
<p>Seorang ibu rumah tangga menderita sakit perut, dan merasakan kekakuan pada tangannya. Ya dia sering lupa makan gara-gara sibuk bisnis online. Didiagnosa karena interaksinya yang sangat intens dengan <em>handphone</em>. Bahkan terkadang pekerjaan rumah tangga dikerjakannya sambil berinteraksi dengan <em>handphone</em>, apalagi dia memiliki balita yang otomatis sangat butuh perhatian.</p>
<p><em>Handphone</em>  memang salah satu kemudahan dan merupakan sebuah nikmat ketika dimanfaatkan dengan bijaksana. Sebaliknya tatkala kemudahan itu digunakan secara berlebihan tanpa managemen yang tepat bisa berubah menjadi musibah.</p>
<p><em>Qodarullah</em> seorang pria dikabarkan meninggal dunia dengan sebab dia membuka SMS yang masuk di <em>handphone –</em>nya tatkala di-<em>recharge</em>. Yang saat itu tengah terjadi petir di angkasa. Dia terpental jauh dan terkena aliran listrik lalu meninggal dunia.</p>
<p>Memang barang mungil ini seolah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita, dan kita perlu waspada jangan sampai kita diperbudak oleh <em>handphone</em>. Dan dengan memiliki <em>handphone</em> bisa menjadi ujian, akankah kita semakin mantab stabilitas imannya atau sebaliknya iman semakin kendor lantaran <em>handphone</em> dipergunakan untuk hal-hal yang tidak penting.</p>
<h3><strong>Perbanyak syukur</strong></h3>
<p>Pernah mendengar ungkapan kesal, “ <em>handphone</em> kok sering macet, error dan sering rusak ya”. Bisa jadi kita kurang hati-hati . Dalam memanfaatkanya, sering mempergunakan untuk perkara – perkara yang tidak urgent, banyak menulis atau membaca komentar – komentar negatif, tidak sadar sering menshare berita atau info – info yang tidak benar, sibuk <em>ghibah </em>alias <em>ngegosip </em>di medsos dll.</p>
<p>Saatnya kita instropeksi diri semakin bertaqwakah kita dengan adanya <em>handphone</em>, atau sebaliknya rasa syukur kita kian berkurang karena waktu tersita untuk menikmati <em>handphone</em> dengan segala pernak perniknya.</p>
<p>Diantara wujud syukur seorang hamba adalah menjadikan <em>handphone</em> sebagai media tarbiyah dan belajar ilmu agama. Mengisi <em>handphone –</em>nya dengan materi- materi ceramah, kajian dan ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya.</p>
<p><em>Handphone</em> memang ladang menjanjikan untuk bisnis, namun perlu ekstra hati – hati dan tetap mengedepankan etika Islam dalam berbisnis. Perkara penipuan dan perampokan sering kali terjadi bukan hanya dari yang bernilai ratusan ribu hingga puluhan juta. Memiliki <em>handphone</em> dengan segala aplikasinya adalah bagian dari nikmat Allah, maka seorang yang bertaqwa akan memperbanyak syukur dengan cara memanfaatkannya dalam hal kebaikan bagi dirinya dan orang lain. Sebagaimana firman Allah dalam QS Ibrahim ayat : 7 (yang artinya): “<em>Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih</em>“.</p>
<h3><strong>Kedepankan rasa malu</strong></h3>
<p><em>Handphone</em> canggih dengan fasilitas internet kerapkali membuat orang yang masih memiliki rasa malu jengah dan merasa tak nyaman dengan adanya gambar vulgar, ungkapan – ungkapan yang menjerumus pada pornografi dan berbagai maksiat yang menyebabkan dosa.</p>
<p>Perangkap syaiton dengan jaring-jaring yang menjeratnya sangat samar namun pasti akan membidik hati manusia yang lalai dari menginggat Allah.</p>
<p>Pesona-pesona indah sosok yang rupawan dan menawan diekspos sedemikian rupa hingga menggiurkan orang yang tidak lagi mengedepankan rasa malu. Hadits masyhur yang maknanya:</p>
<p>Dari Abu Mas’ud, dia berkata, Nabi bersabda: “ <em>Sesungguhnya diantara apa yang ditemui manusia dari perkataan kenabian yang pertama adalah, jika engkau tidak malu maka berbuatlah apa yang engkau kehendaki</em>” (HR. Al Bukhari).</p>
<p>Dengan wasilah internet, betapa banyak kita dengar kisah tragis, seperti seorang istri yang mulai terpikat pria lain, atau seorang suami yang mulai berani bermesra ria dengan wanita lain, maraknya perselingkuhan dan terganggunya keharmonisan pasutri. Mengumbar pemandangan kepada sesuatu yang haram seakan sulit dielakkan ketika kita membuka internet. Disinilah godaan dan bisikan syaiton gencar memprovokasi mata dan hati untuk berkilah, “<em>ah cuma sebentar, tak apa – apa</em>”. Begitulah musuh Allah itu terus mendera hati orang-orang beriman untuk bermudah-mudahan dan menganggap sepele fitnah pandangan.</p>
<p>Namun dengan benteng rasa malu <em>insyaAllah</em> kita tidak mudah goyah dan tetap memiliki komitmen bahwa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.</p>
<h3><strong>Bijak memanfatkan teknologi</strong></h3>
<p>Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan tanpa aturan akan mendatangkan <em>mudhorot</em>. Begitu pula ketika <em>handphone</em> dengan segala aplikasinya, ketika dioperasikan terus menerus tanpa ada kebutuhan hanya sekedar keinginan semata, bisa menimbulkan dampak negatif seperti mempengaruhi otak sehingga terkadang orang yang terlalu sering menggunakan <em>handphone</em> timbul gejala pusing kepala, mata terasa sakit dan berbagai keluhan yang lainya. Ada pula kasus yang terlanjur kecanduan <em>handphone</em> ia akan sulit meninggalkan kebiasaan tersebut, dan cenderung asik dengan dunianya bahkan bisa jadi ia cenderung cuek pada lingkungan sekitar.</p>
<p>Sebuah penelitian menemukan bahwa pancaran EMC terkait dengan kebocoran albumin yang melewati dinding antara otak dan darah, dan terkait kerusakan syaraf yang meningkat sebanding dengan dosis pemberian (pancaran).</p>
<p>Ada beberapa tips agar anda tidak maniak <em>handphone</em> diantaranya dengan menonaktifkannya pada saat- saat tertentu, seperti saat belajar anak-anak, ketika tidur atau bagi pebisnis online memiliki jadwal-jadwal tertentu tidak 24 <em>full time</em> membuka <em>handphone</em>. Dengan managemen waktu yang terencana dengan baik niscaya anda tetap nyaman memanfatkan <em>handphone</em> tanpa merasa diperbudak olehnya. Kita harus bisa mengatur <em>handphone</em>, dan jangan pernah diatur oleh <em>handphone</em>. Jadikan <em>handphone</em> sebagai media pembelajaran diri menjadi pribadi yang lebih berilmu dan bertaqwa, kita bisa menjadi pribadi muslim yang lebih santun, <em>care</em>, <em>smart </em>dan kualitas kebahagiaan hidup akan meningkat bahkan mampu mendekatkan diri pada kesuksesan hidup dunia akhirat.</p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p>1). Majalah fatwa V01 – 06 Th II, 1425H</p>
<p>2). Majalah nikah V012 No.8, Nov 2003</p>
<p><strong>Penulis: Isruwanti Ummu Nashifa</strong></p>
<p> </p>
<p>Artikel Muslimah.or.id</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 