
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/667069064&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Wajib Mengumumkan Pernikahan</strong></h2>
<p><em>Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah wa ba’du.</em></p>
<p>Terdapat hadis dari Ahmad bin Abdullah bin Zubair –<em>radhiyallahu’anha</em>-, Nabi <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أعلنوا النكاح</p>
<p><em>“Umumkanlah pernikahan…”</em><br>
(Dinilai Hasan oleh Syekh Albani dalam Irwa’ Al-Gholil no. 1993).</p>
<p>Perintah pada hadis ini, oleh Mayoritas ulama (jumhur) dipahami wajib. Bahkan bila kita renungi, mengumumkan pernikahan masuk dalam syarat sah pernikahan. Karena Nabi <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">لا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل</p>
<p><em>“Tidaklah sah pernikahan tanpa izin wali (perempuan), dan kehadiran dua saksi yang adil.”</em> (HR. Baihaqi, dinilai Shahih oleh Syekh Albani Shahih Al-Jami’ no. 7557)</p>
<p>Hadirnya dua saksi, diantara tujuan pokoknya adalah, agar kabar pernikahan tersebar. Oleh karenanya, tidak boleh bagi pengantin, walinya atau siapapun, melarang para saksi mengabarkan pernikahan. Syekh Muhammad bin Mukhtar As-Syinqiti –<em>hafidzahullah</em>– (anggota ulama senior Kerajaan Saudi Arabia, pengajar di masjid Nabawi) menegaskan,</p>
<p class="arab">لم يجز أن يستكتم الشهود الخبر، فلا يجوز لأحد أن يقول لشهود النكاح: لا تخبروا أحداً</p>
<p>Para saksi tidak boleh menyembunyikan kabar pernikahan. Maka tidak boleh seorangpun berpesan kepada para saksi, <em>“Tolong jangan kabarkan siapa-siapa.”</em></p>
<p>(Transkip rekaman kajian Syarah Zadil Mustaqni’, dipublikasikan oleh: http://islamport.com/w/hnb/Web/1741/2534.htm)</p>
<p>Bahkan Umar bin Khattab <em>radhiyallahu’anhu</em>, jika dilaporkan ada pernikahan dilakukan sembunyi-sembunyi, beliau akan jatuhkan hukuman cambuk untuk wali dan para saksi. Karena seperti itu menyalahi syariat Allah yang memerintahkan mengumumkan nikah.</p>
<p>Sehingga bisa kita simpulkan, mengumumkan nikah hukumnya wajib. Semakin menyebarkan kabar pernikahan lebih luas, hukumnya sunnah.</p>
<p>Hal ini bertujuan agar:</p>
<p>[1] Menjaga kesucian nasab.</p>
<p>[2] Membedakan antara pernikahan dengan perzinahan.</p>
<p>[3] Menjaga hak-hak pengantin.</p>
<p>[4] Tidak muncul prasangka buruk di tengah masyarakat, disebabkan seorang sudah serumah dengan pasangannya dalam ikatan pernikahan, disebabkan mereka tidak mengumumkan pernikahannya kepada masyarakat.</p>
<p>Oleh karenanya, Nabi <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> memerintahkan mengadakan acara walimah. Agar orang-orang banyak berkumpul dan mengetahui kabar pernikahan. Beliau <em>shalallahu alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أولم ولو بشاة</p>
<p><em>Laksanakanlah walimah walau dengan seekor kambing.</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Syekh Abdul Aziz bin Baz <em>rahimahullah</em> menerangkan,</p>
<p class="arab">الواجب إعلان النكاح، حتى يعلم الناس أن فلان تزوج، وفلانة تزوجت؛ لأن عدم الإعلان يجعله كالزنا،</p>
<p>Mengumumkan nikah hukumnya wajib. Agar masyarakat tahu bahwa si fulan<br>
sudah menikah. Karena menyembunyikan pernikahan, menjadikannya seperti zina.<br>
(https://binbaz.org.sa/fatwas/12969/ حكم-اعلان-النكاح)</p>
<p><strong>***</strong></p>
<p><strong>Ditulis oleh Ustadz Ahmad Anshori<br>
</strong><strong>(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di <a href="http://hamalatulquran.com/" target="_blank" rel="nofollow noopener">PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta</a>)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>. <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
<li>
<strong>KONFIRMASI DONASI</strong> hubungi: 087-738-394-989</li>
</ul>
 