
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/gsr7crR-z6M" width="auto" height="auto" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p> </p>
<p>Inilah hadits dari Umdatul Ahkam yang berisi pembahasan bahayanya orang yang tidak sempurna dalam berwudhu.</p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><strong>Pertemuan #07</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Fikih Ibadah</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>TUMIT YANG TIDAK TERKENA AIR WUDHU</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Hadits #03 dari Umdatul Ahkam karya Syaikh ‘Abdul Ghani Al-Maqdisi</strong></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَرضي الله عنهم قَالُوا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم<span dir="LTR">-:</span></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ<span dir="LTR">.</span></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">الويلُ: العذابُ والهلاكُ، وجاءَ في بعضِ الآثارِ أَنَّه وادٍ في جهنم<span dir="LTR">.</span></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">الأَعقاب: جمعُ عَقِبٍ، وهو مُؤَخَّرُ القَدَمِ. والمرادُ أَصحابُها<span dir="LTR">.</span></p>
<p style="text-align: center;">Dari ‘Abullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, Abu Hurairah, dan ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anhum</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Celakalah tumit yang tidak terbasuh air wudhu dengan api neraka</em>.” (HR. Bukhari, no. 165 dan Muslim, no. 241)</p>
<p style="text-align: center;"><em>Al-wail </em>artinya siksa dan binasa. Sebagian atsar menyebutkan bahwa yang dimaksud <em>al-wail </em>adalah nama lembah di neraka Jahannam.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Al-a’qob </em>merupakan bentuk jamak dari ‘<em>aqib </em>yaitu ujung telapak kaki atau dimaksudkan dengan tumit.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3 style="text-align: center;">Faedah Hadits</h3>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Wajib anggota wudhu seluruhnya terkena air ketika berwudhu.</li>
<li>Bahayanya orang yang tidak memperhatikan anggota wudhunya saat berwudhu. Bahkan dalam hadits ini diberi ancaman neraka.</li>
<li>Orang yang melakukan <em>taqshir </em>(kekurangan) saat berwudhu termasuk dosa besar. Karena ancamannya adalah dengan <em>wail</em>. <em>Wail</em> sebagaimana telah dijelaskan di atas bermakna siksa atau ancaman, bisa juga bermakna nama lembah di neraka.</li>
<li>Kalau kaki dalam keadaan terbuka hendaklah dibasuh. Beda kalau kaki dalam keadaan memakai sepatu atau kaos kaki, maka bisa cukup diusap sebagaimana nanti akan dijelaskan dalam hadits-hadits selanjutnya dari kitab <em>Umdatul Ahkam</em>.</li>
<li>Namanya balasan sesuai dengan amal perbuatan (<em>al-jazau min jinsil ‘amal</em>). Karena kekurangannya tadi pada kaki, maka yang diancam dengan api neraka juga adalah kaki.</li>
</ol>
<p> </p>
<h4>Referensi:</h4>
<p><em>Tambihaat Al-Afham bi Syarh ‘Umdah Al-Ahkam</em>. Cetakan kedua, Tahun 1436 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Muassasah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Al-Khairiyah.</p>
<p>—</p>
<p>Diselesaikan pada perjalanan Jogja – Panggang Gunungkidul, 11 Dzulqa’dah 1439 H</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://rumaysho.com/" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Rumaysho.Com</a></p>
 