
<p><span style="color: #000000;">Imam Bukhari <em>rahimahullah</em> meriwayatkan di dalam <em>Shahih</em>-nya,</span></p>
<p><span style="color: #000000;">حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ النَّهْدِيُّ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ فَجَاءَ رَجُلٌ فَاسْتَفْتَحَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْتَحْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَفَتَحْتُ لَهُ فَإِذَا أَبُو بَكْرٍ فَبَشَّرْتُهُ بِمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ فَاسْتَفْتَحَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْتَحْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَفَتَحْتُ لَهُ فَإِذَا هُوَ عُمَرُ فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ ثُمَّ اسْتَفْتَحَ رَجُلٌ فَقَالَ لِي افْتَحْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ عَلَى بَلْوَى تُصِيبُهُ فَإِذَا عُثْمَانُ فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ الْمُسْتَعَانُ</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Yusuf bin Musa menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abu Usamah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Utsman bin Ghiyats menuturkan kepadaku. Dia berkata; Abu Utsman an-Nahdi menuturkan kepada kami dari Abu Musa <em>radhiyallahu’anhu</em>, dia berkata, “Dahulu aku bersama dengan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di dalam salah satu kebun di Madinah. <!--more-->Kemudian ada orang yang datang dan meminta ijin untuk masuk, maka Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengatakan, “Bukakanlah gerbang untuknya dan beri kabar gembira kepadanya dengan surga.” Maka aku pun membukakan untuknya ternyata yang datang adalah Abu Bakar. Kemudian aku kabarkan berita gembira yang disabdakan Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> itu kepadanya. Maka dia pun memuji Allah. Lalu datang lagi seorang lelaki yang meminta ijin untuk masuk, maka Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengatakan, “Bukakanlah gerbang untuknya dan beri kabar gembira kepadanya dengan surga.” Maka aku pun membukakan untuknya ternyata yang datang adalah Umar. Kemudian aku kabarkan berita gembira yang disabdakan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> itu kepadanya. Maka dia pun memuji Allah. Lalu datang lagi seorang lelaki yang meminta ijin untuk masuk, maka Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengatakan, “Bukakanlah gerbang untuknya dan beri kabar gembira kepadanya dengan surga beserta musibah yang akan menimpanya.” Ternyata lelaki itu adalah Utsman. Kemudian aku kabarkan berita gembira yang disabdakan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> itu kepadanya. Maka dia pun memuji Allah lalu berkata, “<em>Allahul musta’aan</em> (Allah adalah tempat meminta pertolongan).”.” (HR. Bukhari dalam <em>Kitab al-Manaqib</em>)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Hadits ini menunjukkan :</span></p>
<p><span style="color: #000000;">1. Sopan santun para sahabat apabila hendak memasuki tempat milik orang lain</span></p>
<p><span style="color: #000000;">2. Abu Bakar, Umar dan Utsman adalah pasti masuk surga</span></p>
<p><span style="color: #000000;">3. Dianjurkan menyampaikan kabar gembira kepada sesama muslim</span></p>
<p><span style="color: #000000;">4. Segala keutamaan yang didapatkan manusia adalah anugerah dari Allah</span></p>
<p><span style="color: #000000;">5. Perintah untuk memuji Allah atas nikmat yang kita terima</span></p>
<p><span style="color: #000000;">6. Utsman meninggal dalam keadaan tertimpa musibah</span></p>
<p><span style="color: #000000;">7. Mukjizat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">8. Iman kepada surga dan ia merupakan tempat penuh kebahagiaan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">9. Abu Bakar, Umar dan Utsman mati dalam keadaan beriman</span></p>
<p><span style="color: #000000;">10. Perkataan “<em>Allahul musta’an</em>” ketika menghadapi sesuatu yang terasa berat atau memprihatinkan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">11. Wajib membenarkan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">12. Ketaatan para sahabat dan pengagungan mereka kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">13. Bolehnya menyuruh orang lain atau meminta pertolongannya dalam perkara yang mampu dia lakukan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">14. Bolehnya menggunakan jasa penjaga pintu, satpam, dan lain sebagainya</span></p>
<p><span style="color: #000000;">15. Diterimanya hadits ahad dalam masalah aqidah</span></p>
<p><span style="color: #000000;">16. Para sahabat adalah orang yang terpercaya</span></p>
<p><span style="color: #000000;">17. Dan faidah lainnya yang belum saya ketahui, <em>wallahu a’lam. </em></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>Wa shallallahu’ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Penulis: <a href="http://abumushlih.com/tiga-orang-penduduk-surga.html/" target="_blank">Ustadz Abu Muhslih</a></span><br>
<span style="color: #000000;">Artikel<a href="www.KisahMuslim.com" target="_blank"> www.KisahMuslim.com</a></span></p>
 