
<p>Kita tahu apa yang dimaksud waria. Mereka adalah yang berdandan dan bergaya seperti wanita.</p>
<p>Dalam istilah fikih, mereka disebut dengan mukhannats. Para ulama artikan dengan orang yang secara tampilan dan tabi’atnya menyerupai wanita.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Mukhannats ada dua macam:</span></h4>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Pertama:</span></h4>
<p>Jika asalnya secara tabi’at ia seperti itu. Gaya yang ia tunjukkan bukan ia buat-buat, cara bicaranya dan gayanya pula tidak ia buat-buat. Secara tabi’at, ia tercipta seperti itu.</p>
<p>Untuk bentuk pertama ini tidak tercela dan tidak diberi hukuman. Ia mendapatkan uzur karena ia tidak sengaja bergaya seperti itu.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Kedua:</span></h4>
<p>Jika secara tabi’at ia tidak seperti itu. Ia sengaja meniru wanita dari sisi gerakan maupun cara bicara. Inilah yang tercela. Inilah yang disebutkan dalam hadits celaan untuknya. (<em>Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah</em>, 36: 264-265)</p>
<p> </p>
<p>Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ</p>
<p>“<em>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki</em>” (HR. Bukhari, no. 5885).</p>
<p> </p>
<p>Dalam lafazh Musnad Imam Ahmad disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ</p>
<p>“<em>Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki</em>” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243. Sanad hadits ini <em>shahih</em> sesuai syarat Bukhari).</p>
<p> </p>
<p>Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ</p>
<p>“<em>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian lelaki.</em>” (HR. Ahmad, no. 8309, 14: 61. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, perawinya tsiqah termasuk perawi Bukhari Muslim selain Suhail bin Abi Shaih yang termasuk perawi Muslim saja).</p>
<p>Makna laknat adalah jauh dari rahmat Allah.</p>
<p> </p>
<p>Dalam hadits-hadits di atas disebutkan yang terlarang adalah gaya dan pakaian yang menyerupai wanita. Dan itu tidak terlepas dari penampilan waria yang biasa kita lihat.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi:</span></h4>
<p><em>Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah</em>. Penerbit Kementrian Agama Kuwait.</p>
<p>—</p>
<p><a href="http://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul</a>, 6 Jumadats Tsanawiyah 1437 H</p>
<p>Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><a href="http://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a>, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam</p>
 