
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/53718-wasiat-luqman-1-bersyukurlah-kepada-allah.html" data-darkreader-inline-color="">Wasiat Luqman (Bag.1) : Bersyukurlah kepada Allah</a></span></strong></p>

<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Wasiat Pertama Luqman pada Anaknya</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Wasiat pertama Luqman kepada anaknya adalah tentang larangan berbuat syirik. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah. Sesungguhnya perbuatan syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar. </span></i><span style="font-weight: 400;">” (Luqman : 13)</span></p>
<p><b><i>Laa Tusyrik Billah !</i></b><b> : Larangan Berbuat Syirik dalam Bentuk Apapun</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Makna firman Allah :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ</b><span style="font-weight: 400;"> </span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Janganlah kamu berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maksudnya adalah janganlah menjadikan sesuatu selain Allah sebagai sekutu dalam beribadah, dalam penciptaan dan takdir, serta dalam masalah nama dan sifat Allah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seperti yang kita ketahui bahwasanya tauhid dibagi menjadi tiga, yaitu tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">, tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">, dan tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">asma’ wa shifat</span></i><span style="font-weight: 400;">. Maka kesyirikan pun mencakup syirik dalam tiga tauhid di atas. Barangsiapa meyakini ada pencipta selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">rububiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Barangsiapa meyakini bahwa ada yang berhak untuk disembah selain Allah maka dia telah syirik dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Dan barangsiapa yang menyelisihi dan menolak nama dan sifat Allah maka dia telah syirik dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">asma’ wa shifat. </span></i><span style="font-weight: 400;">Larangan berbuat syirik mencakup larangan berbuat syirik dalam tiga bantuk tauhid ini.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/51862-marah-ketika-melihat-kesyirikan-1.html" data-darkreader-inline-color=""><strong>Hati Siapakah yang Marah ketika Melihat Kesyirikan?</strong></a></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Mengapa Syirik Disebut Kezaliman yang Besar ?</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdulah bin Mas’ud </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">, bahwasanya ketika turun ayat :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman </span></i><span style="font-weight: 400;">” ( Al An’am: 82). Para sahabat mearasa berat dan khawatir dengan turunnya ayat ini. Mereka berkata, “ Siapakah di antara kami yang tidak menzalimi dirinya sendiri ?” Maka Rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pun bersabda, “Itu bukanlah kezaliman seperti yang kalian sangkakan. Ini adalah kezaliman sebagaimana yang telah diwasiatkan Luqman kepada anaknya :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Hai anakku, janganlah kamu berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah. Sesungguhnya perbuatan syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar.</span></i><span style="font-weight: 400;">” (Luqman : 13) (HR. Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kezaliman berarti mengurangi hak kepada yang seharusnya mendapatkannya. Seseorang yang berbuat syirik berarti telah mengurangi hak Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">. Tidak ada kezaliman yang lebih besar daripada perbuatan syirik, karena kezaliman syirik lebih besar dari segala macam kezaliman yang lainnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah yang menciptakan dirimu, menjadikanmu dari ketiadaaan. Dialah yang telah memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kehidupanamu. Dialah yang menyediakan berbagai hal yang bermanfaat untukmu. Dialah Allah yang telah mengadakan, menyediakan, dan mempersiapkan itu semua untukmu. Jika demikian, maka tidak ada seorangpun yang lebih besar haknya bagimu dibandingkan hak Allah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika engkau mengurangi hak-Nya, maka itu meruapakan kezaliman yang paling besar. Barangsiapa yang paling banyak perbuatan baiknya kepadamu, maka melakukan perbuatan jelek kepadanya adalah perbuatan yang paling jelek dibandingkan perbuatan jelek kepada yang lainnya. Karena sesungguhnya Allah lah Zat yang telah banyak berjasa dengan berbuat baik kepadamu, memberimu segala sesuatu, dan juga mendidikmu. Jika dirimu berbuat kejelekan kepada-Nya maka itu lebih besar dosanya daripada seandainya engkau berbuat kejelekan kepada yang tidak berjasa kepadamu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hak Allah yang terbesar yang harus kita tunaikan adalah mentauhidkan-Nya dan tidak sedikitpun berbuat syirik kepada-Nya. Maka barangsiapa yang tidak menunaikan hak ini maka dia telah melakukan perbuatan kezaliman yang paling besar. Maka benarlah ketika Allah berfirman : </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya perbuatan syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar. </span></i><span style="font-weight: 400;">” ( Luqman : 13)</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/28919-penggunaan-jimat-atau-rajah-tetap-syirik-walau-berkeyakinan-sekedar-sebab-1.html" data-darkreader-inline-color="">Penggunaan Jimat atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Besarnya Bahaya Syirik</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara bahaya dan kejelekan perbuatan syirik adalah : </span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><strong>. Syirik adalah kezaliman yang paling besar sebagaimana penjelasan di atas.</strong></li>
