
<p>Mungkin ada yang bingung. Semalam sebenarnya <a href="https://rumaysho.com/20099-matan-abu-syuja-rukun-dan-cara-berniat-puasa.html">sudah berniat untuk berpuasa</a>. Namun, ternyata tidak bangun makan sahur. Bangun paginya pun telat, pas waktu adzan shubuh. Apakah boleh tetap berpuasa ketika itu?</p>
<p>Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz <em>rahimahullah</em> pernah ditanya: “Ada orang yang tertidur dan luput dari makan sahur di bulan Ramadhan, <span style="text-decoration: underline;">namun dia sudah berniat untuk makan sahur</span>. Apakah puasanya tetap sah?”</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Jawab: </strong></span></p>
<p>Puasanya tetap sah karena sahur bukanlah syarat sahnya puasa. Makan sahur hanyalah <em>mustahab</em> (dianjurkan atau sunnah). Karena Nabi <em>shallallahu</em><em> ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, “<em>Makan sahurlah karena di dalama makan sahur terdapat keberkahan</em>” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095)</p>
[<em>Majmu</em><em>’ Fatawa Ibnu Baz</em>, 15/321]
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Catatan</strong></span>: Jadi jika sudah berniat di malam hari, lalu makan sahurnya kelewatan karena ketiduran misalnya, maka dia masih boleh berpuasa hingga waktu maghrib. Inilah syaratnya, harus ada niat di malam hari terlebih dahulu. Silakan baca tentang masalah niat puasa <a title="Syarat dan Rukun Puasa" href="hukum-islam/puasa/2646-memahami-syarat-dan-rukun-puasa.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>di sini</strong></a>.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/11227-sahur-nabi-dekat-dengan-shalat-shubuh.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Sahur Nabi Dekat dengan Shalat Shubuh</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/2689-berkah-dalam-makan-sahur.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Berkah dalam Makan Sahur</strong></span></a></li>
</ul>
<p> </p>
<p>Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel <a href="undefined/" target="_blank" rel="noopener">www.rumaysho.com</a></p>
 