
<p>Di antara waktu dan tempat untuk bershalawat adalah saat memulai doa, juga saat masuk dan keluar masjid.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;">7- Bershalawat ketika berdoa.</span></h4>
<p>Ibnul Qayyim menyatakan bahwa ada tiga tingkatan dalam bershalawat saat doa:</p>
<p>a- Bershalawat sebelum memanjatkan doa setelah memuji Allah.</p>
<p>b- Bershalawat di awal, pertengahan dan akhir doa.</p>
<p>c- Bershalawat di awal dan di akhir, lalu menjadikan hajat yang diminta di pertengahan doa.</p>
<p>Mengenai perintah bershalawat saat akan memanjatkan doa disebutkan dalam hadits Fudholah bin ‘Ubaid, ia berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">سَمِعَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلاً يَدْعُو فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « عَجِلَ هَذَا ». ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ « إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ ».</p>
<p>“Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah mendengar seseorang memanjatkan doa dalam shalatnya, lalu ia tidak memanjatkan shalawat pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Beliau pun berkata, “<em>Orang ini terlalu tergesa-gesa dalam doanya</em>.” Kemudian beliau memanggilnya lalu menegurnya atau mengatakan pada lainnya, “<em>Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.</em>” (HR. Tirmidzi no. 3477 dan Abu Daud no. 1481. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir menilai sanad hadits tersebut hasan).</p>
<p>Ibnul Qayyim menyatakan pula bahwa membaca shalawat pada saat berdoa, kedudukannya seperti membaca Al Fatihah dalam shalat. Jadi pembuka doa adalah shalawat pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Untuk shalat, pembukanya adalah dengan bersuci.</p>
<p>Ahmad bin Abu Al Hawra’ pernah mendengar Abu Sulaiman Ad Daroniy berkata, “Siapa yang ingin memanjatkan hajatnya pada Allah, maka mulailah dengan bershalawat pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, lalu mintalah hajatnya. Kemudian tutuplah doa tersebut dengan shalawat pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>karena shalawat pada beliau akan membuat doa tersebut <em>maqbulah</em> (mudah diterima).” (<em>Jalaa-ul Afham,</em> hal. 335-336).</p>
<p>Dari Zirr, dari ‘Abdullah, ia berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">كُنْتُ أُصَلِّى وَالنَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ مَعَهُ فَلَمَّا جَلَسْتُ بَدَأْتُ بِالثَّنَاءِ عَلَى اللَّهِ ثُمَّ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ دَعَوْتُ لِنَفْسِى فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- سَلْ تُعْطَهْ سَلْ تُعْطَهْ</p>
<p>“Aku pernah shalat dan kala itu Abu Bakr dan ‘Umar bersama dengan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Ketika aku duduk, aku memulai doaku dengan memuji Allah, lalu bershalawat pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, kemudian aku berdoa untuk diriku sendiri. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “<em>Mintalah, engkau akan diberi. Mintalah, engkau akan diberi</em>.” (HR. Tirmidzi no. 593. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini <em>hasan</em>).</p>
<p>‘Umar <em>radhiyallahu ‘anhu</em> pernah mengatakan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لاَ يَصْعَدُ مِنْهُ شَىْءٌ حَتَّى تُصَلِّىَ عَلَى نَبِيِّكَ -صلى الله عليه وسلم-</p>
<p>“<em>Sesungguhnya doa itu diam antara langit dan bumi, tidak naik ke atas hingga engkau bershalawat pada Nabimu shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>” (HR. Tirmidzi no. 486. Syaikh Al Albani menyatakan hadits ini hasan).</p>
<p>Lakukanlah adab berdoa ini: (1) memuji Allah terlebih dahulu, (2) bershalawat kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, (3) memanjatkan doa yang diinginkan, (4) menutup dengan shalawat dan sanjungan pada Allah. Moga setiap doa kita dikabulkan oleh Allah.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;">8- Bershalawat ketika masuk dan keluar masjid.</span></h4>
