
<p><span style="font-weight: 400;">Saudaraku, semoga Allah membimbing anda untuk taat kepada-Nya. Ketahuilah bahwa Tauhid yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim adalah anda beribadah kepada Allah semata dengan memurnikan peribadatan kepada-Nya, itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh umat manusia dan hanya untuk itu sebenarnya mereka diciptakan, sebagaimana firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p style="text-align: right;">وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Kesimpulan Dalil</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Hanya untuk tujuan beribadah kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">(bertauhid) sajalah umat manusia ini diciptakan.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Penjelasan Dalil</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Perhatikan ayat yang agung ini </span><b>وَ</b><span style="text-decoration: underline;"><b>مَا</b></span><b> خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ </b><span style="text-decoration: underline;"><b>إِلَّا</b></span><b> لِيَعْبُدُونِ</b> <i><span style="font-weight: 400;">wa </span></i><i><span style="font-weight: 400;">ma</span></i><i><span style="font-weight: 400;"> khalaqtul jinna wal insa </span></i><i><span style="font-weight: 400;">illa</span></i><i><span style="font-weight: 400;"> liya’budun </span></i><span style="font-weight: 400;">‘Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku saja.’</span> <span style="font-weight: 400;">Huruf yang digaris bawah adalah مَا</span><b> </b><i><span style="font-weight: 400;">ma</span></i> <span style="font-weight: 400;">dan</span> <span style="font-weight: 400;">إِلَّا</span> <i><span style="font-weight: 400;">illa.</span></i> <span style="font-weight: 400;">Penggabungan keduanya menunjukkan pembatasan. Pembatasan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah dalam tujuan penciptaan jin dan manusia. Allah tidaklah menciptakan jin dan manusia, kecuali dalam batasan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Dengan kata lain manusia dan jin diciptakan untuk mentauhidkan Allah dalam peribadatan. Tauhid yang dimaksud adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">tauhid uluhiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Tauhid tersebut juga mencakup </span><i><span style="font-weight: 400;">tauhid rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan </span><i><span style="font-weight: 400;">tauhid asma`</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">wa</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">sifat </span></i><span style="font-weight: 400;">[1. Penjelasan kandungan Tauhid Uluhiyyah ini sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al-‘Utsaimin <em>rahimahullaah</em>]</span><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p>***</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Perintah Allah yang Paling Agung adalah Tauhid</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah untuk Allah semata, sedangkan larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: right;">وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. An-Nisa`: 36).</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Kesimpulan Dalil</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Perintah Allah yang paling agung adalah tauhid dan larangan Allah yang paling besar adalah syirik.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Penjelasan Dalil</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Secara lengkap, ayat yang telah disebutkan di atas adalah sebagai berikut.</span></p>
<p style="text-align: right;">وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا</p>
<p><span style="font-weight: 400;">(36) “</span><i><span style="font-weight: 400;">Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orangtua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman dalam safar, ibnu sabil dan hamba sahaya kalian. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.</span></i><span style="font-weight: 400;">”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat ini, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">menyebutkan perintah untuk menunaikan sepuluh hak, sehingga ayat ini dinamakan “Ayat tentang sepuluh hak,” sedangkan perintah penunaian hak yang pertama kali disebutkan adalah penunaian hak Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">, yaitu perintah untuk bertauhid dengan menyembah Allah saja dan larangan dari menyekutukan Allah (syirik). Hal ini menunjukkan bahwa tauhid adalah perintah Allah yang paling agung, sedangkan syirik adalah larangan Allah yang paling besar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdur Rahman Al-Qosimi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullaah </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan hal ini di dalam kitabnya </span><i><span style="font-weight: 400;">Hasyiah Kitabit Tauhid</span></i><span style="font-weight: 400;"> bahwa a</span><span style="font-weight: 400;">yat ini dinamakan ayat tentang sepuluh hak. Demikian itu karena ayat ini mengandung sepuluh hak. Ayat tersebut dimulai dengan perintah untuk bertauhid dan larangan dari menyekutukan Allah (syirik). Hal ini menunjukkan bahwa tauhid adalah kewajiban yang paling wajib dan syirik adalah keharaman yang paling besar.</span></p>
[bersambung]
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
<p>____</p>
 