<li style="font-weight: 400;"><strong>. Syirik adalah dosa yang tidak akan diampuni, jika seseorang mati dengan membawa dosa syirik. Allah <i>Ta’ala</i> berfirman :</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.</span></i><span style="font-weight: 400;">“ (An Nisaa’ : 48)</span></p>
<p><strong>3. Syirik merupakan kedustaan dan dosa kepada Allah</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b> وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Barangsiapa yang berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.</span></i><span style="font-weight: 400;"> “  (An Nisaa’ : 48)</span></p>
<p><strong>4. Syirik merupakan kesesaatan yang sangat jauh</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيداً</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Barangsiapa yang berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.</span></i><span style="font-weight: 400;">” (An Nisaa’:116)</span></p>
<p><strong>5. Syirik menghapus amal dan menghilangkan pahala kebaikan. </strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Seandainya mereka berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ (Al An’am : 88)</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ (Az Zumar : 65)</span></p>
<p><strong>7. Syirik merupakan dosa besar yang paling besar.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda : </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ -ثَلَاثًا- قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: اَلْإِشْرَاكُ بِاللهِ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">” </span><i><span style="font-weight: 400;">Maukah aku beritahukan kepadamu dosa besar yang paling besar?” –Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tiga kali–. Kami (para Shahabat) menjawab, “Tentu, wahai Rasûlullâh.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berbuat syirik dengan menyekutukan Allâh …</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ (H.R Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p><strong>8. Syirik menyebabkan pelakunya haram masuk surga.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya orang yang berbuat syirik dengan mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. </span></i><span style="font-weight: 400;">“ (Al Maidah :72)</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/25861-membaca-al-quran-namun-berbuat-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Membaca Al Quran Namun Berbuat Syirik</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Faidah-Faidah Ayat</span></strong></h2>
<ol>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">. Bersikap lembut kepada orang yang diajak bicara agar nasihatnya bisa diterima. Luqman memanggil kepada anaknya </span><b>( يَا بُنَيَّ )</b><span style="font-weight: 400;"> (Wahai anakku) yang merupakan panggilan lembut dan kasih sayang seorang bapak kepada anakknya.   </span>
</li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Sangat pentingnya nasihat ini, karena berasal dari seroang bapak yang amat menyayangi anaknya. Ini menunjukkan nasihat dan wasiat yang disampaikan merupakan perkara yang sangat penting.</span></li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">. Haramnya perbautan syirik, karena Allah telah melarang  </span><b>(لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ )</b>
</li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Wajibnya untuk bertauhid, karena larangan dari berbuat syirik menuntut seseorang untuk mentauhidkan Allah.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Syirik merupakan kezaliman yang paling besar, karena Allah berfirman</span></li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b> (إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)</b></span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Hendaknya ketika menjelaskan suatu hukum berikut disertai dengan alasannya, sebagaimana Allah menjelaskan larangan syirik disertai penyebutan alasannya yaitu karena syirik merupakan perbuatan kezaliman.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Mengajak kepada tauhid dan memperingatkan dari syirik merupakan perkara yang merupakan poros dan pondasi dalam dakwah, karena Luqman memulai nasihat kepada anaknya dengan nasihat pertama berupa larangan dari berbuat syirik sebelum menyampaikan nasihat yang lainnya.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Arahan dan anjuran bagi para bapak untuk senantiasa menasihati anak-anaknya dengan kebaikan.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah senantiasa memberikan taufik kepada kita di atas jalan tauhid dan menjauhkan diri kita dari berbagai bentuk perbuatan syirik.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/25277-parahnya-praktek-syirik-di-masa-kini.html" data-darkreader-inline-color="">Parahnya Praktek Syirik Di Masa Kini</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/24471-apakah-mengikuti-hawa-nafsu-itu-syirik-akbar-1.html" data-darkreader-inline-color="">Apakah Mengikuti Hawa Nafsu Itu Syirik Akbar?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penulis : <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/adika" data-darkreader-inline-color="">Adika Mianoki</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(1). </span><i><span style="font-weight: 400;">Tafsiir Al Qur’an Al Kariim Surat Luqman</span></i><span style="font-weight: 400;">, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin</span><i><span style="font-weight: 400;"> rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(2). </span><i><span style="font-weight: 400;">At Tashiil li Ta’wiil at Tanziil</span></i><span style="font-weight: 400;"> Tafsir Surat Luqman karya Syaikh Musthofa al ‘Adawiy </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullah</span></i></p>
 