
<p style="text-align: center;"><strong>Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz <em>Rahimahullah Ta’ala</em></strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Orangtua saya r<em>ahimahullah</em> meninggalkan wasiat. Ia menulis agar saya menikah dengan sepupu saya. Orangtua saya belum menanyakan pendapat saya kepada saya sebelum wafatnya tentang orang ini. Karena beliau sakit hingga wafatnya menghalanginya untuk mengetahui pendapat saya. Adapun orang yang dimaksud, telah saya jelaskan kepadanya ketika ia membuka permasalahan tersebut dengan saya, bahwasannya saya tidak memiliki perasaan padanya selain perasaan persaudaraan dan kekerabatan. Apakah saya menyelisihi syariat? Atau apakah termasuk durhaka jika saya tidak menikah dengan laki-laki ini? Secara saya tahu hati saya condong kepada salah seorang kerabat yang lain, dia menghargai saya, dan saya memiliki perasaan <em>mawaddah</em> dan rasa sayang.</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Anda tidak wajib untuk memenuhi wasiat yang disebutkan itu, berdasarkan sabda Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p style="text-align: right;">لا تنكح البكر حتى تستأذن</p>
<p>“<em>Tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai ia dimintai izinnya</em>” [1].</p>
<p>dalam lafaz yang lain,</p>
<p style="text-align: right;"> والبكر يستأذنها أبوها، وإذنها صماتها</p>
<p><em>“(dan) seorang gadis wajib dimintai izinnya oleh bapaknya, dan tanda persetujuannya adalah diamnya</em>” [2].</p>
<p style="text-align: right;">ونوصيك باستخارة الله سبحانه ومشاورة من تطمئنين إليه؛ من أقاربك، أو غيرهم من العارفين بأحوال الشخصين، يسر الله لكِ كل خير.</p>
<p>Saya wasiatkan kepada Anda untuk beristikharah kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dan berkonsultasi kepada orang yang Anda percayai dari kerabat-kerabat Anda atau dari selain mereka yang mengetahui masalah-masalah hukum Islam. Semoga Allah memudahkan kepada Anda segala kebaikan.</p>
<p> </p>
<p>***</p>
<p>Catatan kaki</p>
<p>[1] HR. Bukhari dalam Kitab <em>An-Nikah</em>, Bab: <em>Tidak Dinikahkan Seorang Gadis oleh Bapaknya dan Selainnya kecuali Disertai Ridhanya</em> (No. 5136). Muslim Kitab <em>An-Nikah</em>, Bab: <em>Izin Seorang Janda dalam Nikah dengan Ucapan dan Gadis dengan Diam</em> No. 1419.</p>
<p>[2] HR. Muslim Kitab <em>An-Nikah</em>, Bab: <em>Izin Seorang Janda dalam Nikah dengan Ucapan dan Gadis dengan Diam</em> No. 1421</p>
<p>Tautan Fatwa: <a href="http://iswy.co/e109bb">http://iswy.co/e109bb</a></p>
<p>Penerjemah: Muhammad Fadli, S.T</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 