
<h2><strong>Zina itu Hutang</strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">بروا آباءكم تبركم أبناؤكم وعفوا تعف نساؤكم</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Berbaktilah kepada orang tuamu niscaya anak-anakmu akan menjadi anak-anak yang berbakti. Hindari zina sehingga niscaya isterimu tidak akan berzina.” (HR. Thabarani dan sanadnya dinilai hasan oleh al-Mundziri) </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Balasan yang akan Allah berikan kepada kita itu sejenis dengan perbuatan yang kita lakukan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika kita adalah anak yang berbakti niscaya Allah akan jadikan anak-anak kita anak-anak yang berbakti.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Ingin punya anak yang berbakti dan selalu ingat orang tua? Kiat pokoknya adalah hendaknya kita menjadi anak yang berbakti kepada orang tua kita terlebih dahulu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Zina adalah hutang yang akan dibayar oleh anggota keluarga kita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena jika suami menjaga diri dari zina maka kondisi isteri juga demikian. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebaliknya jika suami selingkuh dan berzina tidaklah kaget jika isteri serong dan berzina.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pula sebaliknya jika isteri berzina maka tidak kaget jika dia pergoki suaminya ternyata berbuat zina.</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 