">1.  Item persediaan “produk”, “barang dagangan”, “material”, “produksi”, “barang”, “komoditi” dsb.);</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">2.   Item diproduksi (“kits”, “perakitan”, “nota item material yang diproduksi”, dsb);</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">3. Unit (“pon”, “orang”, “karton”, “kontainer”, “pallet”, “jam”, dsb.)</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Seperti yang Anda harapkan, produk yang ditujukan untuk industri tertentu akan menggunakan terminologi industri tertentu melalui produknya. Produk yang ditujukan untuk berbagai jenis bisnis yang berbeda akan menggunakan terminologi generik melalui produknya. Bukankah hal ini masuk akal?</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Masalahnya adalah banyak orang yang terjebak dengan menyimpulkan bahwa hanya karena produk berisi terminologi tertentu, maka idealnya harus disesuaikan untuk kebutuhan mereka.  Berikut adalah contoh ilustrasi:</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Dua orang sedang bekerja di sebuah garasi di Tampa, Florida sudah bertahun-tahun memproduksi produk software akuntansi. Namun, mereka tidak terlalu pintar dan produknya memiliki banyak kelemahan. Terdapat bug dalam produk mereka, kehilangan fungsi inti, dan kinerjanya buruk. Suatu hari, mereka mendatangi seorang dokter yang mengeluh karena software akuntansi yang tidak layak digunakan oleh dokter. Mereka kembali ke garasi dan merubah seluruh istilah dalam sistem sehingga merefleksikan “bahasa dokter”. “Pelanggan” menjadi “Pasien”. “Karyawan” menjadi “Perawat”. “Suplai” menjadi “Suplai obat-obatan”, dsb. Kemudian mereka menunjukkan software akuntansi yang telah mereka perbaiki kepada dokter tadi, dan dengan suka cita berteriak, “Ini yang saya mau”.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Seperti ilustrasi cerita ini, merubah istilah dalam produk tidak ada pengaruh untuk memperbaiki bug, menambah fungsi, atau meningkatkan kinerja. Apa yang dilakukan ialah menarik dokter untuk membeli produk bermutu rendah. Ini terjadi sepanjang waktu! Percayalah – akan jauh lebih baik menggunakan software yang sudah teruji dan diimplementasikan secara luas dengan menggunakan istilah umum, dibandingkan yang belum teruji, pengguna yang jarang menggunakan istilah yang Anda gunakan. Sejauh yang menjadi perhatian sistem akuntansi, sistem tidak mempedulikan istilah yang digunakan untuk menjabarkan field tertentu, karena tetap akan memproses informasi berdasarkan logika bisnis yang diprogram kedalam sistem terlepas dari nama field.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Lebih jauh lagi, pertimbangkan hal ini: produk yang dibuat untuk industri tertentu, menyasar pada pengguna dengan skala yang lebih kecil.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Kesimpulan – hindari terjebak dengan produk yang menggunakan istilah spesifik. Tapi, lihatlah istilah-istilah fitur, fungsi dan modul yang spesifik.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Sumber: www.asaresearch.com</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com</p>
 