
<h3 style="text-align: center;">Tingkatan hadits shahih</h3>
<p style="text-align: justify;">Hadits shahih itu bertingkat tingkat dilihat dari <strong>tingkatan ketsiqohan perawi perawinya</strong>. Manfaat mengenal tingkatan hadits itu di saat terjadi pertentangan dan tidak mungkin dikompromikan. Maka hadits yang lebih shahih tentu lebih diunggulkan dari yang lebih rendah darinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah <strong>Tujuh Tingkatan Hadits Shohih</strong>:<br>
1) Hadits yang diriwayatkan secara <strong>sepakat oleh Al-Bukhari dan Muslim</strong> (Ini tingkatan paling tinggi)</p>
<p style="text-align: justify;">2) Hadits yang diriwayatkan <strong>secara tersendiri oleh al-Bukhari</strong></p>
<p style="text-align: justify;">3) Hadits yang dirwayatkan <strong>secara tersendiri oleh Muslim</strong></p>
<p style="text-align: justify;">4) Hadits yang diriwayatkan berdasarkan <strong>persyaratan keduanya sedangkan keduanya tidak mengeluarkannya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">5) Hadits yang diriwayatkan berdasarkan <strong>persyaratan al-Bukhari sementara dia tidak mengeluarkannya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">6) Hadits yang diriwayatkan berdasarkan <strong>persyaratan Muslim sementara dia tidak mengeluarkannya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">7) Hadits yang dinilai shahih oleh <strong>ulama selain keduanya</strong> seperti <em>Ibn Khuzaimah</em> dan <em>Ibn Hibbân</em> yang bukan berdasarkan persyaratan kedua imam hadits tersebut (al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://cintasunnah.com/category/artikel-islami/hadits/" class="shortc-button medium red "><i class="fa fa fa-paper-plane"></i>Lihat Semua Artikel “Hadits”</a>
 </p>
