
<p><span style="font-weight: 400;">Macam-macam ibadah yang diperintahkan Allah antara lain adalah berislam, beriman, ihsan, berdoa, takut pada Allah, berharap pada Allah, tawakkal pada Allah, raghbah (harapan yang khusus), rahbah (takut yang khusus), khusyu’, khasyyah (takut didasari ilmu), inabah (kembali kepada Allah), isti’anah (memohon pertolongan), isti’azah (memohon perlindungan), istighatsah (memohon pertolongan untuk diselamatkan), menyembelih untuk Allah, bernazar, dan yang lainnya. semua ibadah tersebut harus dipersembahkan untuk Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalilnya adalah firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p style="text-align: right;">وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan sesungguhnya masjid-masjid itu hanyalah kepunyaan Allah, karena itu janganlah kalian menyembah apapun (di dalamnya) di samping (menyembah) Allah</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. Al-Jin: 18).</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Kesimpulan Dalil</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Semua macam ibadah harus dipersembahkan untuk Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">saja.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Penjelasan Dalil</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah tidak ridha</span> <span style="font-weight: 400;">dipersekutukan dengan apapun dalam peribadatan yang harusnya ditujukan kepada-Nya, baik dengan malaikat yang didekatkan (kedudukannya) a</span><span style="font-weight: 400;">tau dengan seorang Nabi yang diutus. Dalil dari kedua masalah tersebut adalah  QS. Al-Jin: 18. Semua macam ibadah harus dipersembahkan untuk Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata dan tidak boleh dipersembahkan kepada selain Allah, karena dalam ayat ini terdapat dua informasi, yaitu:</span></p>
<h5><b>1. Larangan Ibadah kepada Selain Allah</b></h5>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibadah kepada selain Allah, baik dalam bentuk uacapan maupun perbuatan dilarang. Tidak boleh menyembah pada selain Allah, baik dengan ibadah dalam bentuk berdo’a kepada selain Allah maupun mempersembahkan ibadah lainnya (selain ibadah do’a) kepada selain Allah.</span></p>
<h5><b>2. Sesembahan Selain Allah Tidak Boleh Disembah</b></h5>
<p><span style="font-weight: 400;">Sesembahan selain Allah dilarang disembah. Jadi, tidak boleh mempersembahkan peribadatan kepada seluruh sesembahan selain Allah, baik itu dari kalangan manusia, jin, maupun yang lainnya[1. Selengkapnya, silahkan baca penjelasan tentang masalah sebelumnya tersebut].</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian kesimpulannya</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Semua macam ibadah harus dipersembahkan untuk Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">saja.</span>
</li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Tidak boleh beribadah kepada selain Allah, siapapun dan apapun selain Allah tersebut!</span></li>
</ol>
<p>***</p>
[bersambung]
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
<p>___</p>
 