<p>Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِىِّ وَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ اعْصِمْنِى مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p>“Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka ucapkanlah salam pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, kemudian ucapkanlah ‘Allahummaftah lii abwaaba rohmatik’ (artinya: Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu). Kemudian saat keluar, ucapkanlah salam pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, lalu ucapkanlah ‘Allahumma’shimnii minasy syaithonir rojiim’ (artinya: Ya Allah, lindungilah aku dari godaan setan yang terkutuk).” (HR. Ibnu Majah no. 773. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini <em>shahih</em>)</p>
<p>Dari Fatimah, puteri Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, ia berkata bahwa ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>masuk masjid, beliau mengucapkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ</p>
<p>“<em>Bismillah wassalaamu ‘ala rosulillah. Allahummaghfir lii dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik (artinya: Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu).</em>” Lalu ketika keluar masjid, beliau mengucapkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ فَضْلِكَ</p>
<p>“<em>Bismillah wassalaamu ‘ala rosulillah. Allahummaghfir lii dzunuubi waftahlii abwabaa fadhlik (artinya: Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah padaku pintu karunia-Mu).</em>” (HR. Ibnu Majah no. 771 dan Tirmidzi no. 314. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).</p>
<p>Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi utama:</span></h4>
<p><em>Jalaa-ul Afham fii Fadhli Ash Shalah was Salaam ‘ala Muhammad Khoiril Anam</em>, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Dar Ibni Katsir, cetakan kedua, tahun 1432 H.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun di saat mendung di <a href="http://darushsholihin.com">Darush Sholihin Gunungkidul</a>, 22 Rabi’ul Awwal 1436 H</p>
<p>Yang mencintaimu karena Allah: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Ikuti status kami dengan memfollow <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal">FB Muhammad Abduh Tuasikal</a>, <a href="http://www.facebook.com/rumaysho">Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat</a>, Twitter <a href="https://twitter.com/RumayshoCom">@RumayshoCom</a>, <a href="instagram.com/rumayshocom/">Instagram RumayshoCom</a></p>
<p>Segera pesan buku Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal yang membicarakan masalah natal dan loyal pada non muslim dengan judul “<strong>Natal, Hari Raya Siapa?”</strong> dan “<strong>Kesetiaan pada Non Muslim</strong>” di Toko Online Ruwaifi.Com via sms +62 852 00 171 222 atau BB 27EACDF5 atau WA +62 8222 604 2114. Kirim format pesan: buku natal dan kesetiaan#nama pemesan#alamat#no HP#jumlah buku. Harga Rp.20.000,- untuk dua buku (belum termasuk ongkir).</p>
<blockquote>
<p>Saat ini masjid pesantren binaan Ustadz M. Abduh Tuasikal sedang direnovasi (dijadikan dua lantai) dan membutuhkan dana sekitar <strong>1,5 Milyar rupiah. Dana yang masih kurang untuk pembangunan tahap kedua, dibutuhkan sekitar 850 juta rupiah, sekarang sudah terkumpul 350 juta rupiah.</strong></p>
<p>Bagi yang ingin menyalurkan donasi renovasi masjid, silakan ditransfer ke: (1) BCA: 8610123881, (2) BNI Syariah: 0194475165, (3) BSM: 3107011155, (4) BRI: 0029-01-101480-50-9 [semua atas nama: Muhammad Abduh Tuasikal].</p>
<p>Jika sudah transfer, silakan konfirmasi ke nomor <b>0823 139 50 500</b> dengan contoh sms konfirmasi: Rini# Jogja# Rp.3.000.000#BCA#20 Mei 2012#renovasi masjid. Laporan donasi, silakan cek <a title="Renovasi Masjid" href="http://darushsholihin.com/renovasi-masjid/" target="_blank">di sini</a>.</p>
</blockquote>
 