
<p><iframe loading="lazy" src="http://www.youtube.com/embed/-kGvQKhqnJw" frameborder="0" width="470" height="264"></iframe></p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Video Panduan Cara Shalat – Tuma’ninah ketika Sujud</strong></h2>
<p><!--more--><br>
<strong>Wajib Tuma’ninah Ketika Sujud</strong></p>
<p>Suatu ketika, Rasulullah melihat orang shalat yang tidak menyempurnakan rukuknya dan seperti mematuk ketika <a title="sujud" href="http://carasholat.com/wajib-tumaninah-sujud-dalam-shalat-video-dan-panduan-shalat" target="_blank"><em>sujud</em></a>. Kemudian beliau bersabda:</p>
<p class="arab">أَتَرَوْنَ هَذَا، مَنْ مَاتَ عَلَى هَذَا مَاتَ عَلَى غَيْرِ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ، يَنْقُرُ صَلَاتَهُ كَمَا يَنْقُرُ الْغُرَابُ الدَّمَ</p>
<p><em>“Tahukah kamu orang ini. Siapa yang meninggal dengan keadaan (shalatnya) seperti ini maka dia mati di atas selain agama Muhammad. Dia mematuk dalam shalatnya sebagaimana burung gagak mematuk darah.</em>” (HR. Ibnu Khuzaimah dan dinyatakan Al-Albani: Sanadnya hasan).</p>
<p>Abu Hurairah radliallahu ‘anhu mengatakan:</p>
<p class="arab">نهاني خليلي عن ثلاث: نهاني عن نقرة كنقرة الديك…</p>
<p>“Kekasihku, yaitu Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, melarangku 3 hal, beliau melarangku untuk mematuk ketika shalat seperti ayam mematuk, … ” (HR. Ahmad dan sanadnya dinilai hasan).</p>
<p>Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga pernah melihat orang yang tidak tuma’ninah ketika rukuk dan sujud. Kemudian beliau perintahkan orang ini untuk mengulangi shalatnya. Kisah ini disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah yang diriwayatkan Bukhari &amp; Muslim.</p>
<p>Yang dimaksud mematuk dalam hadis di atas adalah melakukan sujud terlalu cepat dan tidak tuma’ninah. Padahal semua hadis di atas, menunjukkan wajibnya tuma’ninah, dan orang yang shalat dengan tidak tuma’ninah maka shalatnya batal.</p>
<h3><strong>Kadar Minimal Tuma’ninah Ketika Sujud</strong></h3>
<p>Ulama berbeda pendapat tentang kadar minimal <strong>tumakninah</strong>. Sebagian ulama hanabilah menjelaskan bahwa kadar minimal seseorang disebut telah melakukan tuma’ninah ketika <a title="sujud" href="http://carasholat.com/cara-sujud-wanita-dalam-shalat-video-dan-teks-panduan/" target="_blank">sujud</a> adalah bertahan sejenak setelah anggota sujud tepat pada posisi masing-masing, selama waktu yang cukup untuk membaca: “subhaana rabbiyal a’laa” sekali.</p>
<p>Jika seseorang sujud dan melakukan hal ini maka sujudnya sah, karena telah dianggap <strong>tumakninah</strong>. (Fatwa Syabakah Islamiyah, 93192).</p>
<p><strong>Artikel <a title="panduan tata cara shalat" href="http://carasholat.com/" target="_blank">www.CaraSholat.com</a></strong></p>
<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content --> 