
<h2>Tolak Bala’ Ayo Perbanyak Memohon Ampun</h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika menjelaskan QS Al-Anfal: 33, Ibnu Abbas <em>radhiallaahu ‘anhuma</em> menjelaskan</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> كان فيهم أمانان : النبي – صلى الله عليه وسلم – والاستغفار ، فذهب النبي – صلى الله عليه وسلم – وبقي الاستغفار .</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Umat Muhammad itu memiliki dua pengaman dari bencana yang merata yaitu keberadaan Sang Nabi dan memohon ampunan. Sang Nabi telah wafat. Tersisa satu pengaman dari bencana yang merata yaitu memohon ampunan.” (Tafsir Ibnu Katsir untuk QS Al-Anfal: 33)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kiat penting tolak dan penghilang bala’ adalah istighfar. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang dimaksud dengan istighfar di sini bukan hanya bacaan “<em>astaghfirullah</em>… ” namun semua ucapan memohon ampunan kepada Allah baik dengan redaksi di atas, “<em>rabbighfirli</em>” atau lainnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tolak bala’ itu bukan dengan bikin sayur lodeh atau sejenisnya yang tidak Nabi tuntunkan bahkan cenderung mengarah kepada kemusyrikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Penghilang bala’ adalah memperbanyak istighfar untuk mengingatkan kita bahwa sumber bencana adalah ulah perbuatan kita semua.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</span></p>
 