
<p><span style="font-weight: 400;">Sempat menjadi hal masyhur dan terkenal bahwa berbuka puasa itu sunahnya dengan yang manis. Konon katanya menjadi terkenal karena iklan minuman manis tertentu atau iklan sirup tertentu yang begitu terkenal melalui media TV dan lain-lain.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/28337-puasa-syawal-tanda-kesempurnaan-puasa-ramadhan.html" data-darkreader-inline-color="">Puasa Syawal, Tanda Kesempurnaan Puasa Ramadhan</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perlu diketahui bahwa tidak ada sunnah berbuka dengan manis-manis seperti sirup, cendol, es teh manis dan sejenisnya. Yang disunnahkan adalah berbuka puasa sesuai dengan urutannya yaitu dengan ruthab (kurma basah), apabila tidak ada dengan tamr (kurma kering), apabila tidak ada maka dengan meneguk air putih. Perhatikan hadits berikut:</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮ ﻝُ ﺍﻟﻠِّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪً ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻔْﻄِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﻃَﺒَﺎﺕٍ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺭُﻃَﺒَﺎ ﺕٌ ﻓَﻌَﻠَﻰ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٍ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢ ﺗَﻜُﻦْ ﺣَﺴَﺎ ﺣَﺴَﻮﺍﺕٍ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.” <strong>(HR. Ahmad, Abu Dawud, sanadnya shahih)</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memang kurma (baik ruthab maupun tamr) adalah jenis makanan yang manis, akan tetapi urutan setelahnya adalah air putih yang tidak terasa manis. Ini dalil bahwa tidak ada Sunnah berbuka dengan yang manis-manis. Memang ada pendapat ulama yang menyatakan demikian, tetapi pendapat ini lemah dan tidak sesuai dengan hadits, karena patokan utama kita adalah Al-Quran dan hadits.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/28133-ringkasan-fikih-puasa-ramadhan.html" data-darkreader-inline-color="">Ringkasan Fikih Puasa Ramadhan</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">An-Nawawi dan Ar-Rafi’i berpendapat:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لا شئ أفضل بعد التمر غير الماء، فقول الروياني: الحلو أفضل من الماء ضعيف</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada yang lebih utama setelah kurma selain air putih. Adapun pendapat Ar-Rauyani bahwa yang manis lebih utama dari air, maka ini adalah pendapat yang lemah.” <strong>[Fathul Mu’in, Bab Shaum, Hal. 92]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun minuman yang dingin dan manis memang merupakan minuman yang disukai oleh Rasulullah <em>shalallahu ‘alahi wa sallam</em>, akan tetapi bukan sunnahnya berbuka dengan yang dingin dan manis. Minuman dingin dan manis bisa diminum kapan saja waktunya. Perhatikan hadits berikut:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Aisyah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anha</span></i><span style="font-weight: 400;"> berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُلْوَ الْبَارِدَ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Minuman yang paling disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah yang dingin dan manis.” </span></i><strong>[HR Ahmad &amp; At Tirmidzi, shahih] </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul Qayyim Al-Jauziyah </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> menjelaskan beberapa kemungkinan maksud “dingin dan manis” yaitu:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">1.Bersumber dari mata air segar dan sumur yang manis</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">2.Rendaman air campuran madu, kurma dan kismis (beliau menguatkan pendapat ini)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وهذا يحتمل أن يريد به الماء العذب كمياه العيون والآبار الحلوة ، فإنه كان يستعذب له الماء</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ويحتمل أن يريد به الماء الممزوج بالعسل أو الذي نقع فيه التمر أو الزبيب وقد يقال – وهو الأظهر</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Kemungkinan maksudnya adalah air yang segar seperti mata air dan sumur yang manis, air ini memang segar. Bisa juga maksudnya adalah rendaman air campuran madu, kurma dan kismis -pendapat ini lebih kuat-.</span></i><span style="font-weight: 400;">” <strong>[Zaadul Ma’ad 4/205]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan penjelasan di atas, dingin dan manis ini adalah minuman yang alami bukan dengan pemanis gula di zaman sekarang yang apabila diminum berlebihan akan membahayakan bagi kesehatan.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/1362-permasalahan-qodho-puasa-ramadhan.html" data-darkreader-inline-color="">Permasalahan Qodho’ Puasa Ramadhan</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/4010-hikmah-di-balik-puasa-ramadhan.html" data-darkreader-inline-color="">Hikmah di Balik Puasa Ramadhan</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="--darkreader-inline-color: #ff3333;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color=""> Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 