
<p>Ada sebagian kecil kaum muslimin percaya bahwa wabah atau penyakit menular tidak ada. Hal ini mereka dasarkan pada hadits:</p>
<p style="text-align: center; font-size: 18px;"><span style="font-size: 21pt;">عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ النَّبيُّ : لاَ عَدْوَى, وَلاَ طِيَرَةَ , وَأُحِبُّ الْفَأْلَ الصَّالِحَ</span></p>
<p><i>Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda: </i><i><b>“Tidak ada penyakit menular</b></i><i> dan thiyarah (merasa sial dengan burung dan sejenisnya), dan saya menyukai ucapan yang baik</i>”.<a href="#sdfootnote1sym"><sup>1</sup></a></p>
<p>Hal ini tentu kelihatannya bertentangan dengan kenyataan yang ada di mana kita melihat banyak sekali wabah dan penyakit yang menular, wabah ini bahkan bisa merenggut nyawa sekelompok orang dengan cepat.</p>
<p>Perlu diketahui ada dalil-dalil lain yang menunjukkan bahwa Islam juga mengakui adanya wabah penyakit menular.</p>
<p>Dari Abu Hurairah dari Nabi <i>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p style="text-align: center; font-size: 18px;"><span style="font-size: 21pt;">لاَ يُوْرِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ</span></p>
<p>“<em>Janganlah unta yang sehat dicampur dengan unta yang sakit</em>”.<a href="#sdfootnote2sym"><sup>2</sup></a></p>
<p>Dan Sabda beliau,</p>
<p style="text-align: center; font-size: 18px;"><span style="font-size: 21pt;">فِرَّ مِنَ الْمَجْذُوْمِ فِرَارَكَ مِنَ الأَسَدِ</span></p>
<p>“<em>Larilah dari penyakit kusta seperti engkau lari dari singa</em>”.<sup><a href="#sdfootnote3sym">3</a></sup></p>
<p>Maka kompromi hadits ini:maksud dari hadits pertama yang menafikan penyakit menular adalah <b>penyakit tersebut tidak menular dengan sendirinya, tetapi menular dengan kehendak dan takdir Allah. </b>Berikut keterangan dari Al-Lajnah Ad-Daimah (semacam MUI di Saudi):</p>
<p style="text-align: center; font-size: 18px;"><span style="font-size: 21pt;">العدوى المنفية في الحديث هي: ما كان يعتقده أهل الجاهلية من أن العدوى تؤثر بنفسها، وأما النهي عن الدخول في البلد الذي وقع بها الطاعون فإنه من باب فعل الأسباب الواقية</span>.</p>
<p>Wabah yang dinafikan dari hadits tersebut yaitu<b> apa yang diyakini oleh masyarakat jahiliyah bahwa wabah itu menular dengan sendirinya </b>(tanpa kaitannya dengan takdir dan kekuasaan Allah). Adapun pelaranan masuk terhadap suatu tempat yang terdapat <i>tha’un </i>(wabah menular) karena itu merupakan perbuatan preventif (pencegahan).<a href="#sdfootnote4sym"><sup>4</sup></a></p>
<p>Hal ini diperkuat dengan hadits bahwa Allah yang menciptakan pertama kali penyakit tersebut. Ia tidak menular kecuali dengan izin Allah.</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah <i>radhiallahu ‘anhu</i> , bahwa seorang lelaki yang berkata kepada Nabi <i>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bahwa onta yang berpenyakit kudis ketika berada di antara onta-onta yang sehat tiba-tiba semua onta tersebut terkena kudis, maka beliau bersabda:</p>
<p style="text-align: center; font-size: 18px;"><span style="font-size: 21pt;">فَمَنْ أَعْدَى الْأَوَّلَ ؟</span></p>
<p><em>“Kalau begitu siapa yang menulari (onta) yang pertama ?”</em><sup><a href="#sdfootnote5sym">5</a></sup></p>
<p>Demikian, semoga bermanfaat.</p>
<p> </p>
<p><strong>Catatan Kaki</strong></p>
<div>
<p><a href="#sdfootnote1anc">1</a><sup></sup> HR. Muslim no. 2223</p>
</div>
<div>
<p><a href="#sdfootnote2anc">2</a><sup></sup> HR. Bukhari no. 5771 dan Muslim no. 2221</p>
</div>
<div>
<p><a href="#sdfootnote3anc">3</a><sup></sup> HR. Muslim: 5380</p>
</div>
<div>
<p><a href="#sdfootnote4anc">4</a><sup></sup> <em>Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah</em> no. 16453</p>
</div>
<div>
<p><a href="#sdfootnote5anc">5</a><sup></sup> HR. Al-Bukhari dan Muslim<span style="font-size: small;"><br>
</span></p>
<p>—</p>
<p>Penyusun: <a href="http://www.facebook.com/raehanul.bahraen?ref=tn_tnmn">dr. Raehanul Bahraen<br>
</a>Artikel Muslim.Or.Id</p>
<p> </p>
</div>
 